Membangkitkan ekonomi melalui industri olahraga

Pandemi COVID-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia selama 2 tahun lebih menyebabkan terhentinya berbagai kegiatan masyarakat yang mengumpulkan massa.

Pembatasan pergerakan hingga regulasi yang melarang orang berkumpul dalam jumlah besar terpaksa dilakukan sementara waktu untuk mengantisipasi penyebaran lebih banyak orang terpapar virus berbahaya tersebut.

Acara olahraga dalam berbagai skala juga menjadi salah satunya aktivitas yang terdampak langsung, mulai dari pendidikan, latihan klub, komunitas, hingga event-event yang lazimnya disesaki penonton.

Oleh karena itu banyak kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan olahraga pun tidak berjalan baik termasuk aktivitas produksi barang maupun jasa olahraga yang mendampak langsung terhadap para pelaku olahraga di dalamnya.

Kondisi kelam dunia olahraga di era pandemi itu juga memukul insan olahraga. Walaupun kemudian berkembang berbagai alternatif kegiatan daring untuk beberapa program latihan dan event-event, tetap saja tidak mampu menstimulasi stabilitas pertumbuhan industri olahraga pada saat itu hingga dampaknya dirasakan sampai kini.

Saat ini pandemi memang sudah mulai mereda dan berbagai kegiatan sudah mulai dilaksanakan, baik pendidikan, usaha, dan aktivitas lainnya.

Ibarat habis gelap terbitlah terang, insan olahraga pun seperti tergerak kembali untuk memulihkan dunia olahraga yang memiliki rembesan ekonomi cukup besar di berbagai lini itu.

Terlebih sebagaimana rumus baku sebelumnya bahwa olahraga selalu bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya para pelaku olahraga dan pelaku industri yang berkaitan dengan aktivitas olahraga lainnya.

Rantai pasok dalam industri olahraga begitu panjang dan melibatkan begitu banyak orang sehingga olahraga sejatinya bukan sekadar aktivitas fisik untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran, melainkan juga mendatangkan kesejahteraan ekonomi bagi sebuah bangsa.

Jadi olahraga bukan semata dapat memberikan kekuatan imun tubuh sehingga dapat mengendalikan virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh tetapi sekaligus mendatangkan penghasilan bagi insan-insan yang terlibat dalam rantai pasok industri di dalamnya.

Terjadi Perlambatan
Sejak pandemi terjadi, indeks pembangunan manusia (IPM) mengalami perlambatan yang berdampak terhadap kualitas kesehatan dan pengembangan sumber daya manusia lainnya.

Bahkan pada 2020, IPM hanya bertumbuh 0,03 persen. Fakta ini adalah suatu kondisi yang sangat memprihatinkan karena IPM juga akan berdampak optimalisasi masyarakat dalam peningkatan ekonomi bangsa.

Oleh karena itu aspek kesehatan dan kebugaran harus menjadi variabel penting untuk terus dikembangkan supaya berdampak positif pada pertumbuhan kualitas hidup manusia Indonesia.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan disebutkan bahwa olahraga mencakup tiga aspek yakni olahraga masyarakat (rekreasi), olahraga pendidikan, dan olahraga prestasi.

Ketiganya bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia. Di samping itu pembangunan nasional di bidang keolahragaan dilaksanakan secara terencana, sistematis, terpadu, berjenjang, dan berkelanjutan sehingga meningkatkan kesehatan dan kebugaran, memperluas akses olahraga, dan kesejahteraan para pelaku olahraga di dalamnya.

Potensi ekonomi dalam kegiatan tersebut juga sangat besar karena setiap orang pasti membutuhkan olahraga untuk meningkatkan kualitas hidupnya sesuai minat dan bakat.

Di Indonesia berkembang puluhan cabang olahraga dalam bentuk rekreasi, pendidikan, dan prestasi. Berbagai event besar dan bergengsi sering dilakukan di tingkat komunitas, klub, kabupaten/kota, provinsi, nasional, dan internasional yang banyak menyedot perhatian peserta dan penonton.

Dalam bidang jasa olahraga berbagai profesi bisa menjadi peluang terbukanya lapangan pekerjaan, baik sebagai pelatih, terapi olahraga, sports masseur, guru olahraga, manajemen olahraga, event organizer olahraga, dan lain-lain.

Namun realitas yang nampak berbagai kegiatan jasa olahraga ini masih dilakukan secara personal dan manajemen kecil, belum terkelola dalam bentuk perusahaan yang lebih besar dan profesional sehingga masih dipandang sebelah mata dalam dunia profesi.

Potensi industri jasa olahraga sebenarnya sangat besar karena hampir semua cabang olahraga membutuhkan pelatih yang profesional untuk menjadi fasilitator dalam program latihan baik dalam aktivitas rekreatif, pendidikan, dan prestasi.

Oleh karena itu harus didorong pengelolaan tumbuhnya lembaga pelatihan untuk mengembangkan pelaku olahraga khususnya pelatih.

Selain itu manajemen olahraga juga potensi yang sangat berpeluang cerah karena banyak para pelatih di masyarakat tidak dikelola dengan profesional oleh sebuah manajemen sehingga aspek pelayanan tidak terstandardisasi dengan baik serta tidak dapat mencakup kebutuhan pelatih di kalangan masyarakat.

Di bidang produk olahraga semua cabang juga membutuhkan berbagai sarana dan prasarana berupa baju olahraga sesuai cabang yang dijalaninya, peralatan, lapangan, dan komponen pendukung lainnya.


80 juta orang berolahraga rutin
Menurut riset yang dilakukan BPS tahun 2015, masyarakat yang secara rutin melakukan olahraga sebanyak 32,4 persen dari seluruh masyarakat Indonesia, artinya ada lebih dari 80 juta orang potensi pasar olahraga.

Apalagi kalau pemerintah menjadikan olahraga sebagai program prioritas dan budaya bangsa maka potensi ekonomi olahraga akan makin besar sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku olahraga serta UMKM yang terlibat di dalamnya.

Berbagai event olahraga yang dilaksanakan berbagai tingkatan baik komunitas, klub, kabupaten/kota, provinsi, nasional, dan internasional.

Seluruhnya melibatkan begitu banyak orang dan diikuti oleh peserta sebagai ajang silaturahim antarkomunitas, ajang uji coba, pendidikan, dan prestasi.

Event olahraga juga memiliki peluang ekonomi yang besar bagi pelaku olahraga dan UMKM di bidang kuliner, baju olahraga, dan peralatan pendukung olahraga lainnya.

Selain itu event-event tersebut juga dapat meningkatkan pelaku bisnis lainnya di bidang perhotelan, transportasi, dan wisata yang secara otomatis akan meningkatkan pendapatan bagi masyarakat sekitar dan pendapatan wilayah yang menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan olahraga tersebut.

Olahraga terbukti banyak memberikan dampak kemajuan sebuah bangsa seperti halnya Amerika Serikat, Inggris, Korea Selatan, dan China. Mereka secara serius mengelola olahraga menjadi potensi industri untuk meningkatkan kesejahteraan para pelaku olahraga dan kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan olahraga tersebut.

Korea Selatan mampu mengembangkan industri panahan dengan kebijakan menyiapkan puluhan sentra olahraga panahan di seluruh provinsi.

Dari cabang itu, Korsel dapat membuka pabrik-pabrik alat panahan untuk memenuhi kebutuhan peranti panahan yang dibutuhkan masyarakat dalam jumlah massal.

Maka Indonesia ke depan memerlukan harmonisasi tata kelola kegiatan olahraga di kalangan masyarakat dan berkolaborasi dengan dunia industri olahraga untuk memetakan potensi dunia olahraga sehingga olahraga kelak benar-benar mampu mendatangkan multiplier effect (efek berantai) bagi seluruh masyarakat.

Pengelolaan olahraga juga harus berjalan seimbang dengan pembinaan dan pengembangan olahraga rekreasi sebagai fondasi olahraga di tingkat masyarakat, olahraga di dunia pendidikan, dan olahraga prestasi.

Lembaga-lembaga cabang olahraga harus mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas para pelaku olahraga agar dapat berperan besar di kalangan masyarakat.

Pemerintah juga harus dapat menstimulasi pelaku industri jasa dan barang untuk terus mengembangkan dan kualitas produknya agar dapat diterima di kalangan masyarakat.

Fokus terhadap beberapa cabang olahraga potensial juga menjadi salah satu langkah konkret untuk mengembangkan industri olahraga di kalangan masyarakat melalui kampanye. Selain itu juga meningkatkan kapasitas pengelolaan manajemen olahraga serta membuka peluang industri yang berkaitan dengan kebutuhan cabang olahraga tersebut.

Alhasil, kebangkitan ekonomi melalui aktivitas industri olahraga bukan isapan jempol, melainkan bukti nyata tanda majunya bangsa Indonesia dalam waktu dekat ini.


*) Defrizal Siregar, S.Or.,AIFO-FIT adalah sports scientist, ahli Ilmu Faal Olahraga, pelaku industri olahraga/DSR Sports management, trainer olahraga nasional, penulis buku membidik karakter hebat, buku LTAD Panahan, dan Binpres PB Perpani.


Editor: Achmad Zaenal M