Melihat Efektivitas Ivermectin, Obat Cacing yang Jadi Terapi COVID-19

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Kasus positif COVID-19 yang terus bertambah mendesak hadirnya terapi atau penanganan yang tepat. Hingga kini, belum ada obat yang diracik secara khusus bagi penderita COVID-19.

Penanganan COVID-19 kini diramaikan dengan ivermectin yang digadang-gadang menjadi obat untuk pasien COVID-19. Frontline Covid Critical Alliance atau FLCCC mengembangkan dan menyebarluaskan protokol perawatan paling efektif untuk penanganan COVID-19. Ivermectin menjadi bagian dari protokol perawatan penanganan COVID-19 yang direkomendasikan oleh FLCCC.

Ivermectin telah digunakan di 33 negara untuk penanganan COVID-19 setelah melalui 60 uji klinis dan melibatkan 548 ilmuwan serta 18.931 pasien dari berbagai negara. Hasilnya, ivermectin dinyatakan efektif untuk pencegahan dengan rata-rata 85%, pengobatan COVID-19 dini sebesar 76%, serta mengurangi tingkat kematian akibat COVID-19 sebesar 70%.

Dalam penelitian terbaru, ivermectin dapat menghalangi perkembangan varian baru COVID-19 yang berasal dari Inggris, Vietnam, dan India. Menurut dr. Pierre Kory, MPA, MD dari FLCCC, pemberian ivermectin kepada pasien COVID-19 akan menghambat replikasi dan transimisi virus. Sehinga mencegah virus bermutasi dan penularan yang semakin luas.

Digunakan di sejumlah negara

ilustrasi obat | pexels.com/@karolina-grabowska
ilustrasi obat | pexels.com/@karolina-grabowska

Ivermectin telah digunakan sejumlah negara dengan kasus COVID-19 yang cukup besar. Salah satunya adalah India. dr. Pierre Kory memberikan gambaran bahwa jumlah kasus dan kematian akibat COVID-19 di India menurun drastis karena penggunaan ivermectin. Sementara, London yang tidak menggunakan ivermectin sebagai salah satu obat tidak mengalami penurunan angka kasus COVID-19.

FLCCC merekomendasikan bahwa ivermectin dalam dilibatkan dalam terapi COVID-19 selama 10 hari. Menurut dr. Budhi Antariksa, Sp.P, Ph.D, penggunaan ivermectin bukanlah obat tunggal untuk menangani pasien COVID-19.

Rekomendasi penggunaan

"Tidak hanya ivermectin karena dianggap obat yang ditambahkan dari standar obat COVID-19. Ada juga obat antivirus, anti inflamasi, vitamin, dan obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh," ungkap dr. Budhi Antariksa, Sp.P, Ph.D.

Mendukung pernyataan dr. Budhi, FLCCC memberikan rekomendasi dosis ivermectin kepada pasien COVID-19 sesuai dengan tingkat keparahannya. Mulai dari 0,2mg/kg hingga 0,6mg/kg. Ditambah dengan vitamin D dalam bentuk Calcifediol untuk membantu pemuliah lebih cepat.

Telah digunakan di sejumlah daerah

Sejumlah daerah di Indonesia sebenarnya sudah menggunakan ivermectin sebagai bagian dari pengobatan. Seperti di Kudus, Demak, Sragen, Bangkalan, hingga Kalimatan Barat yang telah menggunakan ivermectin setelah diberikan oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, pimpinan Moeldoko.

"Ivermectin dikenal sebagai obat cacing untuk mengatasi COVID-19. Di Tangerang, Jakarta Timur, Depok menggunakan ivermectin menurunkan kasus COVID-19. Cukup optimis bahwa ivermectin jadi obat solusi untuk menyembuhkan pasien COVID-19," ungkap Moeldoko.

Pemerintah Indonesia didesak untuk merekomendasikan ivermectin sebagai bagian dari terapi COVID-19. Melihat dari sejumlah penelitian dan efektivitasnya mengatasi COVID-19 di sejumlah negara.

Simak video berikut ini

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel