Melempem, Kai Havertz Menyesal Pindah ke Chelsea?

Zaky Al-Yamani
·Bacaan 2 menit

VIVA – Bintang muda Jerman, Kai Havertz, dikabarkan menyesal pindah ke Chelsea pada awal musim ini. Havertz dan rekrutan mahal lainnya seperti Timo Werner dan Hakim Ziyech, belum bersinar di Stamford Bridge musim ini.

Kegagalan ini menimbulkan spekulasi yang intens di Jerman. Kolumnis majalah olahraga ternama Jerman BILD, Raimund Hinko, yakin Havertz mungkin menyesali telah menolak tawaran Bayern Munich pada musim panas lalu.

“Walaupun dia tidak meneriakkannya dengan keras, Havertz pasti mengutuk berkali-kali keputusannya pindah dari Bayer Leverkusen ke lini tengah klub yang membosankan seperti Chelsea. Dia hanya mengikuti panggilan uang," tulis Hinko.

"Havertz akan cukup sering menahan penyesalannya karena tidak membalas minat Bayern Munich dengan serius meski pelatih Hansi Flick tertarik kepadanya," lanjut Hinko.

Seperti diketahui, Chelsea menghabiskan dana besar untuk merekrut sejumlah pemain mahal pada musim panas lalu. Total, ada tujuh pemain didatangkan dengan dana lebih dari 250 juta euro.

Dari ketujuh pemain tersebut, Kai Havertz jadi pemain termahal yang diboyong ke Stamford Bridge. The Blues menghabiskan uang 80 juta euro demi membajaknya dari Bayer Leverkusen.

Melihat penampilannya musim lalu, pemain asal Jerman memang pantas dibanderol dengan harga mahal. Dia mencatatkan 45 penampilan dilengkapi dengan 18 gol. Menjadikannya rebutan para raksasa Eropa di musim panas lalu.

Namun pada akhirnya, Chelsea yang berhasil mendapatkan jasa pemain 21 tahun tersebut. Awalnya, kehadiran Havertz diharap melengkapi trisula lini serang dengan Timo Werner dan Hakim Ziyech.

Sayangnya, Havertz dinilai belum bisa mewujudkan ekspektasi tinggi yang disematkan padanya. Dari 20 laga yang telah dijalani, Havertz baru menorehkan empat gol di semua kompetisi. Sementara, di Premier League lebih miris lagi.

Dikutip Marca, dia baru mencetak satu gol dan dua assists. Sebuah angka yang tak diharapkan dari seorang pemain berharga 80 juta euro. Manajer Chelsea Frank Lampard juga disebut belum bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Ditambah, performanya sempat turun lantaran terjangkit virus corona COVID-19. Beruntung, kompetisi belum genap berjalan setengah musim. Itu berarti Havertz masih berkesempatan memperbaiki penampilannya yang buruk saat ini.