Membangun Masjid Lewat Infak Durian

Merdeka.com - Merdeka.com - Masyarakat Desa Muaro Panco Barat dan Muaro Panco Timur berkumpul di masjid Agung Baitussalam, Merangin, Jambi Rabu pagi. Tumpukan ratusan durian berada di pelataran masjid. Wangi menyengat durian matang menyeruak ke sekitar.

Buah itu rencananya akan dijual ke pengepul. Uang saweran tersebut akan digunakan untuk membeli material bangunan masjid.

Warga berinisiatif menginfakkan hasil panen buah durian yang melimpah ruah untuk pembangunan masjid tersebut. Gerakan ini sudah biasa dilakukan warga. Menyumbangkan hasil panen demi kegiatan-kegiatan sosial.

Ketua pembangunan masjid Khalil Husaini sangat bersyukur masyarakat sudah melakukan gerakan Infak durian dalam pembangunan masjid dan gerakan indah durian dilakukan saat musim durian.

"Jadi hasil panen durian masyarakat khususnya desa Muaro Panco Barat dan desa Muaro Panco Timur dikumpulkan depan masjid serta hasil uang penjualan durian untuk melanjutkan pembangunan masjid," kata Khalil di Jambi, pada Rabu (14/9).

membangun masjid lewat infak durian
membangun masjid lewat infak durian

©2022 Merdeka.com

Sementara itu, Kepala Desa Muaro Panco Barat, Halib Mawardi mengatakan infak durian merupakan rasa persatuan masyarakat muara panco saat musim durian dan durian dikumpulkan merupakan hasil kebun para petani Muaro Panco.

"Durian dari hasil kebun petani yang diserahkan masyarakat kepada panitia masjid dan hasil dari penjualan buah durian diserahkan kepada panitia pembangunan masjid untuk melanjutkan pembangunan masjid Agung Baitussalam Desa Muaro Panco," jelas dia.

Rasa syukur dan menjadi wakaf jariah bagi orang-orang tua yang sudah meninggal dan diwakafkan ke masjid supaya mengalir terus pahalanya.

"Kalau untuk perhatian pemerintah dalam pembangunan masjid sudah ada mengingat pembangunan yang butuh dana cukup banyak akhirnya masyarakat mencari solusi dana dan salah satunya mengumpul buah durian setiap kali musim durian,"tuturnya.

Halib mengatakan, durian yang dikumpulkan dari masyarakat mencapai ribuan kemudian dijual kepada para pengepul durian dengan harga Rp 8.200 rupiah per biji durian.

"Kalau hasil penjualan mencapai jutaan juga dan uangnya untuk membeli bahan bangunan masjid," pungkasnya.

Reporter: Hidayat [ray]