Melihat Veneu Utama KTT G20 dari Kapal Canggih KN SAR Wisnu 103

Merdeka.com - Merdeka.com - Kapal canggih KN SAR Wisnu 103 milik Basarnas RI dikerahkan untuk melakukan patroli di wilayah perairan Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (15/11) siang. Patroli ini dilakukan untuk mengawal perhelatan KTT G20.

Kapal yang memiliki fasilitas helly deck dan terlihat satu helikopter Bolkow 105 HR 1521 terparkir di deck kapal. Kapal berukuran panjang 68, 70 meter dengan lebar 12 meter ini berangkat dari Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, dengan membawa 27 personel SAR.

Sepanjang perjalanan laut, terlihat belasan kapal tempur milik TNI Angkatan Laut (AL) yang berjaga di kawasan perairan Nusa Dua, Bali. Selain itu, juga terlihat Kapal TNI AL 592 KRI Surabaya dan tidak jauh dari venue utama diselenggarakan puncak KTT G20 Hotel The Apurva Kempinski, Nusa Dua, terlihat KRI Bima Suci.

Sementara, Hotel The Apurva Kempinski terlihat megah dilihat dari tengah laut dengan hotel bintang lima lainnya yang tidak jauh dari Hotel Apurva, Nusa Dua, Bali.

Kerahkan 150 Personel dan 3 Helikopter

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi mengatakan, Basarnas menjadi bagian dari kesiapsiagaan untuk mendukung KTT G20.

"Basarnas tentu di dalam tugas tetap di tupoksinya sebagai badan search and rescue. Kita memberikan rasa nyaman dan jaminan kepada utamanya tamu-tamu G20," ujarnya.

Ia juga menyebutkan, salah satu kegiatan hari ini melakukan patroli di perairan di Nusa Dua, dan menunjukkan kepada para tamu delegasi G20, bahwa Basarnas atau Negara Indonesia secara serius mendukung dan menunjang keamanan dan kenyamanan jaminan keselamatan untuk diketahui oleh para pemimpin dunia yang datang ke KTT G20.

"Kita atensi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sesuai tugasnya penyelamatan dan juga pencarian. Yang kita antisipasi dalam kondisi normal yang wajar-wajar saja, mungkin ada anggota atau bagian dari pendukung tamu-tamu asing mengalami kondisi emergency dan kita siapkan tiga helikopter," jelasnya.

"Mungkin tamu-tamu negara yang lain renang ataupun kegiatan di pantai, ada hal yang tidak diinginkan, kita sudah siap. Tingkat yang terberat apabila terjadi kondisi bencana alam, seperti gempa dan lainnya kita harus siap juga. Itu yang kita lakukan," sebutnya.

Ia juga menyatakan bahwa penyelamat dan keamanan, Basarnas menyiagakan150 personel dan tiga helikopter serta alat utama (alut) lainnya.

"Personel terdiri dari lokal dari Kantor SAR Denpasar dan 20 dari Basarnas Spesial Grup (BSG), seperti pasukan khususnya kita. Mereka berkemampuan spesial, masing-masing, jadi semua bersatu padu mendukung kegiatan ini," ujarnya. [yan]