Membahas evolusi kostum Batman dari _The Dark Night_ hingga _The Batman_

·Bacaan 5 menit
  <span class="attribution"><span class="source">IMDB</span></span>
IMDB

“Kostum yang bagus,” kata Jack Nicholson, pemeran Joker di film Batman tahun 1998 karya sutradara Tim Burton, mengomentari kostum Batman yang terbuat dari karet hitam gemerlap dengan dada yang menonjol dan telinga yang sangat runcing.

Kostum tersebut merupakan kostum Batman pertama yang pengunjung lihat saat memasuki pameran pameran Batman Legacy di Movie World, Gold Coast, Australia yang juga menampilkan tempat persembunyian Bruce Wayne, bat cave. Manekin yang memakai kostum Batman berdiri, dengan kepalan tangan, dan siap masuk ke dalam salah satu batmobile

Pameran tersebut diakui sebagai “pameran resmi Batman terbesar di Belahan Bumi Selatan.” Pameran tersebut menampilkan beberapa kostum Batman, kendaraan, alat peraga film, dan kostum lainnya dari film Batman dari 1989 hingga 2017.

Tokoh Batman pertama kali diperkenalkan kepada pembaca melalui buku komik pada tahun 1939, yang mungkin banyak yang tidak tahu bagaimana pahlawan super menjadi bagian besar dari budaya populer - dan seiring berjalannya waktu, pahlawan berjubah mulai mengikuti zaman. Hal ini terlihat dari perubahan kostumnya.

Berawal dari sederhana

Batman memulai debutnya pada tanggal 29 Maret di sebuah buku komik bernama Detective Comics dan popularitasnya membuatnya langsung diadopsi menjadi film serial berbudget rendah pada tahun 1943, yang kemudian diikuti oleh serial yang lebih panjang pada tahun 1949. Penggambaran awal setelan Batman kostum yang muncul adalah kain sederhana dengan estetika yang diisi oleh aktor kekar, yang sebagian besar ukurannya kurang pas.

Kekurangan ini terus muncul pada film Batman tahun 1960-an yang dibintangi Adam West. Ketika itu, karakter Batman digambarkan di layar dalam berwarna penuh untuk pertama kalinya. Penggambaran Batman dalam warna abu-abu muda dan biru ini sangat sesuai dengan kostum seperti yang terlihat dalam seri komik paralel pada masa itu, termasuk simbol kelelawar yang dipasang di dada dengan elips kuning, yang dilapisi baja berat dan seolah-olah bisa menjadi target tembakan (bukan kepala superhero).

Untuk beberapa penggemar, tampilan West sebagai Batman begitu melekat.

Kostum yang lebih gelap

Ketika film Batman karya Tim Burton muncul, kesan gelap begitu terlihat. Tampilan estetik yang menunjukkan nuansa yang lebih gelap dari seri komik The Dark Knight Returns pada awal dekade itu.

Pemilihan Michael Keaton sebagai Batman menimbulkan kontroversi pada saat itu, karena tubuh kecil yang dimiliki aktor komedi itu tidak mencerminkan tampilan kekar Bruce Wayne/Batman.

Ini diselesaikan dengan kinerja menakjubkan dari Keaton dan setelan kelelawarnya (dan semua setelan lainnya) yang menampilkan otot buatan yang dimasukkan ke dalam kostumnya – yang pada akhirnya mengubah Keaton menjadi sosok yang jauh lebih kekar. Aktor itu harus menanggung beban tambahan 40 kilogram karet ke berat badannya secara keseluruhan, dan jubahnya sendiri berbobot 18 kg.

Puting luar

Meskipun film Batman yang awal berhasil dengan baik di box office, Batman Returns yang diluncurkan pada tahun 1993 tidak mengalami hal yang sama, yang menyebabkan Joel Schumacher mengambil alih sebagai sutradara.

Batman Forever (1995) memiliki sentuhan yang lebih berwarna dan lebih ringan, yang tercermin dalam baju terusan yang dipakai oleh tokoh Riddler yang dimainkan oleh Jim Carrey, dan kostum yang dipakai karakter Two Face yang dimainkan oleh Tommy Lee-Jones.

Batman Forever juga memperkenalkan tokoh Robin. Robin dan Batman (yang diperankan oleh Val Kilmer) mengenakan setelan yang sangat bergaya yang semakin menonjolkan otot, dengan tambahan tambahan puting di kostumnya.

Penambahan puting tersebut menimbulkan tuduhan bahwa Schumacher yang gay terang-terangan memberi kesan homoerotik para pahlawan super. Dia membatah hal ini, menyatakan bahwa dia mencoba untuk membawa nuansa kuno klasik ke kostumnya. Pembuat tokoh Batman, Bob Kane, juga tidak menyukainya, seperti yang Jim Carey dengan Bob pernah berkata “Saya tidak pernah menaruh puting di kostum Batman. Siapa yang pernah mendengar tentang puting di Batsuit?”.

Film terakhir dari seri ini adalah Batman and Robin (1997), yang dihujat oleh kritikus kontemporer (terutama untuk beberapa close-up dada dan pantat yang banyak bermunculan dalam film) seperti penampilan aktor Batman baru, George Clooney, yang mengakui bahwa dia membunuh karakter Batman.

Kostum superhero Batman dan Robin telah berevolusi menjadi menyerupai tokoh pahlawan super yang terbuat dari plastik mengkilap dan berukuran besar, dan banyak kritik yang ditujukan pada film tersebut berkaitan dengan [pemasaran agresif yang berkaitan dengan segala mainan Batman] [(https://gamerant .com/batman-robin-best-toy-commercial/).]

Lire la suite: The Joker’s origin story comes at a perfect moment: clowns define our times

Tayang ulang yang menunjukkan otot

Serial reboot 2005 yang disutradarai oleh Christopher Nolan menampilkan aktor Christian Bale yang secara fisik mengubah dirinya sendiri menjadi Bruce Wayne yang besar, mencerminkan tokoh jutawan berotot yang ada di komik asli - tetapi juga membantu mempromosikan olahraga bodybuilding di era baru.

Di film superhero lainnya, aktor Hugh Jackman, Daniel Craig dan Robert Downey Jr. semuanya sama-sama memoles diri mereka untuk menggambarkan karakter masing-masing yang mereka perankan sebagai Wolverine, James Bond dan Ironman.

Kostum Batman yang ditampilkan di Batman vs. Superman (2016) dan Justice League (2017) di mana otot-otot menonjol menempel pada kostum mengambarkan karakter seperti dewa. Kostumnya dianggap “mengerikan”, kostumnya berat, dengan kesan mengancam, tanpa kenal ampun – dengan mewujudkan fisik maksimal Batman yang sangat mirip dengan penampilannya di serial Arkham tahun 2010 video game.

Batman yang sekarang

Meskipun tidak ditampilkan dalam pameran Batman Legacy, kostum Robert Pattinson di The Batman (2022) menunjukkan otot yang tidak terlalu besar.

Kostumnya disederhanakan menjadi motif sudut, topeng dan kerudungnya menampilkan tampilan khusus yang dijahit dengan tangan, sementara kostum tentara Riddler dan gaya gangster Penguin menandai gaya yang berbeda dari film Burton/Schumacher.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel