Ganjar Pranowo Vs Puan Maharani di Survei untuk Pilpres 2024

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Situasi internal PDIP memanas. Gubernur Jawa Tengah yang juga kader PDIP Ganjar Pranowo tidak diundang pada acara pengarahan dari Puan Maharani untuk penguatan soliditas menuju 2024 untuk kader di Kantor DPD PDIP Jateng, pada Sabtu 22 Mei 2021.

Dalam acara itu, hampir seluruh kader di wilayah Jawa Tengah, baik eksekutif, legislatif, maupun struktur partai, diundang. Namun, hanya Ganjar Pranowo yang tak diundang.

Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto, mengakui pihaknya sengaja tidak mengundang Ganjar. Alasannya, kader PDIP tersebut terlihat terlalu ambisius untuk maju pada 2024.

"Tidak diundang, (Ganjar) wis kemajon (kelewatan). Yen kowe pinter, aja keminter (kalau kamu pintar, jangan sok pintar)," kata Bambang, Sabtu malam 22 Mei 2021

Sementara itu, ditanya soal ketidakhadirannya, Ganjar mengaku dirinya tidak diundang ke acara tersebut. "Saya tidak mendapatkan undangan," kata Ganjar.

Tidak berdiam diri, pada saat yang sama Ganjar memilih ke Jakarta untuk menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dia mengaku halalbihalal dengan Megawati

"Iya (acara khusus). Halalbihalal ke Bu Mega," kata Ganjar, Minggu (23/5/2021).

Tak hanya halal bihalal, Ganjar juga menyerahkan sebuah lukisan karya Djoko Susilo berjudul "Ibu Megawati Bersama Anak-anak Indonesia". Hal itu diketahui lewat video vlog Ganjar Pranowo saat menyerahkan lukisan tersebut kepada Presiden RI ke 5 itu.

Sementara itu, nama Ganjar Pranowo dan Puan Maharani memang kerap masuk dalam survei mengenai calon presiden 2024.

Namun demikian, elektabilitas Ganjar Pranowo kerap berada di urutan tiga teratas dalam berbagai survei elektabilitas capres. Sementara untuk Puan Maharani masih berada di bawahnya lagi.

Perbandingan Elektabilitas

Ketua DPP PDIP Puan Maharani saat menjadi keynote speker dalam webinar PDIP. (Foto: istimewa).
Ketua DPP PDIP Puan Maharani saat menjadi keynote speker dalam webinar PDIP. (Foto: istimewa).

Berdasarkan adu kekuatan elektabilitas dari beberapa survei, perbandingan kedua kader PDIP tersebut terlihat sebagai berikut:

Survei LSI pada Januari 2021:

Ganjar Pranowo: 10,6%

Puan Maharani: 0,1%

Survei dilaksanakan pada 25-31 Januari 2021 dengan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden sebagai sampel basis. Margin of error dari ukuran sampel yakni +/- 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95%.

Survei SMRC pada Februari-Maret 2021

Ganjar Pranowo: 13,2%

Puan Maharani: 5,7%

Survei pada 28 Februari-8 Maret 2021 dengan 1.064 responden yang dipilih secara random (acak) dan diwawancara secara tatap muka. Margin of error adalah ± 3,07%.

Survei Indikator pada Maret 2021

Ganjar Pranowo: 13,7%

Puan Maharani: 1,1%

Survei digelar pada 4-10 Maret 2021 dengan menggunkan metode simple random sampling sebanyak 206.983 responden. Margin of error sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei Charta Politika Indonesia pada April 2021

Ganjar Pranowo: 16%

Puan Maharani: 1,2%

Metode survei sampling pengacakan sistematis sebanyak 1.200 responden. Toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan pada 20-24 Maret 2021.

Survei ARSC pada Maret-April 2021:

Ganjar Pranowo: 11,25%

Puan Maharani: 2,48%

Survei digelar pada 26 April-8 Mei 2021 melalui wawancara telepon pada 1.200 responden di 34 provinsi. Sementara Margin of error 2,9 persen.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel