Melihat Sepak Terjang Rachmawati Soekarnoputri dalam Dunia Pendidikan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menghembuskan napas terakhir pada Sabtu, 3 Juli 2021 pukul 06.45 WIB, Rachmawati Soekarnoputri dikenal sebagai politikus yang peduli akan dunia pendidikan.

Sebelum masuk ke dunia politik, Adik Megawati Soekarnoputri ini menjadi pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno pada 27 September 1981, hal ini tertulis di laman resmi Universitas Bung Karno.

Yayasan Pendidikan Soekarno awalnya terletak di Jl. Cilandak V/10, Jakarta Selatan, yang merupakan rumah peninggalan Fatmawati Soekarno. Pada 1983, Rachmawati Soekarnoputri melalui Yayasan Pendidikan Soekarno mendirikan sebuah perguruan tinggi dengan nama Institut Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Bung Karno.

Sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, nama tersebut akhirnya diganti menjadi Universitas Bung Karno (UBK).

Selain UBK, melalui Yayasan Pendidikan Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri juga mendirikan sekolah-sekolah seperti SMA Nasional di Klaten, Semarang, dan Boyolali. Ia juga mendirikan TK Rachmawati di Boyolali dan TK Sarinah di Cibubur dan Klaten.

Di dunia politik, Rachmawati dikenal sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra pada April 2015 lalu. Jabatan tersebut masih diemban hingga saat ini.

Rachmawati Soekarnoputri juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Tak hanya di dunia politik, Rachmawati Soekarnoputri juga mendapatkan posisi khusus di Persipura Jayapura. Klub kebanggaan Papua ini mengukuhkan Rachmawati sebagai Ketua Dewan Pembina Persipura pada 14 Juni 2021.

Penyebab Meninggal Dunia

Ketua Yayasan Pendidikan Bung Karno Rachmawati Soekarnoputri memberikan pidato kebangsaan saat mengikuti Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-73 di UBK, Jakarta, Jumat (17/8).(merdeka.com/imam buhori)
Ketua Yayasan Pendidikan Bung Karno Rachmawati Soekarnoputri memberikan pidato kebangsaan saat mengikuti Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-73 di UBK, Jakarta, Jumat (17/8).(merdeka.com/imam buhori)

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Andre Rosiade, menuturkan bahwa meninggalnya Rachmawati Soekarnoputri disebabkan COVID-19.

Andre mengatakan, informasi yang beredar di pihak internal Gerindra menyebut bahwa Rachmawati telah dirawat di RSPD Gatot Soebroto pada 26 Juni 2021 karena dinyatakan positif COVID-19.

"Infonya sih begitu (meninggal karena COVID-19)," kata Andre seperti dikutip dari Kanal News Liputan6.com.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel