Melimpah, Cadangan Batu Bara di Indonesia Capai 38,8 Miliar Ton

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Cadangan batu bara Indonesia saat ini masih cukup melimpah yakni mencapai 38,8 miliar ton. Hal tersebut dipastikan Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Tata Kelola Mineral dan Batu Bara (Minerba), Irwandy Arif

"Potensi cadangan batu bara (Indonesia) cukup besar, sekitar 38,8 miliar ton," ucapnya dalam cara Musyawarah Nasional Ke-II Asosiasi Pengusaha Energi dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO), Kamis (18/11).

Untuk itu, Arif meminta pemanfaatan teknologi bersih terus ditingkatkan oleh pelaku industri batu bara. Hal ini penting untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

"Jadi, potensi cadangan batu bara cukup besar ini harus dimanfaatkan dengan optimal dengan tetap memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan," tekannya.

Lebih lanjut, Arif menyatakan Kementerian ESDM terus mendorong pengembangan industri hilirisasi batu bara di Indonesia terintegrasi dengan teknologi berbasis energi bersih. Tujuannya menekan penurunan emisi gas rumah kaca yang berasal dari sektor energi.

"Hal sesuai komitmen Presiden Indonesia (Jokowi) dalam mewujudkan teknologi hijau bersih, sebagai sarana untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tutupnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Indonesia Kejar Net Zero Emission, Bagaimana Nasib Batu Bara?

Aktivitas pekerja saat mengolah batu bara di Pelabuham KCN Marunda, Jakarta, Minggu (27/10/2019). Berdasarkan data ICE Newcastle, ekspor batu bara Indonesia menurun drastis 33,24 persen atau mencapai 5,33 juta ton dibandingkan pekan sebelumnya 7,989 ton. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Aktivitas pekerja saat mengolah batu bara di Pelabuham KCN Marunda, Jakarta, Minggu (27/10/2019). Berdasarkan data ICE Newcastle, ekspor batu bara Indonesia menurun drastis 33,24 persen atau mencapai 5,33 juta ton dibandingkan pekan sebelumnya 7,989 ton. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menilai, batu bara yang jadi salah satu primadona pada komoditas energi nasional tetap punya peluang dalam program net zero emission yang kini tengah dikejar Indonesia.

Arsjad tak bisa mengelak, bahwa produk batu bara merupakan salah satu komoditas ekspor yang banyak menyumbang pemasukan devisa bagi negara.

"Sebagai negara yang kaya akan sumberdaya mineral dan batu bara, Indonesia memproduksi lebih dari 500 juta ton batubara setiap tahun. Dan proyeksi tahun ini mencapai 610 juta ton, dan 70 persennya akan diekspor," terangnya dalam siaran video pada Indonesia Energy and Coal Business Summit, Kamis (18/11/2021).

Walaupun batubara memainkan posisi strategis sebagai pemasok energi utama nasional, Arsjad mewanti-wanti jika banyak negara di dunia kini tengah mengejar target net zero emission.

Meskipun pada masa krisis energi sekarang ini, beberapa negara juga kembali berpaling pada pasokan batu bara yang secara harga lebih terjangkau.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel