Melihat Suasana Pra Rekonstruksi Kasus Penembakan Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Dua petinggi Polri memantau pra rekontruksi baku tembak anak buah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo yang menewaskan Brigadir J. Mereka adalah Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi.

Pra rekontruksi dimulai pukul 21.00 WIB dan berakhir pada pukul 21.40 WIB. Pra rekonstruksi digelar tertutup. Sejumlah pemeran pra rekontruksi keluar dari dalam Gedung Balai Pertemuan Polda Metro Jaya.

Pantauan di lokasi, pra rekonstruksi digelar di gedung BPMJ dilakukan tertutup. Awak media hanya memantau pra rekonstruksi berjarak 40 meter dari gedung BPMJ. Sementara pintu masuk gedung BPMJ dijaga sejumlah anggota polisi berpakaian bebas.

Dari kejauhan, terlihat seseorang memeragakan Bharada RE. Satu lagi sebagai Brigadir J. Pemeran Bharada E mengenakan kemeja garis-garis berwarna hitam.

Saat itu langsung masuk ke dalam mini bus hitam sambil menundukkan kepala. Salah satu tangan menutup bagian wajah.

Pra rekonstruksi menggambarkan peristiwa penembakan tersebut. Dua orang berdiri di tangga lantai dua sambil nampak mengacungkan pistol laras pendek. Salah seorang pemeran perlahan-lahan menuruni anak tangga sambil menodongkan pistol ke arah lantai dasar.

Sedangkan, satu anggota lainnya terlihat menodongkan pistol berada di lantai bawah gedung BPMJ.

Brigjen Andi Rian Djajadi dan Kombes Pol Hengki Haryadi juga keluar dari dalam Gedung BPMJ.

Mereka menolak memberikan keterangan ketika dihujani pertanyaan mengenai pra rekonstroksi tersebut.

Kronologi Penembakan Brigadir J

Brigadir J, sebelumnya disebutkan polisi terlibat baku tembak dengan Bharada E di dekat tangga rumah dinas Kadiv Propram Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7). Baku tembak itu menewaskan Brigadir J.

Polisi menyebut baku tembak diawali dari pelecehan sekual dilakukan Brigadir J terhadap istri dari Irjen Pol Ferdy Sambo. Tak cuma itu, Brigadir J juga disebut menodongkan menggunakan pistol ke kepala istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Aksi Brigadir J diketahui oleh Bharada RE yang juga berada di dalam rumah. Bharada RE bertanya baik-baik apa yang sebenarnya terjadi kepada Brigadir J, namun tak dijawab Brigadir J malah melepaskan tembakan. Baku tembak tak terhindarkan. Peluru dimuntahkan dari senjata api Bharada E menewaskan Brigadir J.

Namun pihak keluarga meragukan kematian Brigadir J akibat baku tembak dengan Bharada E. Kejanggalan itu setelah pihak keluarga menemukan sejumlah luka tak sayatan hingga jari Brigadir J putus. Akan tetapi temuan keluarga tersebut disanggah aparat. Polisi menegaskan Brigadir J tewas akibat baku tembak.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kemudian membentuk tim khusus mengusut perkara baku tembak berujung Brigadir J meregang nyawa. Pembentukan tim khusus ini untuk menyanggah keraguan pihak keluarga penyebab kematian Brigadir J.

Tak hanya membentuk tim khusus, Kapolri juga mencopot Irjen Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam, Brigjen Hendra Kurniawan sebagai Karopaminal Divpropam Polri serta Kombes Budhi Herdy Susianto sebagai Kapolres Jakarta Selatan. Pencopotan petinggi Polri itu agar penyelidikan kasus tersebut berjalan transparan.

Di sisi lain, temuan kejanggalan kematian Brigadir J kemudian dilaporkan tim hukum keluarga ke Bareskrim Polri. Tim kuasa hukum keluarga melaporkan dugaan pembunuhan berencana, pencurian dan penyadapan handphone Brigadir J.

Kasus baku tembak Brigadir J ditangani Polda Metro Jaya saat ini sudah naik penyidikan. Hal serupa dengan kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J yang sudah naik penyidikan. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel