Melihat Pemanfaatan Lahan Tidur di Bantaran Kali Sunter

Bayu Nugraha
·Bacaan 2 menit

VIVA – Relawan Indonesia Bersatu (RIB) Lawan COVID-19 terus mendukung inovasi yang dilakukan masyarakat secara swadaya untuk pemberdayaan ekonomi di tengah situasi pandemi corona. Mereka memanfaatkan lahan untuk pengolahan sampah hingga pengembangan urban farming.

Ketua Relawan Indonesia Bersatu Lawan COVID-19, Sandiaga Uno mengatakan gagasan urban farming dengan konsep ekosistem terpadu budi daya ikan terintegrasi sistem produksi sayuran ini merupakan inovasi yang dapat memberikan dampak besar bagi keberlangsungan hidup.

"Metode budikdamber sangat cocok diterapkan untuk meningkatkan kemandirian pangan yang dilakukan warga," kata Sandiaga kepada wartawan, Selasa, 17 November 2020.

Menurut dia, kegiatan ini selain bermanfaat untuk perekonomian juga dapat menguatkan rasa kebersamaan dan menciptakan budaya gotong royong dalam lingkungan tempat tinggal melalui kelompok tani dan usaha UMKM.

Ia berharap usaha kemandirian pangan hasil swadaya warga ini bisa berperan dalam membangun perekonomian nasional, termasuk pengembangan usaha berbasis potensi daerah dan berorientasi pasar.

"Semoga ekonomi bisa bangkit dan bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya, sehingga kita bisa bangkit,” jelas dia.

Salah satu kelompok masyarakat yang memanfaatkan lahan tidur yakni Kelompok Tani Hutan Rumah Kaum Jayakarta di Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Mereka sudah tiga tahun ini berjibaku dengan bank sampah, tapi sekarang mulai merambah kegiatan pertanian dan perikanan untuk menarik minat warga peduli lingkungan.

Warga Jatinegara Kaum, Didi Suprijadi mengatakan, masyarakat memanfaatkan lahan tidur di bantaran Kali Sunter dengan melakukan budidaya aneka sayuran, perikanan maupun tanaman obat keluarga. “Kami kelola secara swadaya, hasilnya kami berikan gratis untuk warga yang membutuhkan,” kata Didi.

Ia berharap kegiatan budidaya ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat yang daya belinya menurun akibat dampak COVID-19. Namun, ia menyadari ada keterbatasan modal dan minimnya sarana yang dimiliki masih jauh dari cukup untuk penuhi kebutuhan pangan kelompok maupun warga.

"Kami coba semampunya walaupun gerak perlahan untuk pengelolaannya," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Relawan Indonesia Bersatu Lawan COVID-19 inisiatif mendukung pemberdayaan masyarakat dengan memberikan 100 unit budikdamber, 10.000 ekor bibit lele, 9 indukan lele jenis Sangkuriang, 400 kg pakan, 5 kg bibit kangkung, dan 5 kg bibit bayam.

Selain itu, Relawan Indonesia Bersatu memberikan bantuan pelatihan pengelolaan budidaya pangan dari pakar pertanian serta bantuan mesin pencacah sampah untuk mendukung keberlangsungan bank sampah yang dikelola Kelompok Tani Hutan Rumah Kaum Jayakarta.

Baca juga: Ultimatum Pangdam Jaya: Ganggu Persatuan di Jakarta, Saya Hajar!