Melihat Perkembangan PKPU Sritex di Tiga Negara

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex menyampaikan beberapa perkembangan material mengenai proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Indonesia, Singapura, dan Amerika Serikat.

PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) menyampaikan itu dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis (24/6/2021). Untuk Indonesia, Majelis Hakim Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri Semarang telah memutuskan untuk mengabulkan permintaan Perusahaan untuk memperpanjang proses PKPU hingga 90 hari kedepan.

Perpanjangan ini dimohonkan kepada Pengadilan mengingat kompleksitas proses restrukturisasi utang Perusahaan. Dilansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan berharap perpanjangan ini menjadi proses menuju perdamaian antara PT Sri Rejeki Isman Tbk dengan para stakeholder terkait.

Untuk proses restrukturisasi di Singapura, perpanjangan proses PKPU di Indonesia juga sejalan dengan moratorium yang diberikan oleh Pengadilan Tinggi Singapura (The Singapore Court) untuk anak perusahaan.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pengadilan Singapura telah memberikan perlindungan dari segala tindakan penegakan hukum. Hal ini bertujuan agar proses restrukturisasi dapat berjalan secara menyeluruh.

Khusus proses chapter 15 di Amerika Serikat perusahaan dan anak perusahaan telah mengajukan petisi ke Pengadilan Kepailitan Amerika Serikat di Distrik Selatan New York berdasarkan Bab 15 Undang-Undang Kepailitan Amerika Serikat.

Permohonan ini diajukan untuk memperoleh pengakuan di Amerika Serikat atas proses restrukturisasi di Indonesia dan Singapura. Pada 10 Juni 2021, Pengadilan Kepailitan Amerika Serikat memberikan moratorium sementara berdasarkan Chapter 15 dari UU Kepailitan Amerika Serikat, untuk melindungi perusahaan dan anak usahanya.

Moratorium sementara diharapkan dapat menyelaraskan perlindungan bagi Sritex sekaligus menciptakan suasana yang kondusif di sehingga upaya restrukturisasi yang terbaik untuk seluruh pemangku kepentingan bisa terwujud.

Jaga Operasional

Perseroan juga menegaskan bila pihaknya tetap berkomitmen untuk menjaga operasional sebaik-baiknya meski dengan ada pembekuan fasilitas perbankan yang cukup signifikan sejak awal tahun ini.

Sebagian besar dari dana kas telah digunakan untuk mengamankan pembelian bahan baku, agar Perusahaan dapat tetap memenuhi permintaan konsumen. Selain itu, isu logistik global masih menjadi tantangan besar terhadap ekosistem manufaktur dalam negeri.

Dampak ini dapat dilihat dari biaya logistik yang meroket, hingga tenggang waktu yang memanjang sehingga pasokan bahan baku dan hambatan ekspor juga mengalami dampak. Meski penuh tantangan, besar harapan Perseroan agar perjalanan kami menuju perdamaian dapat diselesaikan sesingkat dan sebaik-baiknya agar dapat berkontribusi kepada perekonomian daerah dan nasional.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel