Membanggakan, Tram Baterai Buatan Anak Bangsa Mulai Diuji Coba

Dusep Malik
·Bacaan 2 menit

VIVAPT INKA pada 9-10 November 2020 telah melakukan pengujian prototipe tram baterai di jalur kereta api umum. Kereta berbahan bakar baterai tersebut dibuat oleh anak bangsa di pabriknya di Kota Madiun, Jawa Timur.

Dikutip dari Instagram PT INKA @pt_inka, pada Kamis 12 November 2020, dijelaskan bahwa uji coba tram baterai ini dilakukan pulang pergi dari Stasiun Madiun ke Stasiun Babadan.

Upaya yang dilakukan oleh PT INKA kali ini diketahui guna menguji perfomasi dari tram baterai sebelum dilakukan produksi secara massal.

Sesuai dengan namanya, tram baterai ini menggunakan baterai sebagai sumber energi satu-satunya di dalam kereta. Energi baterai tersebut digunakan untuk menggerakkan kereta sekaligus untuk menyalakan AC, kompresor, dan lampu penerangan.

"Karena menggunakan baterai, dalam operasionalnya tram ini tentu sangat ramah lingkungan dan dapat digunakan di daerah yang tidak terdapat jalur catenary atau listrik aliran atas," jelas PT INKA.

Adapun untuk satu set prototipe tram ini terdiri atas dua car, satu car dengan unit penggerak yang dilengkapi dengan baterai. Car lainnya adalah kereta penumpang yang dilengkapi dengan tempat duduk bagi para penumpang serta dilengkapi dengan pegangan tangan bagian atas untuk penumpang berdiri.

Sementara itu, waktu yang diperlukan dalam pengisian daya sampai penuh sekitar 3-4 jam. Dan untuk sekali pengisian daya, prototipe tram baterai ini mampu menempuh perjalanan hingga 25 kilometer.

Seperti diketahui, perusahaan pelat merah yang telah berdiri sejak 1981 itu adalah perusahaan yang menyediakan alat transportasi kereta api di dalam negeri. Perusahaan ini terus kebanjiran pesanan untuk memenuhi transportasi massal modern saat ini.

Bahkan, selain membuat kereta api untuk kebutuhan dalam negeri, PT INKA juga telah melakukan ekspor sejumlah gerbong kereta api ke beberapa negara di Asia, seperti ke Malaysia, Bangladesh, dan Filipina.

PT KAI menuturkan, pihaknya telah memproduksi kereta api dengan menggunakan 70 persen komponen dalam negeri. Adapun kereta-kereta baru yang telah dibuat PT KAI dapat dilihat saat ini seperti penyediaan LRT Jabodebek, hingga kereta api jarak jauh.

Dan terakhir PT INKA menandatangani kontrak dengan Republik Demokratik Kongo/DRC untuk pengerjaan proyek berskala besar berupa produksi kebutuhan transportasi kereta yang saat ini sedang dikembangkan negara di benua Afrika tersebut.