Melihat Sisi Lain Aceh dari Ziarah Tanah Serambi

Merdeka.com - Merdeka.com - Keindahan dan eksotisme alam dan budaya Aceh sering diangkat ke layar lebar. Bukan hanya oleh sineas nasional. Bahkan insan film mancanegara juga melakukannya. Terbaru, keindahan dan pesona Aceh tersaji di film Ziarah Tanah Serambi 'Perjalanan Musafir di Tanah Sendiri'.

Eksekutif Produser Film Ziarah Tanah Serambi, Khairul Mubaraq, mengatakan film ini merupakan hasil kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, untuk mempromosikan pariwisata Tanah Rencong.

"Kami ingin menggunakan jalur promosi dengan mengangkat potensi wisata di Aceh melalui film ini," katanya, Senin (21/11).

Film tersebut di sutradarai oleh Anggi Kurniawan. Proses syuting Film Ziarah Tanah Serambi dilakukan di empat daerah di Aceh, yaitu Banda Aceh, Sabang, Aceh Besar dan Takengon. Keempat daerah tersebut merupakan lokasi wisata di Aceh yang kerap dikunjungi wisatawan.

Anggi mengatakan, potensi alam Aceh bukan hanya laut, gunung dan pantainya saja yang indah. Namun, ada terdapat nilai-nilai yang terus dijaga oleh masyarakat setempat. Sehingga hal tersebut yang memicunya tertarik untuk menggarap film itu.

"Nilai-nilai ini belum pernah saya temukan di daerah lain sebelumnya," ujarnya.

Aktor nasional berdarah Aceh, Zikri Daulay, juga turut terlibat dalam film ini. Ia berperan sebagai karakter Hamid. Selain itu, ada juga pesohor lokal seperti Ezira Fellicia sebagai Ruby, Tengku Dhehar sebagai Mala, Tasya Risma sebagai Jasmine, Cut Bul dan Edwar Yustia berperan sebagai Usman.

Film ini mengisahkan seorang pemuda bernama Hamid yang sudah tinggal belasan tahun di Jakarta pulang ke tanah kelahirannya di Aceh. Ia bermaksud pulang untuk menziarahi makam ibunya yang awalnya diduga karena bencana tsunami.

Namun, setiba di Aceh ia justru menemukan petunjuk bahwa ternyata ibunya masih hidup. Untuk menemukan petunjuk keberadaannya, ia harus mengalami perjalanan melelahkan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Dalam perjalanannya, Hamid bertemu dengan sosok perempuan di masing-masing daerah, dan sosok lelaki yang membantunya untuk berpetualang agar bisa menemukan petunjuk keberadaan ibunya. [cob]