Melihat Prospek Emiten Properti pada Semester II 2021?

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sejmlah saham emiten properti mencatat kinerja positif sepanjang paruh pertama tahun ini. Di sisi lain, ada juga emiten properti yang masih mencatat rugi.

Sektor ini cukup terdampak pandemi COVID-19 yang berlangsung sejak awal tahun lalu. Di dalam negeri, untuk memulihkan sektor ini, Pemerintah telah memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) properti yang diperpanjang sampai Desember 2021.

Upaya ini rupanya cukup berhasil mendopleng kinerja emiten properti. Ditambah perekonomian yang mulai pulih pada awal tahun ini.

"Kita cukup beruntung bahwa semester I kemarin masih diberikan nafas. Covid-19 mulai reda, ekonomi mulai berjalan. Sehingga kita masih bisa menngejar selama enam bulan pertama. Ditambah stimulus dari pemerintah," kata Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus kepada Liputan6.com, Minggu (5/9/2021).

Namun demikian, Nico melihat kinerja sektor properti masih dibayangi dinamika COVID-19 yang terus bermutasi, meski secara garis besar masih cukup baik. Menurut Nico, merebaknya varian baru dari covid-19 serta ketidakpastian kapan pandemi berakhir, akan mempengaruhi konsumsi masyarakat termasuk untuk membeli properti.

"Ketika kita dalam tahap pemulihan, tiba-tiba muncul varian baru. Ini menjadi penekan kita. Ornag yang tadinya siap berbelanja, pasti mereka akan berpikir dua kali untuk melakukan konsumsi,” kata Nico.

Nico mengatakan, konsumsi masyarakat menengah ke bawah lebih rentan dalam situasi ini. Kelompok ini dinilai akan cenderung mengalokasikan dana yang dimiliki untuk simpanan, ketimbang harus membelanjakannya.

Bahkan setelah ada stimulus dari Pemerintah khususnya di sektor properti, masyarakat masih ragu apakah bisa menyelesaikan cicilan rumah jika pandemi tak kunjung usai, sementara stimulus mungkin tidak diberikan lagi.

"Stimulus akan memberikan sentimen yang positif. Tapi, apabila tidak didukung perekonomian yng kondusif, cepat atau lambat ini akna menjadi angin lalu,” kata Nico.

"Orang menunda konsumsinya. Mereka juga takut untuk melakukan pembelian. Mereka lebih fokus ke dana cadangan untuk berjaga-jaga. Kalaupun ada stimulus, aapakah stimulusnya selamanya samapi rumahnya jatuh tempo,” ia menambahkan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saham Pilihan

Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020).  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Merujuk pada kinerjanya, Nico menyebutkan tiga emiten yang bisa dicermati. Antara lain, Citra Development Tbk (CTRA), Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

“Rekomendasinya, CTRA masih oke. SMRA sama BSDE,” sebut Nico.

Kinerja Emiten Properti

Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) membukukan kinerja positif selama semester I 2021. Perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada enam bulan pertama 2021. CTRA membukukan pendapatan Rp 4,02 triliun selama semester I 2021.

Realisasi pendapatan itu tumbuh 43,35 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,80 triliun. Dari raihan ini, Perseroan berhasil mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 185,22 persen. Dari Rp 169,50 miliar pada semester I 2020 menjadi Rp 483,47 miliar pada semester I 2021.

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) juga membukukan kinerja positif sepanjang semester I 2021. Perseroan mencatat pendapatan bersih Rp 2,45 triliun pada enam bulan pertama 2021.

Realisasi pendapatan itu tumbuh 12,68 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,18 triliun. Dari raihan itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 108,54 miliar. Realisasi laba itu tumbuh 963,62 persen dari periode semester I 2020 sebesar Rp 10,20 miliar.

Sementara pendapatan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) tercatat naik 39 persen menjadi Rp 3,25 triliun pada semester I 2021, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,34 triliun. Emiten properti ini juga berhasil membalikkan kerugian pada semester I-2020 menjadi laba sebesar Rp 680 miliar pada semester I-2021.

Sementara itu, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatat kinerja keuangan yang beragam selama semester I 2021. Perseroan kantongi penurunan penjualan dan alami lonjakan kerugian.

PT Agung Podomoro Land Tbk mencatat penjualan susut 9,73 persen menjadi Rp 1,55 triliun pada semester I 2021. Pada periode sama tahun lalu, perseroan membukukan penjualan Rp 1,72 triliun.

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) mencatat pertumbuhan pendapatan selama semester I 2021. Pendapatan perseroan naik 20,69 persen menjadi Rp 1,10 triliun hingga Juni 2021.

Pada periode sama tahun lalu, perseroan mencatat pendapatan Rp 919,50 miliar. Perseroan masih alami rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk. Akan tetapi, rugi perseroan turun 52,21 persen menjadi Rp 244,91 miliar pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 512,45 miiar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel