Melihat Tren Kencan yang akan Populer di Tahun 2022

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Tren kencan baru yang diungkapkan oleh aplikasi kencan Bumble dan Plenty of Fish telah menunjukkan seberapa besar dampak pandemi terhadap kehidupan cinta. Penelitian terbaru dari Bumble menemukan bahwa hampir setengah dari orang lajang di seluruh dunia ingin mengatur ulang kehidupan kencan mereka, dengan banyak yang ingin menerapkan perilaku selama pandemi dengan cara yang positif.

TERKAIT: Survei Membuktikan: 76% Lajang di Indonesia Bersedia Kencan dengan Pasangan yang Telah Vaksin Covid-19

TERKAIT: Studi Baru Temukan 86 Persen Lajang Ingin Kencan dengan Orang yang sudah Vaksin COVID-19

TERKAIT: Menurut Pakar, Ini 9 Tanda Kamu Kencan dengan Orang yang Tepat

Tren kencan baru yang diciptakan oleh aplikasi ini termasuk fast-forwarding, explori-dating, consciously single, dry dating, dan power PDA. Tahun ini, istilah hard-balling diperkenalkan ke kosakata Bumble, yang mengacu pada benar-benar mengetahui apa yang kamu inginkan setelah berbulan-bulan refleksi, seperti dilansir dari independent.co.uk.

Tren ini diperkirakan akan bertahan jauh melampaui tahun 2021, dengan mayoritas (59%) orang di Bumble mengatakan bahwa mereka sekarang lebih terbuka dengan mitra, tentang apa yang mereka inginkan. Tren baru fast-forwarding diamati setelah para pengguna aplikasi kencan mengubah secara drastis apa yang mereka cari dari pasangan, dengan sekitar sepertiga mengubah prioritas mereka.

Tren kencan di tahun 2022

Simak di sini beberapa tren kencan yang akan populer di tahun 2022 mendatang, penasaran?
Simak di sini beberapa tren kencan yang akan populer di tahun 2022 mendatang, penasaran?

Sebagian besar (61%) orang secara global mengatakan mereka sekarang memprioritaskan ketersediaan emosional, sementara hampir seperempat (23%) mengatakan mereka kurang peduli dengan penampilan fisik. Selain lebih mementingkan kebutuhan emosional, para lajang juga menghabiskan lebih banyak waktu untuk mempertanyakan "tipe" mereka, dengan hampir setengah dari mereka yang ada di aplikasi mengatakan demikian.

Sebagai alternatif, aplikasi ini juga telah melihat perubahan jumlah orang yang memilih untuk consciously single. Selama pandemi, 53% orang di aplikasi mengatakan mereka menyadari bahwa sebenarnya tidak apa-apa untuk menyendiri sementara waktu.

Mayoritas (54%) dari mereka yang ingin berkencan lagi mengatakan bahwa mereka akan lebih berhati-hati dalam bagaimana dan kapan mereka berkencan. Awal tahun ini, sebuah penelitian yang diterbitkan oleh University of Sheffield menunjukkan bahwa konsumsi alkohol turun secara keseluruhan antara Maret dan Juni 2020, dibandingkan tahun sebelumnya.

Tren kencan di tahun 2022

Simak di sini beberapa tren kencan yang akan populer di tahun 2022 mendatang, penasaran?
Simak di sini beberapa tren kencan yang akan populer di tahun 2022 mendatang, penasaran?

Penelitian ini menemukan bahwa lebih banyak orang (34%) akan mempertimbangkan untuk melakukan dry dating, di mana tidak ada alkohol yang dikonsumsi. Platform kencan juga memprediksi bahwa power PDA kembali dengan lebih populer sekarang, karena tingkat vaksinasi meningkat di seluruh dunia.

Hampir 70% dari orang yang berkencan di seluruh dunia mengatakan mereka sekarang lebih terbuka untuk menunjukkan kasih sayang di publik pasca pandemi. Sedangkan istilah hesi-dating mengacu pada sikap acuh tak acuh saat berkencan, tidak yakin apakah mereka ingin berkencan dengan serius atau santai karena kehidupan secara umum sangat tidak pasti saat ini.

Orang-orang di Bumble juga ditemukan mencari untuk menemukan orang baru, prioritas baru, dan mengeksplorasi cara baru berkencan. Bagaimana denganmu, Sahabat FIMELA?

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel