Memahami Pengertian, Perbedaan Gema dan Gaung

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Gema dan gaung merupakan dua jenis pantulan suara yang bisa ditangkap telinga manusia. Kedua istilah tersebut sering dikenal dalam pelajaran fisika.

Tak sedikit orang yang menganggap kedua istilah tersebut mempunyai arti sama. Padahal, ada beberapa faktor yang menjadikan istilah tersebut mempunyai perbedaan.

Gema ialah terdengarnya bunyi pantul setelah bunyi asli selesai diucapkan. Gema biasanya terjadi saat bunyi dibuat dari jarak jauh yang di di depannya terdapat tebing atau gedung tinggi.

Sementara, gaung merupakan suatu bunyi pantul yang datang sebelum bunyi asli selesai dibuat. Terjadinya gaung disebabkan karena penghalang gelombang memiliki jarak yang dekat dengan sumber suara.

Dari pengertian tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara gema dan gaung. Kendati demikian, masih ada beberapa hal yang menjadi pembeda gaung dan gema.

Apa saja perbedaan lain antara gaung dan gema yang perlu diketahui?

Berikut ini rangkuman, mengenai perbedaan antara gema dan gaung, seperti disadur dari Liputan6, Senin (4/1/2021).

Jarak

Seperti penjelasan di atas, perbedaan gema dan gaung terjadi karena jarak sumber suara dan penghalangnya. Gema terjadi ketika jarak sumber suara jauh dari penghalang gelombang suara.

Jeda waktu diterimanya gema sebanding dengan jarak dibagi dengan kecepatan suara. Gema bisa terjadi ketika kamu berteriak di ruangan yang sangat luas, tebing, gunung, atau perbukitan.

Jika kamu berteriak pada area luas, suara yang dikeluarkan akan lebih terdengar jelas.

Sementara gaung terjadi ketika jarak sumber suara lebih dekat dari penghalang gelombang suara. Ini bisa terjadi saat kamu berteriak atau bersuara di ruangan sempit. Suara pantulan tersebutlah membentuk gaung.

Asal pantulan

Selain jarak, perbedaan antara gema dan gaung terletak pada asal bunyi pantulan. Gema akan muncul setelah sumber suara atau suara dikeluarkan. Suara yang terdengar akan lebih jelas dan terulang dua kali.

Sementara, gaung muncul saat sumber suara atau suara belum selesai dikeluarkan. Pantulan suara yang dihasilkan juga tidak terlalu jelas karena akan bertumpuk dengan suara asli.

Hasil Pantulan

Perbedaan gema dan gaung juga bisa terjadi dari hasil pantulan bunyinya. Pada gema, bunyi yang muncul akan terdengar lebih jelas. Hal tersebut dikarenakan pantulan suara akan datang setelah sumber suara selesai diucapkan atau diteriakkan.

Sementara, pada gaung suara pantulan akan terdengar kurang jelas karena suara pantul datang sebelum sumber suara selesai dikeluarkan. Jadi, suara akan bertabrakan dan menjadi kurang jelas.

Kecepatan Pantulan Suara

Perbedaan gema dan gaung selanjutnya terletak pada kecepatan pantulan suara. Gema memiliki kecepatan pantulan yang lebih lambat.

Kondisi tersebut terjadi karena letak sumber suara dengan penghalang suara yang jauh. Jauhnya jarak membuat pantulan akan keluar lebih lambat.

Sementara gaung pantulan suara akan lebih cepat muncul karena letak sumber suara dengan penghalang suara yang dekat. Dekatnya jarak sumber suara dengan penghalang membuat suara lebih cepat terpantul.

Manfaat dan Kerugian

Selain karakteristiknya, perbedaan antara gema dan gaung terletak pada manfaatnya. Gema dan gaung tak hanya sekadar menghasilkan pantulan suara semata. Pantulan-pantulan ini bisa memberi manfaat dan kerugian.

Dalam kehidupan sehari-hari, gema lebih bermanfaat. Gema biasanya dimanfaatkan untuk mengukur kedalaman laut.

Mengukur kedalaman laut dengan gema dilakukan dengan mengirim gelombang suara ke dalam laut. Gelombang yang terpantul akan terdengar dan menjadi dasar kedalaman laut.

Contoh gema dan gaung

Contoh gema

- Pantulan suara saat berteriak di ketinggian, gunung atau tebing.

- Pantulan suara saat berteriak di gedung yang luas dan kosong.

- Penggunaan radar

Contoh gaung

- Suara pantulan pada studio musik tanpa peredam suara.

- Suara pantulan pada gedung bioskop tanpa peredam suara.

Disadur dari: Liputan6.com (Reporter: Anugerah Ayu Sendari, Editor: Rizky Mandasari. Published: 7/8/2020)