Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan Syarat Sesuai SKB 4 Menteri

·Bacaan 10 menit
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan Syarat Sesuai SKB 4 Menteri
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan Syarat Sesuai SKB 4 Menteri

RumahCom – Gagasan untuk melaksanakan sekolah tatap muka, atau yang secara resmi pada masa pandemi COVID-19 ini disebut dengan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) memang sudah dikemukakan pemerintah akhir tahun lalu. Namun apa daya, kasus COVID-19 yang semakin tinggi membuat kebijakan ini menuai pro-kontra dan terus diundur.

Seiring menurunnya kasus COVID-19 di Indonesia, wacana ini mulai dijalankan. Pada pembelajaran tahun ajaran baru 2021/2022 akan lebih dinamis dan merancu pada Kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemic COVID-19.

Adapun rencana pembelajaran tatap muka memiliki syarat dan kriteria yang harus diikuti sesuai aturan pemerintah. Baik untuk pemerintah daerah, instansi sekolah, tenaga pendidik, dan murid. Lebih lanjut akan dijelaskan dalam poin sebagai berikut.

  1. Kapan Rencana Pembelajaran Tatap Muka Dilakukan?

  2. Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka Dilaksanakan Sesuai Wilayah Level PPKM

  3. Apakah Murid Wajib Ikut Sekolah Tatap Muka?

  4. Syarat Sekolah Bisa Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Bedanya Sekolah Tatap Muka dengan Sekolah Online

  5. Persiapan yang Harus Dilakukan Untuk Memulai Sekolah Tatap Muka
    1. Wajib Patuhi Protokol Kesehatan
    2. Tetap Jaga Jarak
    3. Jangan Bertukar Alat Tulis dan Buku
    4. Sering Cuci Tangan
    5. Membawa Bekal Sendiri
    6. Dalam Kondisi Sehat

  6. Kelebihan Belajar di Sekolah Tatap Muka

  7. Bedanya Sekolah Tatap Muka dengan Sekolah Online

1. Kapan Rencana Pembelajaran Tatap Muka Dilakukan?

Rencana pembelajaran tatap muka di sekolah
Rencana pembelajaran tatap muka di sekolah

Rencana pembelajaran tatap muka di sekolah

Pembelajaran tatap muka sudah bisa dilakukan secara terbatas. Maksudnya adalah adanya pembatasan jumlah peserta didik dalam pembelajaran sekolah di luar jumlah normalnya. Dikarenakan kondisi yang masih berada di masa pandemi COVID-19.

Sesuai dengan informasi dari Kemdikbud bahwa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk wilayah level 1-3 telah memberikan pelonggaran bagi sektor Pendidikan untuk melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dengan izin dari Pemda setempat.

Didukung oleh pernyataan Presiden Jokowi dari CNBC Indonesia bahwa pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan serempak pada awal September 2021 mendatang. Hal ini disampaikan Jokowi saat meninjau kegiatan vaksinasi di SMAN 1 Beber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

2. Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka Dilaksanakan Sesuai Wilayah Level PPKM

Pelaksanaan tatap muka sesuai wilayah level PPKM
Pelaksanaan tatap muka sesuai wilayah level PPKM

Pelaksanaan tatap muka sesuai wilayah level PPKM

Sesuai aturan PPKM terbaru yang disampaikan dalam Kemdikbud, hanya wilayah PPKM level satu sampai tiga saja yang boleh melaksanakan sistem pembelajaran tatap muka terbatas. Itu menjadi syarat utama yang harus dipenuhi apabila ingin sekolah dibuka kembali.

Pernyataan ini diungkapkan juga oleh Menteri Kemendikbudristek Nadiem Makarim yang mengatakan 63 persen sekolah di Indonesia yang berada di PPKM Level 1-3 bisa membuka sekolah untuk PTM. Meskipun sudah bisa dibuka, ada banyak daftar yang harus disiapkan oleh sekolah. Aturannya pun sudah jelas dan tertuang dalam SKB 4 Menteri. Dengan memenuhi syarat dan kriteria, sekolah pun bisa mengadakan PTM terbatas.

Desakan untuk segera melaksanakan sekolah tatap muka didukung oleh Presiden Jokowi. Hal ini terungkap dalam situs resmi staf kepresidenan, syarat pembelajaran tatap muka bisa dilakukan dengan syarat, yaitu wilayah sekolah minimal sudah berada di level 3 PPKM dan vaksinasi COVID-19 sudah dilaksanakan bagi pelajar dan tenaga pendidik di sekolah. Jokowi pun menegaskan hanya wilayah level 2-3 yang bisa melaksanakan PTM terbatas.

“Bapak/Ibu kepala sekolah, jadi kalau sudah divaksin sekali lagi segerakan untuk melakukan pembelajaran tatap muka terbatas, segerakan. Yang paling penting sudah berada di level 3 atau level 2,” ujar Presiden dalam konferensi video.

3. Apakah Murid Wajib Ikut Sekolah Tatap Muka?

Murid harus mendapatkan persetujuan orang tua untuk bisa ikut pembelajaran tatap muka
Murid harus mendapatkan persetujuan orang tua untuk bisa ikut pembelajaran tatap muka

Murid harus mendapatkan persetujuan orang tua untuk bisa ikut pembelajaran tatap muka

Tidak ada kewajiban para murid untuk mengikuti sekolah tatap muka. Dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka, izin orang tua murid menjadi pertimbangan utama. Orang tua bisa memilih pelaksanaan pembelajaran bagi Anaknya. Hal ini ditegaskan oleh Hendarman, Plt. Kepala Biro Kerja Sama dan Human Kemendikbudristek yang dikutip dari CNN Indonesia.

"Orang tua atau wali pada wilayah PPKM level 1-3 memiliki kewenangan penuh dalam memberikan izin kepada anaknya untuk memilih antara mengikuti PTM terbatas atau PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh)," kata Hendarman.

Tak hanya itu, Hendarman mengatakan bahwa sekolah wajib menyediakan opsi PTM terbatas dan PJJ. Sekolah tidak boleh melakukan diskriminasi terhadap peserta didik yang memilih opsi PJJ. Artinya memang semua dikembalikan lagi kepada orang tua murid masing-masing untuk memilih PTM atau PJJ.

4. Murid Tidak Wajib Vaksin untuk Mengikuti Pembelajaran Tatap Muka

Syarat utama pembelajaran tatap muka adalah guru dan tenaga pendidik wajib vaksinasi penuh
Syarat utama pembelajaran tatap muka adalah guru dan tenaga pendidik wajib vaksinasi penuh

Syarat utama pembelajaran tatap muka adalah guru dan tenaga pendidik wajib vaksinasi penuh

Murid tidak wajib melakukan vaksin dan bukan sebagai syarat sekolah bisa menyelenggarakan PTM terbatas. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Mendikbudristek dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR dikutip dari Merdeka.

"Saya ingin melakukan klarifikasi dan mohon dukungan. Saat ini yang boleh melakukan tatap muka (pembelajaran) adalah semua di PPKM Level 1-3 dan vaksinasi tidak menjadi kriteria atau harus menunggu vaksinasi dulu untuk boleh."

Walaupun tidak wajib bagi murid, tetapi Nadiem mengatakan vaksin diwajibkan untuk guru dan tenaga pendidik bagi sekolah yang ingin memulai PTM di wilayah PPKM level 1-3.

5. Syarat Sekolah Bisa Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka

Ada izin dari tiga pihak yang menentukan sekolah tersebut boleh melakukan pembelajaran tatap muka atau tidak. Sumber: Pixabay
Ada izin dari tiga pihak yang menentukan sekolah tersebut boleh melakukan pembelajaran tatap muka atau tidak. Sumber: Pixabay

Ada izin dari tiga pihak yang menentukan sekolah tersebut boleh melakukan pembelajaran tatap muka atau tidak. Sumber: Pixabay

Ada dua fase yang harus dilalui saat melaksanakan PTM, yaitu masa transisi dan masa kebiasaan baru. Bagi sekolah dan madrasah berasrama, PTM dilakukan bertahap dengan ketentuan, yakni masa transisi Bulan pertama sebanyak 50% dan bulan ke dua 100%. Setelah itu, barulah memasuki masa kebiasaan baru 100%.

Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi agar bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka merujuk dari SKB 4 Menteri, yaitu:

  1. Lokasi sekolah berada di Wilayah PPKM Level 1-3.

  2. Telah melakukan verifikasi dan evaluasi kesiapan dalam melaksanakan PTM berdasarkan daftar periksa di DAPODIK atau EMIS.

  3. Membuat Rencana Kegiatan dan Anggaran Satuan Pendidikan (RKAS) terkait pendanaan kegiatan sosialisasi hingga pengadaan sarana dan prasarana kesehatan serta kebersihan.

  4. Menyiapkan sarana pendukung sebagai penunjang PTM di masa COVID-19, meliputi:

    1. Menyiapkan Alat ukur suhu tubuh

    2. Memiliki ruang belajar dengan sirkulasi udara baik

    3. Menyediakan fasilitas sterilisasi ruangan

    4. Fasilitas sarana pengajaran

    5. Menyiapkan ruang ganti pakaian bagi siswa yang naik transportasi umum

  5. Adanya kesepakatan antara sekolah dan komite sekolah.

  6. Guru, Tenaga Pendidik, dan Tenaga Penduduk wajib vaksinansi penuh.

  7. Pembentukan satgas COVID-19 di sekolah.

  8. Kantin di tutup dan kegiatan olahraga serta ekstrakulikuler tidak diperbolehkan.

  9. Membuat pembagian kelompok belajar dalam rombongan belajar, tata letak ruangan dengan jarak minimal 1,5 meter, dan pengaturan lalu kintas satu arah di Lorong/koridor dan tangga.

Informasi selengkapnya mengenai aturan pembelajaran tatap muka (PTM) bisa dilihat dalam Surat Keputusan Bersama Empat Menteri (SKB 4 Menteri) di sini.

2. Persiapan yang Harus Dilakukan Untuk Memulai Sekolah Tatap Muka

Mematuhi protokol kesehatan merupakan aturan pertama yang wajib diikuti siapapun yang berada di sekolah. Sumber: Pexels
Mematuhi protokol kesehatan merupakan aturan pertama yang wajib diikuti siapapun yang berada di sekolah. Sumber: Pexels

Mematuhi protokol kesehatan merupakan aturan pertama yang wajib diikuti siapapun yang berada di sekolah. Sumber: Pexels

Sedianya, sebelum memberlakukan proses belajar mengajar tatap muka, sekolah harus terlebih dulu menyusun Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19. Kemudian para wali murid atau orangtua harus berkenan memberikan pernyataan kesediaan untuk anaknya mengikuti proses belajar mengajar tatap muka di sekolah.

Pihak penyelenggara sekolah juga wajib menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) dan mempersiapkan sarana serta prasarana pendukung, seperti hand sanitizer, wastafel dengan sabun, penyemprotan desinfektan secara berkala, serta ruang khusus bila terjadi kejadian indikasi COVID. Di samping yang utama adalah penyusunan jadwal belajar yang sistematis bagi para siswa sesuai jenjang kelasnya.

Kepatuhan dan ketertiban yang dilakukan bersama-sama secara tepat, diyakini menjadi kunci suskes belajar tatap muka di sekolah. Oleh karenanya, murid bersama guru wajib mengikuti aturan yang berlaku sebagai berikut:

1. Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Mematuhi protokol kesehatan merupakan aturan pertama yang wajib diikuti siapapun yang berada di sekolah. Salah satunya yakni memakai masker mulai dari keluar rumah menuju sekolah, selama berada di sekolah, hingga kembali pulang ke rumah. Masker yang dikenakan siswa harus masker kain nonmedis tiga lapis dan dua lapis yang di dalamnya dapat diisi tisu dan harus diganti setiap 4 jam.

2. Tetap Jaga Jarak

Sebab sekolah tatap muka tidak bisa berlangsung normal seperti sebelumnya, maka aturan kedua yang wajib dipenuhi adalah selalu menjaga jarak aman. Untuk itu, jarak antar meja di kelas minimal 1,5 meter dengan diberikan jalur khusus untuk akses masuk dan keluar kelas.

Mengenal Pendidikan di Indonesia, Sistem, dan Perkembangannya
Mengenal Pendidikan di Indonesia, Sistem, dan Perkembangannya

Tips Rumah Dan Apartemen

Mengenal Pendidikan di Indonesia, Sistem, dan Perkembangannya

3. Jangan Bertukar Alat Tulis dan Buku

Sarana penyebaran virus bisa berasal dari mana saja. Untuk itu, siswa tidak diperkenankan bertukar alat tulis maupun buku selama proses belajar mengajar. Di sinilah peran orangtua sangat penting dalam memastikan kelengkapan media belajar sebelum anak berangkat ke sekolah.

Tip Rumah

Sebelum berangkat ke sekolah, orangtua perlu memastikan anaknya sudah membawa seluruh perlengkapan belajar sehingga tidak ada risiko pinjam-meminjamkan barang.

4. Sering Cuci Tangan

Anjuran gemar cuci tangan sangat berlaku dalam proses belajar tatap muka. Untuk itu, pihak sekolah harus menyediakan wastafel berikut sabunnya. Termasuk memastikan anak didik untuk mencuci tangan sebelum masuk ke ruang kelas maupun saat pelajaran usai.

5. Membawa Bekal Sendiri

Aturan sekolah tatap muka mensyaratkan para murid untuk membawa bekal sendiri minimal air minum. Pasalnya jam istirahat ditiadakan termasuk juga larangan membuka kantin dan adanya pedagang di sekitar sekolah.

6. Dalam Kondisi Sehat

Siswa yang diperkenankan mengikuti sekolah tatap muka harus dalam keadaan sehat, dengan suhu tubuh di bawah 37,5 derajat celcius.

Belajar online maupun tatap muka sesungguhnya tetap bisa efektif tergantung pada bagaimana cara Anda sebagai orangtua menyikapinya. Sebab pada dasarnya anak tetap akan membutuhkan ruang untuk belajar di rumah. Tertarik untuk cari rumah dengan 3 kamar tidur di Kota Tangerang, cek daftarnya di sini!

7. Kelebihan Belajar di Sekolah Tatap Muka

Kelebihan sekolah tatap muka salah satunya interaksi antara guru dan murid bisa berlangsung lebih efektif. Sumber: Pexels
Kelebihan sekolah tatap muka salah satunya interaksi antara guru dan murid bisa berlangsung lebih efektif. Sumber: Pexels

Kelebihan sekolah tatap muka salah satunya interaksi antara guru dan murid bisa berlangsung lebih efektif. Sumber: Pexels

Setelah melaksanakan Belajar dari Rumah (BDR) selama berbulan-bulan, tentu ada rasa rindu dari para guru dan anak murid untuk kembali merasakan suasana belajar dalam kelas. Di lain sisi, banyak anggapan di masyarakat bahwa sekolah online kurang efektif. Sehingga harapan agar kebijakan sekolah tatap muka bisa segera berlaku sangat dinantikan berbagai pihak khususnya orangtua. Meski tetap juga ada kekhawatiran bahwa sekolah tatap muka bisa memicu masifnya penyebaran virus.

Jika dibandingkan dengan sekolah daring alias online, sekolah tatap muka memang memiliki kelebihannya sendiri, diantaranya:

  • Seluruh siswa dapat mengakses materi belajar yang sama tanpa terkendala

  • Beban orangtua bisa sedikit berkurang akibat penggunaan kuota internet yang cukup besar lantaran belajar daring.

  • Memininalisir terjadinya lost of learning (kehilangan pembelajaran) dan risiko psikososial terhadap anak-anak.

  • Anak-anak bisa kembali bersosialisasi dengan tetap mengikuti protokol kesehatan ketat.

  • Interaksi antara guru dan murid bisa berlangsung secara maksimal.

  • Guru bisa lebih mengawasi murid dalam mengikuti materi dan menyelesaikan tugas yang diberikan.

8. Bedanya Sekolah Tatap Muka dengan Sekolah Online

Sekolah tatap muka artinya proses belajar mengajar kembali dilakukan di sekolah, hanya saja dibatasi aturan sehingga prakteknya tidak bisa kembali normal. Sumber: Pixabay
Sekolah tatap muka artinya proses belajar mengajar kembali dilakukan di sekolah, hanya saja dibatasi aturan sehingga prakteknya tidak bisa kembali normal. Sumber: Pixabay

Sekolah tatap muka artinya proses belajar mengajar kembali dilakukan di sekolah, hanya saja dibatasi aturan sehingga prakteknya tidak bisa kembali normal. Sumber: Pixabay

Sekolah tatap muka dengan sekolah online tentu sangat jauh berbeda. Di mana jika sekolah online merupakan metode belajar berbasis teknologi, yang proses belajar mengajarnya dilakukan secara jarak jauh dari rumah masing-masing. Di Indonesia, pembelajaran online lebih akrab disebut dengan nama PJJ yang merupakan singkatan dari Pembelajaran Jarak Jauh. Pedoman mengenai PJJ sendiri tertuang dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020.

Sementara sekolah tatap muka artinya proses belajar mengajar kembali dilakukan di sekolah, hanya saja dibatasi aturan-aturan yang berlaku sehingga prakteknya tidak bisa kembali normal seperti sediakala. Salah satu aturannya adalah untuk kondisi kelas, pada tingkatan pendidikan dasar dan menengah harus menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal hanya ada 18 siswa di satu kelas. Siswa lainnya tetap belajar, hanya saja dilakukan dari rumah.

Selanjutnya untuk izin pembukaan sekolah tatap muka, sepenuhnya tergantung pemerintah daerah atau kantor wilayah Kementerian Agama. Peta zonasi wilayah dari Satuan Tugas Covid-19 tak lagi menentukan izin tersebut. Dengan kata lain, sekolah baik di daerah zona hijau, zona kuning, zona oranye, maupun zona merah boleh dibuka jika diizinkan oleh pemerintah daerah. Syaratnya mempertimbangkan kesiapan sekolah dan juga izin orang tua murid, demikian dilansir dari Indonesia.go.id.

Selain fasilitas pendidikan, akses transportasi umum menjadi pilihan membeli rumah. Simak dampak akses transportasi terhadap harga rumah video di bawah ini!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel