Membedah Kekuatan Lini Tengah Persik di Liga 1 dengan Kehadiran Gelandang Asal Brasil

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Kediri - Lini tengah Persik Kediri diyakini makin solid dengan kehadiran Dionatan Machado. Gelandang asal Brasil ini digadang-gadang akan jadi kunci sektor vital klub berjuluk Macan Putih di Liga 1 2021/2022.

Berdasar profil Machado, pemain ini bisa menjalankan multiperan sebagai playmaker, gelandang bertahan sekaligus menyerang.

"Saya memang butuh gelandang serba bisa untuk memperkuat lini tengah Persik. Semoga semua asa itu ada pada diri Machado," kata Joko Susilo.

Kedatangan Machado membuat persaingan lini vital Persik makin kompetitif. Pasalnya, di sektor ini sudah dihuni Adi Eko Jayanto, Eka Sama Adi, Bayu Otto, Agung Setiabudi, Jordan Zamorano, Yusuf Meilana Fuad, dan pemain naturalisasi, Sackie Teah Doe.

Selama persiapan, para gelandang Persik terlihat minim kreativitas karena lini tengah tak ada sosok pengatur irama permainan dan alur bola.

Sehingga Joko Susilo sering menerapkan permainan bola-bola panjang untuk menekan pertahanan lawan. Pola ini banyak mendapatkan kritikan dari pendukung Persik Kediri karena terlihat monoton dan kurang enak ditonton.

Bila Machado benar-benar punya kualitas seorang playmaker, Joko Susilo akan lebih mudah memakai sistem permainan di kompetisi mendatang.

Persaingan Sengit

Sackie Teah Doe, gelandang naturalisasi Persik Kediri, dapat pesaing dari Brasil, Dionatan Machado pada Liga 1 2021/2022. (Bola.com/Gatot Susetyo)
Sackie Teah Doe, gelandang naturalisasi Persik Kediri, dapat pesaing dari Brasil, Dionatan Machado pada Liga 1 2021/2022. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Soal persaingan internal pemain bakal sengit. Jika tenaga Machado sangat dibutuhkan Joko Susilo, tujuh gelandang lainnya harus berebut dua atau tiga slot yang masih tersisa. Tergantung pola yang akan diterapkan Joko Susilo dengan berapa gelandang yang harus dimainkan.

Sebelum Machado tiba di Kediri, pelatih yang akrab disapa Getuk ini sudah berani mencadangkan Sackie Teah Doe pada beberapa laga uji coba. Artinya, Getuk bersikap objektif untuk menurunkan pemainnya.

"Intinya siapa paling siap, pemain itulah yang saya turunkan. Tak peduli dia asing, naturalisasi, atau lokal. Saya memberi kesempatan sama kepada semua pemain. Faktor lain, tentu saya akan turunkan pemain yang sesuai pola permainan," tuturnya.

Joko Susilo mengaku bersyukur manajemen Persik Kediri telah mengontrak Machado. Sekarang dia punya banyak alternatif pemain yang bakal dioptimalkan di kompetisi nanti.

"Saya kira komposisi di lini tengah sudah terpenuhi. Tiap pos gelandang minimal ada dua pemain yang akan bersaing untuk jadi starter. Berikutnya tergantung si pemain, apakah mereka siap bersaing atau tidak," ujarnya.

Video

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel