Melihat Tradisi Bukber di Aceh Besar, Sembelih 2 Sapi dan Undang Warga Desa Tetangga

·Bacaan 3 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Hampir seribu laki-laki meriung di halaman dan bagian dalam meunasah atau musala yang ada di Gampong Meunasah Tutong, beberapa menit menjelang Magrib. Warga satu desa ini menjalani tradisi berbuka puasa bersama dengan penuh suka cita.

Orang dewasa dan anak-anak tampak heboh mencari lapak masing-masing. Mereka mengerubungi idang, kumpulan beragam macam makanan yang disusun dalam talam dan dibungkus kain atau tudung bersulam merah.

Idang adalah budaya yang telah mengakar di kehidupan masyarakat Aceh. Idang disajikan pada acara berbuka puasa bersama (bukber) di Gampong Meunasah Tutong, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (23/4) sore.

Digelar di Meunasah

Kegiatan itu digelar di meunasah. Tempat ibadah ini juga lekat jadi arena kegiatan sosial masyarakat Aceh, termasuk kegiatan berbuka puasa bersama yang telah menjadi agenda rutin di bulan Ramadan.

Satu bangunan serbaguna berkelir putih tampak telah dipenuhi warga. Begitu juga halaman meunasah. Penuh sesak oleh warga yang duduk bersila sambil menunggu sirine tanda waktu berbuka puasa tiba.

"Buka puasa bersama ini sudah menjadi tradisi di gampong kami. Turun-temurun dari nenek moyang dulu," kata Keuchik (Kepala Desa) Gampong Meunasah Tutong Fauzi.

Undang Desa Tetangga

Dia menyebut, tradisi buka puasa bersama satu gampong di Aceh Besar memang selalu ramai. Mereka turut mengundang warga dari gampong-gampong tetangga. Yang diundang biasanya masih berada dalam satu kemukiman.

Tahun ini Gampong Meunasah Tutong mengundang 7 gampong di Kemukiman Lamgarot. Ada juga tamu undangan lainnya seperti santri di dayah-dayah yang berdiri di sekitar kemukiman itu. Tua muda berbaur sembari berbagi cerita menunggu waktu buka puasa.

Untuk menjamu tetamu yang hadir, warga Meunasah Tutong dimotori para pemuda, menghidangkan satu menu spesial yang akrab di lidah warga Aceh Besar pada umumnya. Menu itu bernama kuah beulangong.

Warga Patungan

Dua ekor sapi disembelih warga lalu dimasak dalam belanga besar. Makanan khas yang kaya bumbu dan rempah-rempah tersebut dimasak laki-laki gampong di area Meunasah. Menu utama yang ditunggu-tunggu warga itu dikerjakan secara bergotong-royong sejak siang hari.

Sementara kaum ibu-ibu bekerja di rumah. Mereka menyiapkan beragam makanan yang disusun dalam idang dan kemudian dibawa suami-suami mereka ke Meunasah.

Fauzi menyebut, untuk menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama, warganya sepakat saling meuripe atau patungan. Tiap rumah hanya dipatok Rp50 ribu. Nantinya, satu panci kuah beulangong boleh diambil si pemilik rumah ke meunasah untuk dibawa pulang.

Pemerintahan gampong tak hanya berpangku tangan dalam kegiatan ini. Sumbangan dari kas gampong ikut dikeluarkan untuk menambal keperluan dana, apabila kurang.

Anak Yatim Tamu Kehormatan

Jelang azan magrib, keriuhan sejenak terhenti di Meunasah Tutong. Dari corong pengeras suara, sirine di wilayah Aceh Besar dan sekitarnya meraung-raung memberi tanda bahwa waktu berbuka puasa telah tiba.

Warga yang sudah duduk bersila di atas tikar dan menghadap kudapan masing-masing, sontak menyantap satu per satu hidangan yang tersedia. Hening beberapa menit benar-benar terjadi. Terlebih di barisan anak-anak, mereka tampak lahap menyantap kuah beulangong dan makanan lain dari dalam idang.

Sebelumnya, beberapa tetua gampong ambil peran sebagai pembagi isi idang. Mereka rata membagi isi idang itu dalam piring orang-orang yang mengerumuninya.

Bagi warga Meunasah Tutong, berbuka puasa bersama dengan mengundang desa tetangga ini merupakan cara agar silaturahmi terjaga. Di samping itu, mereka juga ingin berbagi rezeki dengan anak-anak yatim di kampung itu lewat beragam makanan yang tersedia. Mereka adalah tamu kehormatan.

Begitulah cara warga yang bermukim hanya sepelemparan batu dari bantaran Krueng Aceh itu merawat tradisi nenek moyang dalam memuliakan bulan suci Ramadan. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel