Memahami Makna Idulfitri, Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Fimela.com, Jakarta Idulfitri adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan. Bagi umat Islam, hari raya Idulfitri adalah hari yang istimewa. Setelah berpuasa sebulan penuh selama Ramadan, hari raya Idulfitri pastinya akan disambut dengan penuh suka cita.

Sudahkah kita memahami makna Idulfitri? Sebagian di antara kita memahaminya sebagai hari kembali ke fitrah atau kembali ke keadaan yang suci. Namun, melansir rangkuman Liputan6.com dari berbagai sumber, Idulftri punya makna yang punya kaitan erat dengan tujuan akan dicapainya ibadah puasa itu sendiri, yaitu menjadi manusia yang bertakwa. Idulfitri berasal dari dua kata "id" dan "al-fitri". Id secara bahasa berasal dari kata aada – ya’uudu, yang artinya kembali. Ada juga yang mengatakan, kata "id" merupakan turunan kata Al-Adah, yang artinya kebiasaan. Sementara kata "fitri" memiliki dua makna yang berbeda menurut beberapa pendapat, yang bisa berarti "berbuka puasa" dan "suci".

Seorang Muslim Kembali kepada Fitrahnya

Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Secara umum, makna Idulfitri dapat diartikan sebagai kembalinya seorang muslim kepada keadaan suci. Bebas dari segala dosa, kesalahan, dan keburukan sehingga bisa kembali berada dalam kondisi fitrah. Lalu, apa yang dimaksud dengan kembali kepada fitrah? Seorang muslim yang kembali kepada fitrahnya memiliki beberapa sikap, antara lain:

1. Tetap istiqomah dalam memegang agama tauhid, yaitu Islam. Tetap teguh berkeyakinan bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa dan hanya kepada-Nya kita memohon.

2. Tetap berbuat dan berkata yang benar dalam keadaan sehari-hari.

3. Tetap berlaku sebagai hamba Allah SWT yang selalu taat dan patuh kepada perintah-Nya.

Meminta dan Memberi Maaf pada Momen Lebaran

Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Setelah berhasil menundukkan hawa nafsu selama bulan Ramadan, kita dapat kembali ke fitrah. Kembali ke fitrah (Idulfitri) berarti kembali ke asal kejadian. Di Indonesia, hari raya Idulfitri juga familier dengan sebutan Lebaran. Lebaran berasal dari akar kata lebar yang dapat diartikan agar di hari raya kita harus berdada lebar atau berlapang dada. Sifat lapang dada untuk meminta dan sekaligus memberi maaf (al-‘afwu: menghapus, yakni menghapus kesalahan) kepada sesama.

Hari raya Idulfitri merupakan momen yang istimewa untuk menyempurnakan hubungan kita dengan Allah SWT dan membangun hubungan yang lebih baik kepada sesama. Di sini adalah awal baru kita untuk menjadi manusia yang lebih baik. Menjadi pribadi yang lebih bertakwa dan ini adalah tugas penting kita sebagai seorang hamba.

Semoga mulai dari hari ini, semangat bulan Ramadan dan semangat ibadah senantiasa terjaga dan makin meningkat di bulan-bulan berikutnya. Serta, semoga bulan Syawal ini menjadi bulan yang penuh berkah untuk kita semua.

#ChangeMaker