Membedah Format Baru Liga Champions: Apa Sih yang Baru dan Bagaimana Nasib Klub Liga Super Eropa?

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Di tengah-tengah kisruh pembentukan Liga Super Eropa, UEFA mengumumkan format baru Liga Champions, Senin (19/4/2021). Ada banyak hal baru dalam format ternyata Liga Champions itu.

Dunia sepak bola mendadak gaduh. UEFA sebagai induk organisasi sepak bola Eropa, langsung menyetujui reformasi Liga Champions, di antaranya mengubah format dan menambah jumlah tim.

UEFA adalah satu dari sekian badan pengatur utama dalam sepak bola yang menentang pembentukan Liga Super Eropa. Mereka menyebut turnamen tersebut sebagai perusak sepak bola.

Liga Super Eropa akan digelar secara terpisah sehingga akan membentuk lingkaran elitis dan mengubah lansekap olahraga seperti yang kita kenal. Selain itu, liga domestik seperti Liga Inggris dan La Liga sama-sama telah merilis pernyataan resmi yang mengutuk pembentukan turnamen semacam itu.

Ide bakal diubahnya format Liga Champions sejatinya bukan hal baru. Namun, UEFA baru saja membuat pengumuman resmi pada Senin malam WIB. Pengumuman disampaikan langsung Presiden UEFA, Alexander Ceferin.

"Format yang berkembang ini akan tetap menghidupkan impian tim mana pun di Eropa untuk berpartisipasi dalam Liga Champions UEFA," ucap Ceferin.

Lantas, apa saja yang baru pada format Liga Champions yang baru saja diumumkan? Simak di bawah ini ya.

Jumlah Kontestan

Penyerang Bayern Munchen, Kamerun Eric Maxim Choupo-Moting (kiri) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang PSG pada pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions di Parc des Princes stadium, Paris, Selasa (14/4/2021). PSG menang agregat atas Munchen 3-3. (AFP/Franck Fife)
Penyerang Bayern Munchen, Kamerun Eric Maxim Choupo-Moting (kiri) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang PSG pada pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions di Parc des Princes stadium, Paris, Selasa (14/4/2021). PSG menang agregat atas Munchen 3-3. (AFP/Franck Fife)

Saat ini, Liga Champions diikuti oleh 32 klub pada fase grup. Format ini sudah dipakai pada era Liga Champions, sebelumnya memakai format Piala Champions.

Berdasarkan pada format baru yang disampaikan Ceferin, bakal ada perubahan peserta putaran final Liga Champions. Nantinya, ada 34 klub yang akan bersaing setelah babak kualifikasi.

Liga Champions musim 2021/2022 atau musim depan, masih akan memakai format lama. Turnamen paling elite di Eropa ini akan tetapi diikuti 32 klub pada fase grup.

Kapan format baru akan dimulai?

Bek Real Madrid Raphael Varane dan gelandang Atalanta Mario Pasalic berebut bola pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Estadio Alfredo di Stefano, Rabu (17/3/2021) dini hari WIB. Real Madrid mengalahkan Atalanta 3-1 dan lolos ke perempat final dengan agregat 4-1. (AP Photo/Bernat Armangue)
Bek Real Madrid Raphael Varane dan gelandang Atalanta Mario Pasalic berebut bola pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Estadio Alfredo di Stefano, Rabu (17/3/2021) dini hari WIB. Real Madrid mengalahkan Atalanta 3-1 dan lolos ke perempat final dengan agregat 4-1. (AP Photo/Bernat Armangue)

Berdasarkan penjelasan Ceferin, format baru akan mulai diterapkan pada Liga Champions edisi musim 2024/2025 yang akan datang.

Sementara, pertandingan akan tetap dimainkan pada tengah pekan.

Perubahan Sistem Gol

Gelandang Manchester United, Nemanja Matic, berebut bola dengan pemain RB Leipzig, Emil Forsberg, pada laga Liga Champions di Stadion Old Trafford, Kamis (29/10/2020). MU menang dengan skor 5-0. (AP/Dave Thompson)
Gelandang Manchester United, Nemanja Matic, berebut bola dengan pemain RB Leipzig, Emil Forsberg, pada laga Liga Champions di Stadion Old Trafford, Kamis (29/10/2020). MU menang dengan skor 5-0. (AP/Dave Thompson)

Saat ini, 32 tim yang ambil bagian pada fase grup Liga Champions dibagi menjadi delapan grup. Masing-masing grup berisi empat tim yang memperebutkan dua tiket ke babak 16 Besar.

Pada format baru, pembagian grup akan dihilangkan.

Setiap tim akan memainkan paling tidak 10 laga di tahap awal melawan 10 tim berbeda [lima laga tandang, lima laga kandang]. Format ini berbeda dengan yang saat ini berlaku.

Delapan tim teratas di klasemen akan otomatis lolos ke babak 16 Besar. Sedangkan, tim yang berada di posisi ke-9 sampai 24 akan menjalani babak play-off dengan sistem dua leg untuk bisa tampil di babak 16 Besar.

Siapa Lolos ke Liga Europa?

Gelandang Borrusia Dortmund, Jude Bellingham membawa bola dari kawalan gelandang Manchester City, Rodrigo pada pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions di stadion Signal Iduna Park, Jerman (15/4/2021). The Citizens unggul agregat 4-2 atas Dortmund. (AP Photo/Martin Meissner)
Gelandang Borrusia Dortmund, Jude Bellingham membawa bola dari kawalan gelandang Manchester City, Rodrigo pada pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions di stadion Signal Iduna Park, Jerman (15/4/2021). The Citizens unggul agregat 4-2 atas Dortmund. (AP Photo/Martin Meissner)

Pada format yang diterapkan saat ini, klub yang berada di posisi ketiga fase grup masih berhak tampil di kompetisi Eropa. Mereka akan 'degradasi' ke Liga Europa dan otomatis berlaga di babak 32 Besar.

Bagaimana di format baru nanti?

UEFA juga memberlakukan format baru Liga Europa. Nantinya, setiap klub memainkan delapan laga di fase awal. UEFA juga akan menggelar Europa Conference League dengan enam laga di fase awal.

Bagaimana Nasib Klub-klub Liga Super Eropa?

Chelsea - The Blues memastikan langkah ke semifinal Liga Champions usai mengalahkan FC Porto dengan agregat 2-1. Di leg pertama Chelsea menang 2-0 atas The Dragon sedangkan pada leg kedua The Blues tumbang 0-1. (AP/Angel Fernandez)
Chelsea - The Blues memastikan langkah ke semifinal Liga Champions usai mengalahkan FC Porto dengan agregat 2-1. Di leg pertama Chelsea menang 2-0 atas The Dragon sedangkan pada leg kedua The Blues tumbang 0-1. (AP/Angel Fernandez)

Ceferin menebar ancaman klub yang tampil di ESL tidak boleh ambil bagian di Liga Champions. UEFA juga akan meminta liga domestik memberi sanksi. Pemain akan mendapat sanksi dilarang membela tim nasional.

Sejauh ini, belum ada sanksi resmi yang dijatuhkan UEFA seperti yang diwacanakan Ceferin.

Klub-klub ESL nampaknya tidak akan ambil bagian di Liga Champions. Esensi dari ESL secara sederhana bisa diartikan sebagai format baru atau Liga Champions tandingan dari yang digelar UEFA.

Lalu, bagaimana nasib tiga klub yang menggagas ESL di Liga Champions musim 2020/2021?

Sekali lagi, UEFA belum membuat putusan resmi soal sanksi klub-klub ESL. Namun, beredar wacana jika posisi Real Madrid, Chelsea, dan Manchester City di babak semifinal akan digantikan tim lain atau PSG yang menjadi juara.

Florentino Perez, Presiden ESL, menjamin bahwa tiga tim akan tetapi menyelesaikan dan tidak bisa dicoret dari Liga Champions musim 2020/2021. "Itu tidak akan terjadi, hukum melindungi kita. Ini tidak mungkin," tegas Perez.

Sumber: Goal International

Disadur dari: Bola.net (Penulis Asad Arifin, published 20/4/2021)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini