Memahami Lebih Jelas Berbagai Permasalahan Anak di Indonesia selama Pandemi

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Pandemi berdampak pada semua aspek kehidupan, tidak terkecuali anak. Di Indonesia sendiri, pandemi mempengaruhi beberapa layanan penting untuk anak, seperti posyandu dan puskesmas yang sempat ditutup sementara dan dibatasi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, imunisasi dan monitoring tumbuh kembang anak, pendidikan dikarenakan sekolah ditutup, dan perlindungan anak yang terbatas.

Inilah alasan di balik angka kekerasan pada anak yang meningkat, termasuk yang terjadi di rumah. Sedangkan Kementerian Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak terus menambah Unit Pelaksana Teknis Daerah di 28 provinsi dan 81 kabupaten atau kota.

Kemendikbud juga meluncurkan Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan pada anak di sekolah dasar pada tanggal 12 Desember 2020 kemarin. Mendukung pemerintah, Save the Children telah membuat kampanye Pulih Bersama pada bulan Juli hingga September 2020 lalu untuk mengingatkan risiko anak di masa pandemi dan aksi yang bisa dilakukan.

Melihat berbagai permasalahan yang dihadapi anak di masa pandemi

Ilustrasi Menemani Anak Credit: pexels.com/Tatiana
Ilustrasi Menemani Anak Credit: pexels.com/Tatiana

Anak menghadapi berbagai permasalahan yang kompleks di masa pandemi ini. Asupan gizi yang terganggu, kesulitan ekonomi keluarga memperburuk akses anak pada kebutuhan dasar di masa pandemi, dan akses keluarga terhadap layanan kesehatan yang sangat terganggu saat ini.

Selain itu, ada sekitar 646.000 sekolah yang ditutup selama pandemi dan berdampak pada lebih dari 60 juta anak yang harus belajar dari rumah. Terakhir dan menjadi masalah yang paling mengganggu adalah risiko kekerasan pada anak dan dampak negatif internet.

Save the Children telah melakukan berbagai upaya berbarengan dengan pemerintah. Selain kampanye Pulih Bersama, Save the Children juga memberikan bantuan teknis, dana, dan aksi yang diperlukan sesuai dengan permasalahan yang ada.

Saksikan video menarik setelah ini

#ChangeMaker