Membangun ketangguhan global hadapi bencana lewat GPDRR Bali

Untuk pertama kalinya, Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara Platform Global untuk Pengurangan Risiko Bencana (Global Platform for Disaster Risk Reduction/GPDRR), sekaligus negara pertama di Asia yang ditunjuk menjadi tuan rumah pertemuan global tersebut.

Sesi GPDRR ke-7 yang akan dilaksanakan pada 23-28 Mei mengambil tempat di Bali dan sekaligus mengukuhkan komitmen Indonesia yang kuat dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Komitmen Indonesia pun tertuang dalam Peraturan Presiden (PP) Nomor 87 Tahun 2020 tentang Rencana Induk Penanganan Bencana (RIPB) dalam kerangka untuk menuju Indonesia tangguh, baik dalam kebencanaan, perubahan iklim dan lainnya pada 2020-2044.

Komitmen lainnya adalah adanya alat ukur indeks risiko yang tertuang dan menjadi acuan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk mengukur kemampuan Indonesia menuju ketahanan menghadapi bencana, begitu pula dengan indikator kapasitas pemerintah daerah.

Selain itu, modal sosial menjadi penting sebagai kekuatan yang masih dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Penanganan bencana dilakukan di tingkat lokal dan nasional dengan pendekatan pentaheliks yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, tokoh masyarakat, sektor swasta, serta organisasi masyarakat sipil.

Ditambah lagi, Indonesia selalu berperan aktif dalam konferensi kebencanaan yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengurangan Risiko Bencana (UNDRR) sejak 2009.

Indonesia juga berperan aktif dalam perumusan Kerangka Kerja Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana (SFDRR), dan mendorong agar negara kepulauan menjadi entitas khusus yang harus diperhatikan dalam perumusan strategi pengurangan risiko bencana global.

GPDRR di Bali nanti diharapkan memberikan sejumlah hasil yakni konsolidasi inventarisasi kemajuan implementasi Kerangka Sendai oleh negara anggota dan pemangku kepentingan, dan pencapaian target terkait risiko bencana dari Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan, hingga praktik baik dalam mengelola COVID-19 dan memperkuat manajemen risiko wabah penyakit.

Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah GPDRR 2022 merupakan langkah memperkokoh Indonesia sebagai negara berpengalaman dalam penanggulangan bencana, menurut Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

"Dengan dipercayanya Indonesia sebagai tuan rumah forum internasional, menjadi momentum untuk memperkuat mitigasi, praktik terbaik pengurangan risiko bencana, termasuk penanggulangan bencana secara global dan nasional," kata Muhadjir.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan Indonesia sebagai tuan rumah GPDRR ke-7 akan memegang peranan penting karena akan merefleksikan kepercayaan komunitas internasional. Terlebih posisi Indonesia sebagai negara center of knowledge, sekaligus memajukan soft diplomacy dalam bidang kemanusiaan dan umum dalam risiko penanggulangan bencana.

Dengan menciptakan legasi dalam agenda pengurangan risiko kebencanaan global, Indonesia dapat dipercaya dan menjadi kepentingan untuk pendekatan secara bilateral, baik dengan negara-negara berkembang, maupun negara maju, kata Raditya.

Menurut dia, Rencana Induk Penanganan Bencana selama 25 tahun yang Indonesia miliki mungkin tidak dimiliki negara lain. Dengan begitu, dunia bisa belajar dari Indonesia bagaimana membangun resiliensi bangsa menuju 2045.

Baca juga: Pemerintah Indonesia dan PBB teken kerja sama pengamanan GPDRR
Baca juga: Utusan Khusus PBB apresiasi fasilitas peringatan dini tsunami di Bali

GPDRR di Bali

Tema besar GPDRR di Bali nanti adalah From Risk to Resilience: Towards Sustainable Development for All in a COVID-19 Transformed World, di mana hasil pertemuan itu sangat penting untuk menjadi masukan bagi pertemuan Mid Term Review yang akan diselenggarakan pada 2023, serta menjadi masukan implementasi Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Suharyanto mengatakan Pemerintah Indonesia dalam GPDRR 2022 mengajukan tema Memperkuat Kemitraan Menuju Ketangguhan Berkelanjutan.

Adapun sub-tema yang Indonesia usung antara lain, pertama, menghubungkan komitmen global, nasional ke lokal. Kedua, mempromosikan pentaheliks untuk pembangunan.

Ketiga, memperkuat perencanaan dan penganggaran untuk pengurangan risiko bencana. Keempat, inklusivitas dan kelima, inovasi dan teknologi dalam pengurangan risiko bencana.

Berkaitan dengan tema-tema tersebut, Suharyanto mengatakan Indonesia akan menunjukkan kearifan lokal pada upaya pengurangan risiko bencana dalam forum global tersebut.

Selain itu, BNPB terus menyempurnakan persiapan dalam menyambut para delegasi dari 193 negara yang akan menghadiri forum global di Bali tersebut, dengan mempersiapkan kisah-kisah baik berupa kearifan lokal dalam penanggulangan bencana yang masyarakat Indonesia miliki.

Menurut Suharyanto, modal sosial berupa kearifan lokal merupakan cerita yang dapat dipelajari para delegasi dunia pada program kunjungan lapangan. Dan kearifan lokal yang ingin ditunjukkan di sela-sela GPDRR 2022 merupakan bagian kehidupan masyarakat Bali yang juga dimanfaatkan sebagai upaya pengurangan risiko bencana.

Pemerintah Indonesia telah menyiapkan kunjungan lapangan pada tanggal 28 Mei 2022 ke lokasi-lokasi yang menampilkan capaian pengurangan risiko bencana di sektor pariwisata dan budaya di Bali, seperti Desa Penglipuran, Kintamani, Pura Besakih, Kertha Gosa, Uluwatu Garuda Wisnu Kencana, sekolah aman di Tanjung Benoa dan beberapa tempat lainnya.

Pemerintah Indonesia juga menyiapkan pameran dengan berbagai pemangku kepentingan Indonesia dalam satu narasi besar Rumah Resiliensi yang akan dilaksanakan di Bali Collection tanggal 23-28 Mei 2022. Pameran tersebut menampilkan capaian upaya pengurangan risiko bencana di Indonesia, serta didukung juga dengan pameran UMKM, kuliner, termasuk industrialisasi kebencanaan yang ada di Indonesia.

Selain itu, Suharyanto juga memastikan adanya kemudahan akses penyandang disabilitas dalam pertemuan global di Bali nanti. Panitia Nasional GPDRR 2022 juga memastikan Bali Nusa Dua Convention Center, hotel yang menjadi tempat menginap para delegasi, dan transportasi khusus untuk penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda sudah dipersiapkan dengan baik.

“Kami juga memastikan fasilitas untuk penyandang disabilitas akan dipermudah aksesnya, seperti taksi, informasi dengan huruf braile, akomodasi dan lainnya,“ ujar Suharyanto yang juga ditunjuk sebagai Wakil Ketua 1 Panitia Nasional GPDRR 2022.

Dalam puncak pertemuan GPDRR 2022 nanti, Presiden Indonesia Joko Widodo rencananya akan menyampaikan sambutan dan pernyataan resmi negara, atau sebagai pernyataan resmi bersama menteri dan pejabat pemerintah.

Indonesia akan menjadi pembicara, moderator maupun menyampaikan pernyataan pada sesi-sesi pertemuan menteri atau ministrial round table mid term review dalam penyelenggaraan SFDRR dan sesi tematik lainnya.

Baca juga: Indonesia tampilkan capaian pengurangan risiko bencana pada GPDRR 2022

Baca juga: Panitia GPDRR berupaya hadirkan Sekjen PBB

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel