Melihat Kinerja Keuangan Ancol hingga Kuartal III 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mencatatkan pendapatan usaha Rp 244,22 miliar hingga kuartal III 2021. Realisasi pendapatan ini turun 20,08 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 305,57 miliar.

Merujuk laporan keuangan Perseroan,dikutip Minggu (31/10/2021), pendapatan tersebut berasal dari pendapatan tiket Rp 121,02 miliar. Pendapatan hotel dan restoran Rp 24,86 miliar, dan pendapatan usaha lainnya Rp 99,97 miliar. Kemudian dikurangi potongan penjualan rp 1,63 miliar.

Namun demikian, Perseroan berhasil menekan beban pokok pendapatan dan beban langsung menjadi Rp 200,36 miliar dari sebelumnya Rp 303,94 miliar. Sehingga Perseroan mencatatkan laba bruto Rp 43,86 miliar hingga kuartal III 2021. Naik 2.595 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,63 miliar.

Pada periode yang sama, Perseroan mencatatkan jumlah beban usaha sebesar Rp 131,03 miliar. Turun 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 170,37 miliar. Rinciannya, pendapatan bunga Rp 14,07 miliar, pendapatan lainnya Rp 17,36 miliar, serta keuntungan penjualan aset tetap senilai Rp 89,05 juta.

Namun pada saat bersamaan, Perseroan mencatatkan beban umum dan administrasi Rp 144,71 miliar. Kemudian beban penjualan Rp 6,2 miliar, dan beban lain-lain Rp 11,64 miliar.

Beban usaha yang lebih besar dari laba kotor ini membuat Perseroan mencatatkan rugi usaha sebesar Rp 87,17 miliar. Namun angka ini jauh lebih kecil, atau turun sekitar 48 persen dari rugi usaha Perseran hingga kuartal III 2020 sebesar Rp 168,74 miliar.

Setelah dikurangi beban pajak penghasilan, Perseroan mencatatkan rugi yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 192,81 miliar. Membaik, atau turun 23,35 persen dari kuartal III 2020 sebesar Rp 252,59 miliar.

Dari sisi aset Perseroan hingga September 2021 tercatat sebesar Rp 3,97 triliun. Turun dibandingkan posisi akhir Desember Rp 4,04 triliun. Angka tersebut terdiri dari aset lancar Rp 430,45 miliar dan aset tidak lancar Rp 3,54 triliun.

Liabilitas Perseroan hingga September 2021 tercatat sebesar Rp 2,4 triliun, naik dari posisi akhir Desember 2020 Rp 2,28 triliun. Terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp 1,47 triliun dan sisanya Rp 923,97 miliar merupakan liabilitas jangka panjang.

Pada periode yang sama, ekuitas Ancol tercatat sebesar Rp 1,57 triliun, turun dibandingkan posisi akhir Desember 2020 sebesar Rp 1,76 triliun.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Gerak Saham PJAA

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Pada hari ini, IHSG melemah pada penutupan sesi pertama menyusul perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). (Liputan6.com/Johan Tallo)
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Pada hari ini, IHSG melemah pada penutupan sesi pertama menyusul perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pada penutupan perdagangan Jumat, 29 Oktober 2021, saham PJAA naik 4,27 persen ke posisi Rp 610 per saham. Saham PJAA dibuka stagnan Rp 585 per saham.

Saham PJAA berada di level tertinggi Rp 610 dan terendah Rp 580 per saham. Total frekuensi perdagangan 132 kali dengan volume perdagangan 4.762. Nilai transaksi Rp 283,9 juta.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel