Melihat Lebih Dekat Pembangunan Jakarta International Stadium

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Jakarta International Stadium (JIS) digadang-gadang akan menjadi salah satu ikon baru DKI Jakarta. Pembangunan stadion di Jakarta Utara yang memiliki fasilitas kelas dunia ini akan segera rampung.

Liputan6.com berkesempatan meninjau secara langsung perkembangan pembangunan Jakarta International Stadium. Namun belum banyak bagian stadion yang dapat didatangi. Sebab proses pembangunan masih dilakukan.

Seperti halnya perapian area interior yakni mulai lantai 1-9. Tanda pembatas area pembangunan masih terpampang di lokasi. Para pekerja dengan alat pelindung diri (APD) terlihat masih hilir mudik menyelesaikan pekerjaannya.

Tampilan bagian dalam Jakarta International Stadium (JIS), Selasa (21/12/2021). Pembangunan stadion yang dirancang sesuai standar Federation Internationale de Football Association (FIFA) ini rencananya mampu menampung hingga 82.000 penonton. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Tampilan bagian dalam Jakarta International Stadium (JIS), Selasa (21/12/2021). Pembangunan stadion yang dirancang sesuai standar Federation Internationale de Football Association (FIFA) ini rencananya mampu menampung hingga 82.000 penonton. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Awak media yang datang meninjau langsung diarahkan ke ruang press room yang sudah dapat digunakan. Ruangan tersebut berdekatan dengan area parkir VIP. Namun beberapa pekerja di lokasi ini masih hilir mudik. Sejumlah toilet juga belum bisa digunakan.

Setelah dari press room, awak media diajak melihat lebih dekat bagian tribun penonton. Dari tribun stadion, pandangan mata langsung tertuju pada hamparan rumput hijau di lapangan yang menarik pehatian.

JIS dikabarkan menggunakan rumput hybrid atau perpaduan antara rumput sintetis dengan rumput alami. Komposisinya yakni 5 persen rumput sintetis berjenis Limonta dan 95 persen rumput alami jenis Zoysia Matrella yang didatangkan langsung dari Boyolali, Jawa Tengah.

Aktivitas pengerjaan pembangunan Jakarta International Stadium (JIS), Selasa (21/12/2021). Hingga minggu ke-120, progres pembangunan Jakarta International Stadium telah mencapai 90,88 persen dan ditarget bakal resmi digunakan pada triwulan pertama 2022. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Aktivitas pengerjaan pembangunan Jakarta International Stadium (JIS), Selasa (21/12/2021). Hingga minggu ke-120, progres pembangunan Jakarta International Stadium telah mencapai 90,88 persen dan ditarget bakal resmi digunakan pada triwulan pertama 2022. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Lampu, papan score, layar LED telah terpasang dan sudah berfungsi. Sebagian bangku tribun berwarna oranye juga sudah terpasang. Namun beberapa area tribun penonton belum bisa dilintasi karena masih ada pekerjaan. Pengunjung juga belum boleh duduk di bangku tribun.

Soft Launching JIS Siap Digelar Februari 2022

PLN memasok listrik sebesar 5.540.000 volt ampere (VA) atau setara 5,54 megavolt ampere (MVA) untuk Jakarta International Stadium (JIS). (Dok PLN)
PLN memasok listrik sebesar 5.540.000 volt ampere (VA) atau setara 5,54 megavolt ampere (MVA) untuk Jakarta International Stadium (JIS). (Dok PLN)

Manajer Proyek JIS Arry Wibowo menyatakan, progres pembangunan JIS sudah mencapai 93,85 persen atau hanya tinggal finishing dan dapat dikejar hingga Februari 2022. Untuk bangku tribun telah terpasang sebanyak 30 ribu unit.

Sementara ruang pendukung pertandingan, seperti ruang ganti pemain, fasilitas VIP, VVIP sudah selesai 100 persen.

"Jadi di bulan Februari akan ada soft launching untuk international youth championship nanti sekitar tanggal 5-12 akan ada soft launching JIS," kata Arry di lokasi, Jumat (14/1/2022).

Arry mengungkapkan, bagian atap stadion saat ini dalam tahap penyelesaian, termasuk atap transparan. Atap JIS nantinya memiliki kemampuan khusus buka dan tutup.

"Harapannya, nanti pekerjaan ini semua selesai, terinstal dengan baik, semua sistem bisa dilakukan pengujian dan bisa difungsikan di pertengahan Maret, targetnya sudah bisa bekerja untuk mesin sudah naik. Jadi, atap stadion kita sudah bisa buka tutup," jelas dia.

Untuk menunju kawasan JIS, para pengunjung dipermudahkan dengan adanya Transjakarta rute Harmoni-JIS. Haltenya berada di bagian barat kawasan stadion. Sehingga setiap pengunjung hanya perlu jalan kaki sekitar 200 meter ke arah pintu masuk stadion.

Dari area halte, pengunjung dapat melihat secara jelas bagian paling besar dari stadion tersebut. Atau dapat melihat kulit bangunan atau selubung stadion.

Filosofi Desain JIS

Suasana proyek pembangunan Jakarta Internasional Stadium (JIS), Papanggo, Jakarta Utara, Selasa (11/1/2022). Progres pembangunan stadion terbesar di Asia yang dirancang sesuai standar FIFA tersebut saat ini mencapai 93,85 persen dan ditargetkan rampung Maret mendatang. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Suasana proyek pembangunan Jakarta Internasional Stadium (JIS), Papanggo, Jakarta Utara, Selasa (11/1/2022). Progres pembangunan stadion terbesar di Asia yang dirancang sesuai standar FIFA tersebut saat ini mencapai 93,85 persen dan ditargetkan rampung Maret mendatang. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sebelumnya, Manajer Proyek PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Arry Wibowo mengatakan, desain bangunan utama Jakarta International Stadium (JIS) diambil dari filosofi ikat kepala khas Betawi, sedangkan desain bagian depannya memiliki lubang-lubang kecil dari filosofi ornamen Betawi yakni gigi balang.

"Ikat kepala khas Betawi itu bentuknya kain melingkar dan unik. Kami transformasikan dalam desain bangunan utama stadion, berupa kubah, seperti mangkok yang tidak terputus dan bentuk dasar lingkaran," kata Arry Wibowo dalam siaran langsung pada akun Instagramnya, Jakarta, Minggu malam 12 September 2021.

Menurut Arry Wibowo, sedangkan bagian depan bangunan yang ada lubang-lubang kecil diinspirasi dari ornamen Betawi gigi balang.

"Kalau sering melihat ornamen Betawi gigi balang. Itu kami ambil untuk bagian dari perforasi fasad," kata Arry.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel