Melihat Indahnya Rafflesia Arnoldi Mekar Pertama Kali di Kebun Raya Bogor

Merdeka.com - Merdeka.com - Bunga Rafflesia Arnoldi, untuk pertama kali mekar di Kebun Raya Bogor usai coba ditumbuhkan sejak 16 tahun atau pada 2006 silam. Bunga raksasa karismatik asal Bengkulu ini, termasuk tumbuhan dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1999 dan IUCN Red List berstatus rawan punah.

"Ini hari yang cukup istimewa karena ada Rafflesia Arnoldii mekar untuk pertama kalinya di Kebun Raya Bogor," ujar Periset dan Kurator Rafflesia Kebun Raya Bogor, Sofi Mursidawati, Rabu (14/9).

Mekarnya Rafflesia Arnoldi di Kebun Raya Bogor ini, menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya, bunga dengan sebutan padma raksasa ini tumbuh di luar habitatnya.

Sofi menerangkan, sejak 16 tahun lalu coba ditumbuhkan, muncul beberapa knop bakal bunga, yang salah satunya mekar pada 12 September 2022.

Menurut Sofi, penelitian terhada bunga Rafflesia Arnoldii pada 2006, merupakan penelitian lanjutan oleh Botanis Belanda yang pernah berdiam di Bogor medio 1850-an.

"Penelitian dimulai sejak lama. Namun, banyak informasi yang dianggap kurang valid karena kurangnya dokumentasi. Kemudian, pada 2004 direktur Kebun Raya Bogor, meminta agar penelitian dilanjutkan meski tidak berhenti sama sekali. Namun memang keberhasilan belum berpihak," kata dia.

Rafflesia Arnoldi di Kebun Raya Bogor berdiameter sekitar 30 centimeter dan belum mekar sempurna, atau baru sekitar 80 persen. Namun, bunga di Kebun Raya Bogor ini, tidak sebesar di habitat aslinya yang bisa mencapai 1 meter.

Sofi menjelaskan, metode yang digunakan untuk membungakan atau menumbuhkan Rafflesia Arnoldi ini sedikit berbeda dengan Rafflesia Padma. Bunga ini hasil inokulasi biji Rafflesia Arnoldi ke dalam tumbuhan inangnya yakni Tetrastigma lanceolarium (Roxb.) Planch.

rafflesia arnoldi mekar
rafflesia arnoldi mekar

©2022 Merdeka.com

Inangnya ini sendiri merupakan tumbuhan yang didapatkan KRB melalui pertukaran biji dengan salah satu Kebun Raya di Amerika Latin.

"Menurut catatan, pohon inangnya sendiri sudah ada di KRB sejak tahun 52 berupa biji. Dan pada tahun 53 sudah ditanam di KRB. Jadi inangnya sendiri sudah berumur 69-70 tahun hari ini," jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan ini menjadi salah satu yang baru dalam dunia ilmu pengetahuan. Karena selama ini Rafflesia secara spesifik hanya dapat tumbuh di Sumatera dan Kalimantan, sebagai tumbuhan endemik.

"Kali ini Rafflesia Arnoldi lah yang berhasil dimekarkan di KRB. Mungkin, karakternya berbeda. Karena jika di habitatnya, bisa mencapi 1 meter. Meski saat ini sudah jarang sekali ada Rafflesia Arnoldi yang berukuran 1 meter, itu ukurannya sudah turun karena berbagai macam bisa kerusakan hutan, atau faktor-faktor alam lain yang tidak menguntungkan bagi Raflesia Arnoldi. Yang mekar di KRB kemungkinan ukurannya sangat kecil. Tidak seperti yang asli di habitatnya," terangnya.

Meski begitu, tetap saja mekarnya bunga Rafflesia Arnoldi di luar habitatnya ini tergolong langka. Usia mekarnya pun diperkirakan hanya selama 3-4 hari.

"Ini merupakan satu peristiwa yang memang jarang terjadi. Mungkin baru pertama kali di dunia yang terekam sejak awal. Usia mekarnya mungkin hanya 3-4 hari. Jadi tidak lama dia tidak memberi waktu saya setelah penantian 16 tahun ini," katanya. [ray]