Melihat Ketatnya Penerapan Protokol Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta dan Maskapai Penerbangan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Garuda Indonesia kembali gencar mensosialisasikan pentingnya penerapan disiplin protokol kesehatan pencegahan penularan virus Corona atau Covid-19, yang sejalan dengan semangat pemulihan ekonomi nasional. Khususnya di area bandara dan maskapai penerbangan.

Kali ini, Liputan6.com berkesempatan ikut memantau melalui Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang dengan tujuan destinasi Banyuwangi, Jawa Timur, dimulai pada Kamis 10 Desember 2020.

Di Terminal 3 Bandara Soetta sendiri, petugas langsung menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat di muka pintu. Para pengguna bandara diwajibkan mengenakan masker yang sesuai dengan ketentuan.

Masuk bandara, mereka langsung dihadapkan dengan thermal camera yang dapat secara akurat mengecek suhu tubuh. Hand sanitizer juga tampak tersedia di berbagai titik yang mudah dilihat sehingga mempermudah pengunjung menemukan dan mencuci tangan kapan saja. Tidak ketinggalan protokol jaga jarak diterapkan di setiap tempat duduk yang disediakan.

Sejak pukul 04.00 WIB pagi, pengguna bandara sudah cukup ramai. Petugas sibuk mengatur agar prosedur jaga jarak dapat sesuai dengan aturan.

Setelah masuk gate, para pengguna bandara wajib menunjukkan bukti hasil rapid test Covid-19. Ada sekitar 12 loket validasi hasil rapid test yang disediakan untuk melakukan konfirmasi pengecekan sebelum menghadap petugas loket tiket maskapai penerbangan.

Di loket tiket maskapai Garuda Indonesia, para petugas lengkap mengenakan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan. Dari balik pembatas mika, layanan diberikan dengan memperhatikan protokol Covid-19. Termasuk pemeriksaan kembali hasil rapid test.

Setelah semua sesuai dengan prosedur, pengguna bandara kemudian dapat melanjutkan aktivitasnya sembari menunggu boarding.

Jaga Antrean

Para pengguna bandara yang akan memasuki pesawat juga sangat diperhatikan dalam hal menjaga jarak ketika antrean berlangsung. Pramugari dan pramugara yang menyapa dari dalam pesawat pun lengkap mengenakan alat pelindung diri.

Dalam kabin pesawat, kursi penumpang pun dikosongkan di bagian tengah dengan tanda sandaran kepala berwarna oranye, demi terlaksananya penerapan disiplin jaga jarak antar penumpang.

Untuk pesawat Garuda Indonesia sendiri dilengkapi dengan sistem HEPA Filter yang berfungsi untuk menyaring partikel kecil, virus, dan bakteri, bahkan yang terkecil antara 0,1 hingga 0,3 mikron dengan efisiensi hingga 99,995 persen.

Secara teknis, udara di kabin akan selalu mengalir keluar dan ke dalam saat terbang dikarenakan udara terus diperbaharui setiap dua hingga tiga menit dengan sistem tersebut.

Layanan makanan juga diperhatikan. Keseluruhannya diawasi agar jauh dari kontaminasi eksternal, seperti menggunakan bungkusan plastik dan diberikan secara langsung tanpa bantuan kontak antar penumpang. Pihak maskapai juga tidak lagi menawarkan minuman kepada penumpang dengan gelas, namun menggunakan botol sekali pakai, sebagai bagian dari bentuk #TerbangAman bersama Garuda Indonesia #BecauseYouMatter.

Saat tiba di Bandara Internasional Banyuwangi, petugas meminta penumpang agar turun dengan sabar berdasarkan nomor bangku pesawat paling depan secara bergantian. Penumpang juga diwajibkan mengisi dokumen elektronik Indonesian Health Alert Card sebelum meninggalkan bandara sebagai bentuk rekaman perjalanan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: