Memanas, Giliran Praveen Jordan Skak Mat BWF

Ridho Permana
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pebulutangkis Indonesia dipaksa mundur oleh panitia penyelenggaran All England Open 2021 dan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). Mereka diminta melakukan isolasi mandiri seperti yang disampaikan oleh National Health Service (NHS) Inggris.

Alasannya, rombongan Indonesia satu pesawat dengan seorang penumpang anonim yang dinyatakan positif COVID-19. Kabar ini sontak membuat publik Indonesia marah.

Kekecewaan dirasakan pemain ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan. Indonesia secara terang benderang dilakukan tidak adil.

"Saya dan teman-teman atlet Indonesia mengungkapkan rasa kecewa dan prihatin atas ketidakadilan yang diterima oleh tim Indonesia," ujar Praveen dikutip dari Instagramnya.

Ia pun menyampaikan kronologi lengkap apalagi yang dialami di sana. Berikut keterangan Praveen:

"Dengan kesempatan ini, saya ingin memberikan kronologi yang dialami oleh tim Indonesia.

1. Seluruh tim Indonesia yang berangkat ke Birmingham untuk mengikuti All England 2021 SUDAH melakukan 2x vaksin.

2. Seluruh tim Indonesia sudah mengikuti protokol kesehatan dan telah melakukan Swab PCR H-1 sebelum keberangkatan kami ke Birmingham.

3. Setelah kami tiba di Crowne Plaza Birmingham City Centre Hotel, seluruh tim Indonesia juga sudah mengikuti aturan dari BWF untuk melakukan Swab PCR. Sebelum All England dimulai, ada beberapa tim dari negara lain yang mendapatkan hasil positive dari Swab PCR awal. Namun, setelah dilakukan test ulang dan diperoleh hasil negative, mereka diperbolehkan mengikuti pertandingan.

4. Pada hari pertama (17 Maret 2021), saat sebagian pemain Indonesia sudah / sedang melangsungkan game dan ada juga yang masih menunggu match. Kami mendapatkan kabar ini, tim Indonesia (medis, physiotherapist, dan beberapa atlet yang sedang cooling down) dipaksa keluar dari arena untuk kembali ke hotel tanpa menggunakan akses yang disediakan.

5. Seperti yang telah diketahui dari berita yang beredar bahwa saat penerbangan tim Indonesia dari Istanbul menuju Birmingham terdapat salah satu penumpang yang terkena Covid-19. Ada tim dari Turkey yang satu pesawat juga dengan kami, tetapi pemain tersebut tetap bisa mengikuti pertandingan.

Hal ini mungkin tidak akan terjadi apabila @bwf.official menerapkan Sistem Bubble sebelum All England 2021 diselenggarakan.

#JUSTICEFORINDONESIANTEAM," tulisnya.

Praveen juga mempertanyakan ke BWF. Salah satunya apakah seluruh tim dari negara lain sudah melakukan vaksin. Apakah hasil swab PCR di Indonesia juga kurang terpercaya.

Sebelumnya, dalam sebuah postingan BWF menjelaskan panjang lebar. Pemain ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon pun langsung skak mat. Ia mempertanyakan kenapa tim bulutangkis lain yang sempat positif boleh test ulang.

"Mengapa tujuh positif dari Denmark, India dan Thailand dapat menguji ulang (test ulang), sementara kami semua negatif bahkan tidak dapat test ulang?," tulis Marcus Gideon di kolom komentar BWF.