Memahami Alasan Psikologis di Balik Kebiasaan Belanja saat Stres

Fimela.com, Jakarta Apakah kamu termasuk orang yang memiliki kebiasaan belanja saat merasa stres? Proses belanja, terutama belanja online yang tidak mengharuskanmu untuk mencari tempat parkir, berdiri lama untuk antri memang menawarkan sensasi mewah yang memanjakan diri.

Tidak heran jika kemudian banyak orang mengalihkan pikiran mereka yang membuat stres dengan belanja. Menurut Catherine Silver, belanja memberikan suasana yang baru dan membuat seseorang merasa lebih baik.

Sejak pemasaran yang beraneka ragam, belanja dianggap sebagai satu cara untuk menenangkan diri dan mengekspresikan emosi. Orang-orang akan membeli barang yang mereka anggap dapat membawa perubahan positif, entah itu pakaian, alat gym baru, atau sofa baru untuk ruang tamu, seperti dilansir dari sheknows.com, Selasa (19/5/2020).

 

Alasan psikologis di balik kebiasaan belanja saat stres

Ilustrasi belanja (Unsplash.com)

Para pakar melihatnya sebagai sebuah siklus. Orang-orang masuk ke dalam pola di mana mereka merasa buruk, kemudian belanja, mereka merasa lebih baik, lalu rasa 'baik' menghilang, mereka merasa buruk lagi, belanja lagi, dan ini akan menjadi siklus.

Kebiasaan ini bisa menjadi masalah ketika mulai mengganggu kehidupan seseorang dan menjadi tidak terkendali. Jika kamu merasa ada rasa tidak nyaman, maka kebiasaan belanja tersebut datang dari tempat yang tidak sehat.

Penting untuk mengetahui alasanmu ketika belanja, apakah itu didorong secara emosional. Selamat mencoba!

Saksikan video menarik setelah ini

#ChangeMaker