Memahami Ciri-Ciri Teks Eksplanasi, Struktur, Kaidah Kebahasaan, Cara Membuat, dan Contohnya

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses mengapa dan bagaimana suatu peristiwa alam, ilmu pengetahuan, sosial, budaya, dan lainnya bisa terjadi.

Teks eksplanasi tak hanya sekadar memberikan penjelasan tentang fenomena alam, melainkan juga tentang fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Peristiwa alam maupun sosial yang terjadi di sekitar kita, selalu mempunyai hubungan sebab akibat dan proses. Hal tersebut untuk mengetahui mengapa kejadian tersebut bisa terjadi.

Jadi, tujuan dari teks eksplanasi ialah untuk menjelaskan fenomena alam atau sosial yang terjadi dan menjelaskan sebab-akibat suatu peristiwa tersebut.

Mungkin itu sekilas penjelasan mengenai teks eksplanasi. Untuk mengetahui dan memahami lebih dalam dan jelas tentang teks eksplanasi, bisa membaca ciri-ciri, struktur, hingga contohnya.

Berikut ini rangkuman mengenai ciri-ciri teks eksplanasi, tujuan, struktur, kaidah hingga contohnya, seperti dikutip dari laman Pendidikan.co.id dan Kelaspintar, Rabu (3/2/2021).

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi

Ilustrasi menulis. /Copyright unsplash.com
Ilustrasi menulis. /Copyright unsplash.com

1. Strukturnya terdiri dari penyataan umum, urutan sebab akibat, serta interpretasi.

2. Informasi yang dimuat dengan berdasarkan fakta (faktual).

3. Faktual tersebut memuat informasi yang sifatnya itu ilmiah/keilmuan, contohnya seperti sains.

4. Sifatnya informatif serta tidak berusaha untuk memengaruhi pembaca untuk bisa percaya terhadap hal yang dibahas.

5. Memiliki/menggunakan sequence markers. Contohnya pertama, kedua, ketiga, dan sebagainya. Bisa juga dengan menggunakan: pertama, berikutnya, terakhir.

Tujuan, Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

Ilustrasi menulis. (dok. pixabay.com/Asnida Riani)
Ilustrasi menulis. (dok. pixabay.com/Asnida Riani)

Tujuan Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi memiliki tujuan untuk menyuguhkan informasi yang rinci terhadap para pembaca agar memahami suatu fenomena alam atau sosial yang terjadi.

Struktur Teks Eksplanasi

  • Pernyataan umum

Berisikan pernyataan umum mengenai/tentang topik yang akan dijelaskan pada proses proses terjadinya/proses keberadaan.

  • Urutan sebab akibat

Berisi penjelasan mengenai proses terjadinya fenomena yang disajikan secara urut atau bertahap dari yang paling awal sampai akhir.

  • Interpretasi

Berisi kesimpulan dari topik yang telah dijelaskan.

Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

- Fokus pada hal umum (generic), bukan berfokus partisipan manusia (nonhuman participants). Contoh: tsunami, banjir, gempa bumi, hujan, serta udara.

- Dimungkinkan untuk menggunakan istilah ilmiah. Lebih banyak menggunakan verba material serta verba relasional (kata kerja aktif).

- Menggunakan konjungsi waktu dan kausalitas. Contohnya: sehingga, pertama, jika, bila, sebelum, dan kemudian.

- Menggunakan kalimat pasif.

- Eksplanasi ditulis untuk membuat justifikasi bahwa sesuatu yang diterangkan dengan secara kausal itu benar adanya.

Langkah-langkah Menyusun Teks Eksplanasi

Ilustrasi menulis. (Nick Morrison/ Unsplash)
Ilustrasi menulis. (Nick Morrison/ Unsplash)

Langkah-langkah Menyusun Teks Eksplanasi

1. Menentukan topik yang menarik

Tentukan fenomena alam, sosial, atau budaya yang ingin disajikan. Misalnya, proses terjadinya pasang surut air laut.

2. Membuat rancangan kerangka teks

Buatlah kerangka karangan berdasarkan struktur teks eksplanasi, yaitu identifikasi fenomena, penggambaran rangkaian kejadian, dan ulasan.

3. Mengumpulkan referensi

Cantumkan fakta dan data yang kamu kumpulkan pada bagian penggambaran rangkaian kejadian.

4. Mengembangkan teks

Kembangkan kerangka karangan hingga menjadi teks eksplanasi yang utuh.

5. Menyunting teks

Periksa dan baca kembali teks yang telah kamu buat. Suntinglah jika ada ada kalimat yang tidak sesuai atau kesalahan dalam penulisan.

Contoh Teks Eksplanasi

Ilustrasi menulis. (Photo by rishi on Unsplash)
Ilustrasi menulis. (Photo by rishi on Unsplash)

Tanah Longsor

Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut.

Meski penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang memengaruhi suatu lereng yang curam, ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh, di antaranya erosi, lereng dari bebatuan dan tanah yang diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat, dan gunung berapi yang menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat, dan aliran debu-debu.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah tanah longsor, seperti tidak membuat kolam atau sawah di atas lereng, tidak mendirikan rumah di bawah tebing, jangan menebang pohon di sekitar lereng, jangan memotong tebing secara tegak lurus, dan tidak mendirikan bangunan di sekitar sungai.

Sumber: Pendidikan, Kelaspintar