Melirik Bisnis Jersey di Tengah Pandemi

Adinda Permatasari
·Bacaan 1 menit

VIVAJersey atau seragam tim olahraga menjadi syarat baku dalam suatu pertandingan olahraga. Dengan menggunakan jersey, tim yang bertanding akan mengetahui mana lawan dan mana rekan satu tim. Bahkan jersey, bisa menjadi ciri khas suatu tim, mulai dari warna hingga corak yang dipilih.

Tak hanya menjadi faktor penting dalam sebuah tim, jersey juga bisa dilirik menjadi peluang bisnis menjanjikan. Terutama di tengah masa pandemi yang membuat ekonomi sulit.

Bisnis inilah yang ditekuni oleh Tanto Tranggono, pendiri dari Kayser Apparel. Bahkan, jersey produksinya sudah digunakan oleh sejumlah artis seperti Atta Halilintar, Judika, hingga Vennard, Bayu Si Merah.

Baca juga: Viral Sate Tong Tong Nebeng Promo di Twitter Trump dan Joe Biden

Selain itu, jersey produksi Tanto juga menjadi pilihan para pro player dan berbagai tim e-sport Indonesia seperti EVOS Legend, Recca eSport, BOOM eSport dan masih banyak lagi.

Sejak berdiri di tahun 2012, Tanto mengajak tenaga kerja lokal dalam setiap produksi jersey custom buatannya.

“SDM lokal diberdayakan agar bisa mengurangi tingkat pengangguran di masa pandemi seperti ini, sehingga mereka masih bisa mendapatkan penghasilan,” kata dia.

Tanto menambahkan, SDM lokal tersebut menjahit secara manual yang dibantu oleh mesin jahit buatan Jepang. Dengan begitu, setiap jersey yang dibuat memiliki kualitas yang baik.

“Dengan memberdayakan SDM lokal, setiap konsumen yang membeli jersey buatan Kayser Apparel dapat turut mendukung keberlangsungan ekonomi Indonesia termasuk tenaga kerja dan produk lokal yang kini terus berjuang di tengah pandemi,” ujarnya.

Jersey produksi Tanto dibanderol dengan harga mulai dari Rp95.000-Rp210 ribu. Jersey tersebut juga dipasarkan melalui media sosial Instagram.