Melihat Kinerja Ramayana Sepanjang Semester I 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) membukukan kinerja positif di tengah pandemi COVID-19. Hal ini ditunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba pada semester I 2021.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (11/9/2021), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk membukukan pendapatan Rp 1,71 triliun pada semester I 2021. Realisasi pendapatan itu tumbuh 16,49 persen dari periode sama tahun lalu sebelumnya Rp 1,47 triliun.

Adapun rincian pendapatan itu antara lain penjualan barang beli putus sebesar Rp 1,37 triliun dan komisi penjualan konsinyasi sebesar Rp 346,71 miliar pada semester I 2021.

Beban pokok penjualan barang beli putus naik dari Rp 860,07 miliar pada semester I 2020 menjadi Rp 953,17 miliar pada semester I 2021. Dengan demikian laba bruto tercatat Rp 763,74 miliar pada semester I 2021. Laba bruto itu tumbuh 24,4 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 613,73 miliar.

Beban penjualan naik dari Rp 5,05 miliar pada semester I 2020 menjadi Rp 10,57 miliar pada semester I 2021. Beban umum dan administrasi turun dari Rp 665,24 miliar menjadi Rp 647,11 miliar pada semester I 2021. Pendapatan lainnya naik dari Rp 5,66 miliar pada semester I 2020 menjadi Rp 16,06 miliar pada semester I 2021.

Perseroan mencatat laba usaha Rp 122,65 miliar pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 50,90 miliar. Perseroan mencatat laba tahun berjalan melambung 2.470 persen pada semester I 2021.

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp 137,82 miliar pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 5,36 miliar. Laba per saham dasar naik dari Rp 0,80 menjadi Rp 20,67 pada semester I 2021.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Total Liabilitas

Warga melintasi jembatan penyeberangan dekat gerai Ramayana yang tutup di City Plaza Depok, Rabu (8/4/2020). Ramayana Departement Store menutup operasionalnya di City Plaza Depok, dimana 87 karyawan terkena PHK lantaran pandemi Covid-19 menyebabkan omzet penjualan menurun (merdeka.com/Iqbal Nugroho)
Warga melintasi jembatan penyeberangan dekat gerai Ramayana yang tutup di City Plaza Depok, Rabu (8/4/2020). Ramayana Departement Store menutup operasionalnya di City Plaza Depok, dimana 87 karyawan terkena PHK lantaran pandemi Covid-19 menyebabkan omzet penjualan menurun (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Perseroan mencatat total liabilitas turun dari Rp 1,56 triliun pada 31 Desember 2020 menjadi Rp 1,39 triliun pada 30 Juni 2021. Total ekuitas tercatat Rp 3,62 triliun pada 30 Juni 2021 dari periode Desember 2020 sebesar Rp 3,71 triliun.

Dengan demikian, total aset tercatat Rp 5,02 triliun pada 30 Juni 2021 dari periode Desember 2020 sebesar Rp 5,2 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas sebesar Rp 891,22 miliar pada 30 Juni 2021 dari Desember 2020 sebesar Rp 1,5 triliun.

Dalam paparan publik yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan menyebutkan sejumlah hambatan pada semester I 2021.

Hal itu antara lain melemahnya ekonomi akibat pandemi COVID-19, penurunan pendapatan dan daya beli masyarakat, penutupan sementara dan pembatasan operasional gerai, dan penurunan pendapatan sewa.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 10 September 2021, saham RALS turun 2,31 persen menjadi Rp 635 per saham. Saham RALS dibuka turun 10 poin ke posisi Rp 640 per saham.

Saham RALS berada di level tertinggi Rp 655 dan terendah Rp 635 per saham. Total frekuensi perdagangan 686 kali dengan volume perdagangan 49.907. Nilai transaksi Rp 3,2 miliar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel