Melihat kekinian ala generasi muda di Kantor Wali Kota Jakarta Utara

Agaknya selain menjadi kantor pemerintah, Kantor Wali Kota Jakarta Utara kini juga menjadi wadah pengembangan aktivitas masyarakat, khususnya bagi generasi muda di wilayah setempat.

Bagi masyarakat yang pernah memasuki kantor itu pasti terlihat ada satu tempat yang menyita perhatian yaitu terdapat kafe yang memiliki koleksi buku-buku dan dekorasi yang modern ala kekinian di lobi gedung.

Kafe yang memiliki tempat tidak terlalu besar kira-kira dengan luas panjang lebar 7x3 meter ini hanya menampung sekitar 10 orang ini bernama Difabel Bazis DKI (Difabis) Coffee and Book.

Masih di lobi gedung, Kantor Wali Kota Jakarta Utara juga menyediakan Pojok Baca Digital (Pocadi), Pojok Pelayanan Masyarakat, tempat pertunjukan hingga Galeri Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).

Pada 4 Desember 2021 bersamaan dengan pembukaan lomba Musabaqah Tilawatil Quran ke-29 tingkat Provinsi DKI Jakarta, lobi Kantor Wali Kota Jakarta Utara pernah disulap menjadi Galeri Seni.

Saat itu ditampilkan bukan sekadar lukisan, tapi merupakan lukisan ayat-ayat Al-Quran, jadi lebih besar kepada nilai religiusnya.

Saat itu sekitar 50 seni kaligrafi yang ditampilkan merupakan hasil lomba para seniman-seniman bergaya seni kontemporer yang datang dari mana saja untuk berlomba di Jakarta Utara, terjauh datang dari Jepara dan Lampung.

Penampilan karya mereka diharapkan oleh Wali Kota Jakarta Utara dapat menjadi satu peluang bisnis bagi masyarakat.

Baca juga: DKI Jakarta libatkan generasi muda rumuskan kebijakan publik

Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan lukisan hasil lomba kaligrafi tersebut sebagian besar sudah laku dilelang.

Peminatnya juga tak tanggung-tanggung memberi harga, karena lukisan yang Juara Satu, Dua, Tiga, lalu Harapan Satu, Dua, dan Tiga, baik putra-putri, sudah laku dengan nilainya kisaran Rp1,3 juta sampai Rp1,8 juta.

Hasilnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, melalui Badan Amil Zakat Nasional Badan Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (Baznas Bazis) Kota Jakarta Utara.

Pojok Baca Digital (POCADI) di Kantor Wali Kota Jakarta Utara pada Kamis (18/11/2021). ANTARA/Abdu Faisal
Pojok Baca Digital (POCADI) di Kantor Wali Kota Jakarta Utara pada Kamis (18/11/2021). ANTARA/Abdu Faisal


Banyak membaca
Sedikit bergeser dari ruang pertunjukan, Kantor Wali Kota Jakarta Utara juga menyediakan area pojok baca digital (Pocadi) yang digandrungi oleh anak-anak.

Inovasi membuat Pocadi berasal dari Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jakarta Utara sebagai wujud pelayanan publik pada bidang keperpustakaan.

Kegiatan Wisata Literasi ini bertujuan menumbuhkan minat baca sejak usia dini karena apabila generasi muda banyak membaca, mereka bisa melihat cakrawala dunia.

Diharapkan, anak-anak pendidikan anak usia dini (PAUD) dapat termotivasi untuk gemar membaca di POCADI.

Hal itu karena disadari atau tidak, ilmu kehidupan, yang sangat penting untuk dipelajari terutama yang mendasar (Basic Lifeskill) bisa dipelajari hanya dengan banyak membaca.

Baca juga: Budaya literasi harus dimulai dari generasi termuda

Kegemaran membaca juga dapat menstimulasi perkembangan otak sehingga ke depannya anak-anak muda akan memiliki pengetahuan yang luas dan pengembangan diri dalam hal menulis, berbicara, berinteraksi dengan sesama, kreatif serta unggul dalam akademik maupun nonakademik.

Tak perlu segan datang ke sini, karena Bunda PAUD Kota Jakarta Utara Yenny Nursanti Ali membolehkan guru-guru PAUD membawa peserta didiknya datang membawa peserta didiknya untuk belajar sekaligus bermain di POCADI ini.

Syaratnya hanya satu, "disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19," pesan Yenny.

Belajar menanam
Bosan berada di dalam ruangan, pengunjung Kantor Wali Kota Jakarta Utara dapat bergeser ke luar ruangan.

Di sana ada sekitar 50 meter lahan pertanian kota yang diberi nama Walkot Farm Jakarta Utara.

Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim agaknya ingin sekali menggalakkan pertanian perkotaan.

Ali membuktikan tanaman pangan yang ditanam pada area kantornya dapat menghasilkan.

Bukti itu ditunjukkannya dengan memanen sendiri padi yang telah ditanam di taman Walkot Farm Jakarta Utara pada 27 Oktober 2021.

Baca juga: Wali Kota Jakut tunjukkan budi daya melon bisa di atap apartemen

Padi yang ditanam di Walkot Farm adalah varietas IR 64 yang cukup produktif karena penyemaian benih padi hingga masa panen membutuhkan waktu hingga 125 hari.

Kalau area 150 meter persegi saja digunakan, itu bisa menghasilkan 90 kilogram gabah kering giling (GKG).

Ali mengatakan ingin Walkot Farm Jakarta Utara bisa menjadi salah satu laboratorium pertanian perkotaan yang digandrungi anak muda.

Oleh karena itu, Wali Kota Jakarta Utara meminta agar budidaya padi dengan konsep pertanian kota (urban farming) itu dikenalkan juga kepada anak sekolah.

Sudin KPKP bersama tim penggerak PKK membuat integrasi pertanian dan perikanan atau sistem mina padi di lahan kantor wali kota Jakarta Utara, Selasa (20/10/2020). ANTARA/HO/Humas Pemkot Jakarta Utara
Sudin KPKP bersama tim penggerak PKK membuat integrasi pertanian dan perikanan atau sistem mina padi di lahan kantor wali kota Jakarta Utara, Selasa (20/10/2020). ANTARA/HO/Humas Pemkot Jakarta Utara


Pelibatan anak-anak sekolah dalam kegiatan tanam padi dimaksudkan agar generasi penerus bisa memperoleh edukasi pengenalan tanaman padi dan ketahanan pangan keluarga.

Bayangkan, apabila setiap rumah di Jakarta Utara memiliki program ketahanan keluarga dengan menggunakan konsep pertanian kota itu, bisa jadi ke depan setiap keluarga bisa melakukan swakelola pangan.

Lahan yang terbatas agaknya tidak jadi penghalang untuk bertani di perkotaan.

Ruang ketiga
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi DKI Jakarta, Fery Farhati mengapresiasi kehadiran ruang ketiga di Kantor Wali Kota Jakarta Utara.

Baca juga: Memotret anak muda bertani di selatan Jakarta

Ruang ketiga itu dinilai menjadi wadah kolaborasi masyarakat terhadap beragam aksi kebaikan dengan menonjolkan Jakarta sebagai kota yang ramah bagi sesama.

“Ini menjadi ruang ketiga untuk masyarakat mendapatkan banyak hal dan saya sangat mengapresiasi ini,” kata Fery.

Fery menjelaskan ruang ketiga itu tidak melupakan fungsi Kantor Wali Kota Jakarta Utara dengan menghadirkan Pojok Pelayanan Masyarakat yang nyaman dan tentunya terlayani dengan sangat baik.

Sembari mencari jawaban terhadap permasalahan yang dihadapinya, masyarakat dapat mengunjungi Kantor Wali Kota Jakarta Utara dan menemukan Galeri Dekranasda, mencicipi kopi dan kuliner JakPreneur di Coffee and Book Difabis dan membaca buku di POCADI.

Di lokasi yang sama, Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Juaini menyebut peresmian ruang ketiga menandakan resmi beroperasinya beragam macam fasilitas umum yang dapat diakses masyarakat.

“Alhamdulillah pada pagi hari ini kami meresmikan ruang ketiga di Kantor Walikota Administrasi Jakarta Utara," ungkap Juani.

Pengunjung pun dapat alternatif berbeda karena ternyata ada juga pengenalan Batik Marunda dan Batik Koja.

Kedua jenis batik itu, digunakan untuk seluruh aparatur sipil negeri (ASN) di Kantor Walikota Administrasi Jakarta Utara.