Melongok Pasar Prawirotaman Baru, Menikmati Senja di Selatan Jogja

Syahdan Nurdin, jokoyugiyanto

VIVA – Rembang petang di bulan Ramadan, aku memacu kendaraan melintas perempatan lampu merah pojok beteng wetan. Sepeda motor melaju menuju selatan, menyusur Jalan Parangtritis yang mulai semarak dengan orang-orang lalu-lalang berbelanja takjil.

Sudah pukul 5 sore, sebentar lagi waktunya berbuka. “Tiitt…tiiittt…” bunyi klakson menggema dari pengemudi ojek online yang tak sabaran.

Sebagian lainnya misuh-misuh karena kaget melihat emak-emak ngeloyor menyeberang tanpa memberi tanda lampu sein. Rasanya tak seperti seloroh Jokpin, Jogja kiwari bukan hanya terbuat dari rindu, pulang dan angkringan tapi juga kesemerawutan lalu-lintasnya.