Melirik Sektor Saham Pilihan pada 2022

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sektor saham siklikal, keuangan, properti dan telekomunikasi diprediksi alami lonjakan pada 2022. Hal ini seiring potensi pemulihan ekonomi pada 2022.

“Pada 2022 orang akan lebih fokus ke emiten siklikal yang berpotensi mengalami lonjakan kinerja akibat efek low base pada 2021. Pada 2021 kinerjanya kurang bagus tapi tahun depan bisa jadi bagus karena economy recovery,” ujar Analis PT Sucor Sekuritas,Hendriko Gani saat dihubungi Liputan6.com, ditulis Senin (3/1/2022).

Untuk saham pilihan yang dapat dicermati, Hendriko memilih saham bank antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Sedangkan dari saham otomotif, Hendriko memilih saham PT Astra International Tbk (ASII).

Sedangkan Head of Research PT Infovesta Utama, Wawan Hendrayana mengatakan, sektor saham bank, telekomunikasi dan consumer good menjadi pilihan pada 2022. Hal ini pertumbuhan ekonomi pada 2022.

“Kredit bank dalam dua tahun ini tidak bergerak diharapkan tumbuh 10 persen dibandingkan 2021,” kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sektor Saham Pilihan

Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Analis PT Pilarmas Investindo Sekuritas, Okie Ardiastama menyebutkan, pihaknya masih mempertimbangkan saham perbankan pada 2022. Hal ini juga melihat dari realisasi imbal hasil sektor saham keuangan tersebut pada 2021.

Pemulihan ekonomi yang terjadi juga akan mendukung sektor saham keuangan termasuk perbankan. Okie mengatakan, dana pihak ketiga (DPK) pada 2021 juga meningkat signifikan dan net interest margin (NIM) bertambah.

“Dengan ada restrukturisasi kredit membantu emiten perbankan. Pelonggaran kegiatan juga membuat sektor riil membaik sehingga dapat memperbaiki kualitas kredit bank. Kualitas kredit dan aset akan membaik,” tutur dia saat dihubungi Liputan6.com ditulis Minggu, 14 November 2021.

Ia menuturkan, pertumbuhan ekonomi lebih baik pada kuartal IV 2021 dan berlanjut pada 2022 juga akan mendukung sektor saham keuangan.

Untuk saham pilihan di sektor saham perbankan, ia memilih saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).”Saham BRIS dan BTPS juga bisa jadi pilihan,” kata dia.

Selain perbankan, Okie menilai sektor saham telekomunikasi juga menjadi pilihan pada 2022. Hal ini seiring akselerasi digitalisasi dan akan terus bertumbuh hingga 2030.

"Sektor telekomunikasi dengan saham Telkom, Indosat dan XL Axiata akan dapat mendorong pergerakan IHSG,” ujar dia.

Sementara itu, Analis Panin Sekuritas, William Hartanto mengatakan, sejumlah sektor saham yang bisa dicermati pada 2022, antara lain consumer goods, CPO, dan metal mining.

William menambahkan, saham yang bisa dilirik ada PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT London Sumatera Tbk (LSIP), PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel