Memahami Sekolah Tatap Muka, Begini Persiapan dan Syaratnya

·Bacaan 7 menit

RumahCom – Gagasan untuk melaksanakan sekolah tatap muka ramai diperbincangkan. Kebijakan tersebut merupakan hasil dari Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 di masa pandemi Covid-19.

Terhitung, sudah sekitar sembilan (9) bulan para murid mengikuti aturan belajar dari rumah sejak pandemi muncul di Indonesia. Rencana pemberlakukan kembali sekolah tatap muka dengan aturan new normal dibahas, mengingat ada beberapa daerah terutama kawasan pelosok yang sulit menerapkan proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Selengkapnya mengenai sekolah tatap muka akan Rumah.com jelaskan dalam poin sebagai berikut.

  1. Bedanya Sekolah Tatap Muka dengan Sekolah Online

  2. Persiapan yang Harus Dilakukan Untuk Memulai Sekolah Tatap Muka
    1. Wajib Patuhi Protokol Kesehatan
    2. Tetap Jaga Jarak
    3. Jangan Bertukar Alat Tulis dan Buku
    4. Sering Cuci Tangan
    5. Membawa Bekal Sendiri
    6. Dalam Kondisi Sehat

  3. Persyaratan Sekolah Tatap Muka Boleh Dilakukan

  4. Kelebihan Belajar di Sekolah Tatap Muka

1. Bedanya Sekolah Tatap Muka dengan Sekolah Online

Sekolah tatap muka artinya proses belajar mengajar kembali dilakukan di sekolah, hanya saja dibatasi aturan sehingga prakteknya tidak bisa kembali normal. Sumber: Pixabay
Sekolah tatap muka artinya proses belajar mengajar kembali dilakukan di sekolah, hanya saja dibatasi aturan sehingga prakteknya tidak bisa kembali normal. Sumber: Pixabay

Sekolah tatap muka artinya proses belajar mengajar kembali dilakukan di sekolah, hanya saja dibatasi aturan sehingga prakteknya tidak bisa kembali normal. Sumber: Pixabay

Sekolah tatap muka dengan sekolah online tentu sangat jauh berbeda. Di mana jika sekolah online merupakan metode belajar berbasis teknologi, yang proses belajar mengajarnya dilakukan secara jarak jauh dari rumah masing-masing. Di Indonesia, pembelajaran online lebih akrab disebut dengan nama PJJ yang merupakan singkatan dari Pembelajaran Jarak Jauh. Pedoman mengenai PJJ sendiri tertuang dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020.

Sementara sekolah tatap muka artinya proses belajar mengajar kembali dilakukan di sekolah, hanya saja dibatasi aturan-aturan yang berlaku sehingga prakteknya tidak bisa kembali normal seperti sediakala. Salah satu aturannya adalah untuk kondisi kelas, pada tingkatan pendidikan dasar dan menengah harus menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal hanya ada 18 siswa di satu kelas. Siswa lainnya tetap belajar, hanya saja dilakukan dari rumah.

Selanjutnya untuk izin pembukaan sekolah tatap muka, sepenuhnya tergantung pemerintah daerah atau kantor wilayah Kementerian Agama. Peta zonasi wilayah dari Satuan Tugas Covid-19 tak lagi menentukan izin tersebut. Dengan kata lain, sekolah baik di daerah zona hijau, zona kuning, zona oranye, maupun zona merah boleh dibuka jika diizinkan oleh pemerintah daerah. Syaratnya mempertimbangkan kesiapan sekolah dan juga izin orang tua murid, demikian dilansir dari Indonesia.go.id.

2. Persiapan yang Harus Dilakukan Untuk Memulai Sekolah Tatap Muka

Mematuhi protokol kesehatan merupakan aturan pertama yang wajib diikuti siapapun yang berada di sekolah. Sumber: Pexels
Mematuhi protokol kesehatan merupakan aturan pertama yang wajib diikuti siapapun yang berada di sekolah. Sumber: Pexels

Mematuhi protokol kesehatan merupakan aturan pertama yang wajib diikuti siapapun yang berada di sekolah. Sumber: Pexels

Sedianya, sebelum memberlakukan proses belajar mengajar tatap muka, sekolah harus terlebih dulu menyusun Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19. Kemudian para wali murid atau orangtua harus berkenan memberikan pernyataan kesediaan untuk anaknya mengikuti proses belajar mengajar tatap muka di sekolah.

Pihak penyelenggara sekolah juga wajib menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) dan mempersiapkan sarana serta prasarana pendukung, seperti hand sanitizer, wastafel dengan sabun, penyemprotan desinfektan secara berkala, serta ruang khusus bila terjadi kejadian indikasi COVID. Di samping yang utama adalah penyusunan jadwal belajar yang sistematis bagi para siswa sesuai jenjang kelasnya.

Kepatuhan dan ketertiban yang dilakukan bersama-sama secara tepat, diyakini menjadi kunci suskes belajar tatap muka di sekolah. Oleh karenanya, murid bersama guru wajib mengikuti aturan yang berlaku sebagai berikut:

1. Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Mematuhi protokol kesehatan merupakan aturan pertama yang wajib diikuti siapapun yang berada di sekolah. Salah satunya yakni memakai masker mulai dari keluar rumah menuju sekolah, selama berada di sekolah, hingga kembali pulang ke rumah. Masker yang dikenakan siswa harus masker kain nonmedis tiga lapis dan dua lapis yang di dalamnya dapat diisi tisu dan harus diganti setiap 4 jam.

2. Tetap Jaga Jarak

Sebab sekolah tatap muka tidak bisa berlangsung normal seperti sebelumnya, maka aturan kedua yang wajib dipenuhi adalah selalu menjaga jarak aman. Untuk itu, jarak antar meja di kelas minimal 1,5 meter dengan diberikan jalur khusus untuk akses masuk dan keluar kelas.

Mengenal Pendidikan di Indonesia, Sistem, dan Perkembangannya
Mengenal Pendidikan di Indonesia, Sistem, dan Perkembangannya

Tips Rumah Dan Apartemen

Mengenal Pendidikan di Indonesia, Sistem, dan Perkembangannya

3. Jangan Bertukar Alat Tulis dan Buku

Sarana penyebaran virus bisa berasal dari mana saja. Untuk itu, siswa tidak diperkenankan bertukar alat tulis maupun buku selama proses belajar mengajar. Di sinilah peran orangtua sangat penting dalam memastikan kelengkapan media belajar sebelum anak berangkat ke sekolah.

Tip Rumah

Sebelum berangkat ke sekolah, orangtua perlu memastikan anaknya sudah membawa seluruh perlengkapan belajar sehingga tidak ada risiko pinjam-meminjamkan barang.

4. Sering Cuci Tangan

Anjuran gemar cuci tangan sangat berlaku dalam proses belajar tatap muka. Untuk itu, pihak sekolah harus menyediakan wastafel berikut sabunnya. Termasuk memastikan anak didik untuk mencuci tangan sebelum masuk ke ruang kelas maupun saat pelajaran usai.

5. Membawa Bekal Sendiri

Aturan sekolah tatap muka mensyaratkan para murid untuk membawa bekal sendiri minimal air minum. Pasalnya jam istirahat ditiadakan termasuk juga larangan membuka kantin dan adanya pedagang di sekitar sekolah.

6. Dalam Kondisi Sehat

Siswa yang diperkenankan mengikuti sekolah tatap muka harus dalam keadaan sehat, dengan suhu tubuh di bawah 37,5 derajat celcius.

Belajar online maupun tatap muka sesungguhnya tetap bisa efektif tergantung pada bagaimana cara Anda sebagai orangtua menyikapinya. Sebab pada dasarnya anak tetap akan membutuhkan ruang untuk belajar di rumah. Tertarik untuk cari rumah dengan 3 kamar tidur di Kota Tangerang, cek daftarnya di sini!

3. Persyaratan Sekolah Tatap Muka Boleh Dilakukan

Ada izin dari tiga pihak yang menentukan sekolah tersebut boleh melakukan pembelajaran tatap muka atau tidak. Sumber: Pixabay
Ada izin dari tiga pihak yang menentukan sekolah tersebut boleh melakukan pembelajaran tatap muka atau tidak. Sumber: Pixabay

Ada izin dari tiga pihak yang menentukan sekolah tersebut boleh melakukan pembelajaran tatap muka atau tidak. Sumber: Pixabay

Sekolah tatap muka diperbolehkan asal memenuhi syarat yang ditentukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mengutip Kompas, berikut ini segelintir syarat yang wajib dipenuhi pengurus sekolah untuk melaksanakan pembelajaran secara tatap muka.

  • Pertama, ada izin dari tiga pihak yang menentukan sekolah tersebut boleh melakukan pembelajaran tatap muka atau tidak. Ketiga pihak tersebut adalah pemda/kanwil/kantor Kemenag, kepala sekolah, dan perwakilan orangtua melalui komite sekolah. Kendati diizinkan sekolah tatap muka, pihak wali murid/orangtua tetap memiliki hak untuk memutuskan apakah anaknya boleh datang ke sekolah atau tidak.

  • Kedua, sekolah harus mampu memenuhi daftar periksa yakni ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih dan layak, adanya sarana cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, dan disinfektan. Sekolah juga harus mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan, siap menerapkan wajib masker, memiliki thermogun, serta memiliki pemetaan warga satuan pendidikan yang memiliki komorbid tidak terkontrol, tidak memiliki akses terhadap transportasi yang aman, hingga memiliki riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko Covid-19 yang tinggi atau riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri.

  • Ketiga, sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Artinya, pengurus sekolah perlu membentuk tim satuan tugas yang mampu memantau situasi dan kondisi di sekolah.

  • Terakhir, sekolah tatap muka bisa diberlakukan selama mendapat dukungan dari semua orang. Seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah pusat, satgas, masyarakat sipil, sekolah, dan orangtua pu berperan dalam melakukan monitoring (pengawasan) dan evaluasi untuk menjaga keamanan siswa siswi, para guru, dan anggota keluarga yang tinggal di dalam rumah.

4. Kelebihan Belajar di Sekolah Tatap Muka

Kelebihan sekolah tatap muka salah satunya interaksi antara guru dan murid bisa berlangsung lebih efektif. Sumber: Pexels
Kelebihan sekolah tatap muka salah satunya interaksi antara guru dan murid bisa berlangsung lebih efektif. Sumber: Pexels

Kelebihan sekolah tatap muka salah satunya interaksi antara guru dan murid bisa berlangsung lebih efektif. Sumber: Pexels

Setelah melaksanakan Belajar dari Rumah (BDR) selama berbulan-bulan, tentu ada rasa rindu dari para guru dan anak murid untuk kembali merasakan suasana belajar dalam kelas. Di lain sisi, banyak anggapan di masyarakat bahwa sekolah online kurang efektif. Sehingga harapan agar kebijakan sekolah tatap muka bisa segera berlaku sangat dinantikan berbagai pihak khususnya orangtua. Meski tetap juga ada kekhawatiran bahwa sekolah tatap muka bisa memicu masifnya penyebaran virus.

Jika dibandingkan dengan sekolah daring alias online, sekolah tatap muka memang memiliki kelebihannya sendiri, diantaranya:

  • Seluruh siswa dapat mengakses materi belajar yang sama tanpa terkendala

  • Beban orangtua bisa sedikit berkurang akibat penggunaan kuota internet yang cukup besar lantaran belajar daring.

  • Memininalisir terjadinya lost of learning (kehilangan pembelajaran) dan risiko psikososial terhadap anak-anak.

  • Anak-anak bisa kembali bersosialisasi dengan tetap mengikuti protokol kesehatan ketat.

  • Interaksi antara guru dan murid bisa berlangsung secara maksimal.

  • Guru bisa lebih mengawasi murid dalam mengikuti materi dan menyelesaikan tugas yang diberikan.

Selain fasilitas pendidikan, akses transportasi umum menjadi pilihan membeli rumah. Simak dampak akses transportasi terhadap harga rumah video di bawah ini!

 

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya