Memantik Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Demak - Prihatin atas ekonomi rakyat yang kian terpuruk di masa pandemi Covid-19, Komunitas Rumah Kita (Koruki) bersama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Demak dan Forum Wartawan Online Demak (Forwonede) menyelenggarakan webinar dengan tema Sinergitas Kebijakan Ekonomi Pemerintah Pusat dan Daerah Hadapi Pandemi Covid-19, Senin (12/7/2021).

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fathan Subchi didapuk menjadi keynote speaker. Sementara narasumber bidang keuangan diwakili oleh Direktur Dana Transfer Umum DJPK, Adriyanto dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah, Pribadi Santoso.

Adapun dari pihak pemerintah daerah, panitia menggandeng narasumber Sekretaris Daerah Demak, Singgih Setyono, Sekretaris Daerah Kudus, Sam’ani Intakoris serta Sekretaris Daerah Jepara, Edy Sujatmiko. Dari elemen jurnalis, narasumber yang dihadirkan adalah Ketua PWI Jawa Tengah, Amir Machmud.

Webinar dibuka oleh Zayinul Fata, Wakil Ketua DPRD Demak dengan pancingan tentang kondisi ekonomi rakyat di bawah ancaman penyebaran Corona.

Acara yang dimoderatori oleh Unik Oke, seorang jurnalis senior asal Semarang ini digelar sekaligus sebagai bentuk transparansi beberapa kebijakan ekonomi pusat sekaligus paparan strategi dan langkah kebijakan daerah, khususnya Demak, Jepara dan Kudus yang sudah dilakukan selama pandemi Covid-19.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fathan Subchi mengajak semua stakeholder untuk melakukan peninjauan ulang terhadap asumsi makro terkait capaian target kenaikan pembangunan sebesar 5,5 persen.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Pengangguran Naik

Review perlu dilakukan mengingat kondisi masyarakat yang tengah terpuruk akibat keterbatasan ruang gerak selama pandemi Covid-19. Fathan Subchi juga menyebutkan tahun 2020 pengangguran terbuka makin naik, rakyat miskin naik dari 26,42 juta jiwa naik menjadi 27,5 juta jiwa.

Hal tersebut tentunya harus menjadi prioritas pertimbangan dalam pengambilan kebijakan bidang ekonomi oleh Pemerintah Indonesia.

Menurut Fathan, selama ini Komisi XI DPR RI mendiskusikan bagaimana stakeholder dan elemen terkait untuk meningkatkan pemasukan. Sebab di bawah bayang-bayang Covid-19, pendapatan makin berkurang dari target Rp1.600 triliun baru ada Rp1.200 triliiun.

Ini saatnya pemerintah pusat dan daerah bersinergi untuk mengolah skenario fiskal. Para stakeholder diajak untuk turut berperan aktif memberi masukan dan dukungan kepada legislatif dalam merumuskan undang-undang tentang KUB, pajak dan sumber pendapatan lain yang masih bisa ditingkatkan.

Fathan Subchi menegaskan, negara harus hadir dalam situasi pandemi. Bagaimana pun negara harus ikut memberikan perlindungan sosial bagi rakyatnya.

“Tidak boleh ada yang lapar tidak boleh ada yang tidak makan. Perlindungan sosial, subsidi kesehatan adalah prasyarat di mana negara harus hadir,” ungkap Fathan.

Fathan Subchi juga mengajak para wartawan agar sebisa mungkin menghindari berita-berita hoaks terkait kebijakan pemerintah selama masa pandemi Covid-19.

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel