Membedah Para Pelatih di Grup B Piala AFF 2020: Siapa Bakal Merepotkan Timnas Indonesia Asuhan Shin Tae-yong?

·Bacaan 7 menit

Bola.com, Jakarta - Kurang dari satu bulan lagi Timnas Indonesia akan berlaga di Piala AFF 2020. Bergabung di Grup B, tim asuhan Shin Tae-yong itu akan menghadapi tim-tim yang tidak mudah ditaklukkan dengan arsitek tim yang juga tak boleh diremehkan. Siapa saja yang akan beradu taktik dengan Shin Tae-yong di Piala AFF 2020 nanti?

Timnas Indonesia kini telah memulai persiapan menuju Piala AFF 2020. Shin Tae-yong memanggil 26 pemain untuk menjalani pemusatan latihan di Jakarta dan berlanjut di Turki. Rencananya di Turki nanti Tim Garuda akan menjalani dua laga uji coba, menghadapi Afghanistan pada 16 November, dan Myanmar pada 25 November 2021.

Setelah pemusatan latihan di Turki selesai, Timnas Indonesia akan langsung terbang ke Singapura, tuan rumah Piala AFF 2020, untuk melakukan karantina sebelum menjalani turnamen yang dimulai pada 5 Desember 2021.

Namun, Timnas Indonesia baru akan memulai kiprahnya di Piala AFF 2020 dengan menghadapi Kamboja di Bishan Stadium pada 9 Desember 2021. Setelah itu Laos akan menjadi lawan kedua Tim Garuda pada 12 Desember 2021.

Setelah melewati dua lawan pertamanya itu, Timnas Indonesia akan menjalani dua laga yang di atas kertas lebih sulit dari dua laga awal. Vietnam menjadi lawan ketiga Tim Garuda pada 15 Desember, dan kemudian pertandingan kontra Malaysia pada 19 Desember 2021.

Bicara kekuatan empat tim lawan Timnas Indonesia, tentu semua tak hanya sebatas melihat bagaimana kiprah mereka dalam beberapa laga terakhir atau melihat peringkat FIFA. Kehadiran para arsitek tim dengan pemikiran dan strateginya masing-masing, bisa menjadi sebuah tantangan tersendiri.

Siapa saja yang akan menjadi lawan adu strategi Shin Tae-yong di babak grup Piala AFF 2020 nanti? Bagaimana Timnas Indonesia akan menghadapi empat tim lawan di fase grup itu.

vidio:Tegasnya Shin Tae yong Saat Pemain Timnas Indonesia Latihan Passing

Ryu Hirose (Kamboja)

Timnas Kamboja latihan perdana di bawah arahan Keisuke Honda. (Bola.com/Dok. AFF Suzuki Cup)
Timnas Kamboja latihan perdana di bawah arahan Keisuke Honda. (Bola.com/Dok. AFF Suzuki Cup)

Kamboja menjadi lawan pertama Timnas Indonesia di Piala AFF 2020. Tim Garuda akan menghadapi tim yang diasuh oleh pelatih asal Jepang, Ryu Hirose.

Hirose merupakan mantan pesepak bola era 1980-an yang menjadi pelatih Kamboja bersama dengan Keisuke Honda yang kini berstatus sebagai General Manager Timnas Kamboja. Hirose punya pengalaman melatih tim-tim muda dan universitas di Jepang, Korea Selatan, China, dan Thailand.

Dari lima pertandingan internasional yang dijalani Kamboja sejak ditangani Hirose, Kamboja mengalami kekalahan pada tiga laga pertama mereka, yaitu di Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia pada Juni 2021.

Setelah itu, dalam dua laga terakhir, Kamboja meraih kemenangan, yaitu dalam dua leg pertandingan play-off Kualifikasi Piala Asia 2023, seperti yang dijalani Timnas Indonesia pada Oktober lalu. Jika Indonesia mengalahkan Chinese Taipei, Kamboja sukses mengalahkan Guam, masing-masing dengan skor tipis 1-0 dan 2-1.

Namun, melihat kualitas pelatih yang dimiliki Kamboja ini, dengan pengalamannya menangani tim-tim universitas dan tim muda, Shin Tae-yong jelas punya kualitas yang lebih baik. Jika melihat kualitas kedua pelatih, sepertinya Timnas Indonesia lebih berpeluang untuk meraih kemenangan.

V. Selvaraj (Laos)

Gelandang Timnas Indonesia U-22, Evan Dimas, terjepit saat melawan Laos U-22 pada laga SEA Games 2019 di Stadion City of Imus Grandstand, Manila, Kamis (5/12). Indonesia menang 4-0 atas Laos. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Gelandang Timnas Indonesia U-22, Evan Dimas, terjepit saat melawan Laos U-22 pada laga SEA Games 2019 di Stadion City of Imus Grandstand, Manila, Kamis (5/12). Indonesia menang 4-0 atas Laos. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Laos akan menjadi lawan kedua Timnas Indonesia di Piala AFF 2020. Tim ini dilatih seorang pelatih asal Singapura, V. Selvaraj. Pelatih ini merupakan mantan pemain nasional Singapura pada era 1995 hingga 2003, yang artinya seangkatan Widodo C. Putro dan Kurniawan Dwi Yulianto.

Bicara soal pengalaman melatih, pria berusia 52 tahun ini tak punya banyak pengalaman. Ia tercatat hanya pernah menangani dua klub Singapura, Warriors dan Garena Young Lions, sebelum menangani Laos.

Mantan penyerang Timnas Singapura ini baru ditunjuk menangani tim senior Laos pada tahun ini, tepatnya pada Oktober 2021, setelah sebelumnya lebih dulu menangani Laos U-23 sejak 2020 lalu. V. Selvaraj menggantikan V. Sundramoorthy yang naik level menjadi Direktur Teknik Timnas Laos.

Dengan fakta sang pelatih baru saja menangani Timnas Laos mulai 15 Oktober 2021 lalu, belum ada pertandingan internasional yang dijalani Laos hingga saat ini. Namun, bisa diyakini bahwa sang pelatih akan membawa sejumlah pemain Timnas Laos U-23 ke tim senior di Piala AFF 2020 nanti.

V.Selvaraj juga baru saja menemani Timnas Laos U-23 menjalani tiga laga Piala Asia U-23 2020 pada 25 hingga 31 Oktober lalu, di mana mereka kalah 0-1 dari Malaysia dan 0-2 dari Thailand, serta menang 3-2 atas Mongolia.

Kondisi ini bisa membawa dua hal berlawanan untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 nanti. Tim Garuda bisa saja kesulitan untuk menebak permainan Laos di bawah asuhan pelatih Singapura itu, atau justru mampu dengan mudah menerapkan strategi Shin Tae-yong untuk meraih kemenangan.

Park Hang-seo (Vietnam)

Pelatih Timnas Vietnam, Park Hang-seo, bersama skuatnya jelang melawan Laos di Piala AFF 2018. (Bola.com/Dok. AFF Suzuki Cup)
Pelatih Timnas Vietnam, Park Hang-seo, bersama skuatnya jelang melawan Laos di Piala AFF 2018. (Bola.com/Dok. AFF Suzuki Cup)

Duel strategi antara dua pelatih Korea Selatan akan tersaji ketika Timnas Indonesia menghadapi Vietnam di laga ketiga Piala AFF 2020. Shin Tae-yong akan beradu strategi dengan kompatriotnya, Park Hang-seo.

Pertandingan ini bisa jadi menjadi yang tersulit bagi Timnas Indonesia di Piala AFF 2020. Pasalnya, Park Hang-seo merupakan pelatih yang sudah membimbing Vietnam naik level dalam beberapa tahun terakhir.

Park Hang-seo telah membentuk Vietnam menjadi tim yang kuat sejak 2017, berawal dari menangani Timnas Vietnam U-23 saat itu. Meski awalnya sempat mendapatkan kritik pada awal karier kepelatihannya bersama Vietnam, nyatanya Park Hang-seo telah mengantarkan Vietnam menjadi tim yang luar biasa.

Park Hang-seo membawa Timnas Vietnam U-23 menjadi runner-up Piala AFC U-23 2018 dan mencapai semifinal Asian Games 2018. Setelah itu, Park Hang-seo membawa Timnas Vietnam senior menjuarai Piala AFF 2018, yang artinya di Piala AFF 2020 ini, tim asuhan Park Hang-seo itu berstatus sebagai juara bertahan.

Tidak sampai di situ saja, pada 2019 lalu Park Hang-seo membawa Timnas Vietnam U-22 meraih medali emas SEA Games 2019 Filipina setelah sukses mengalahkan Timnas Indonesia U-22 asuhan Indra Sjafri di babak final.

Pertemuan Shin Tae-yong dan Park Hang-seo sebagai arsitek tim sudah terjadi sejak 5 Mei 2019 di kompetisi domestik Korea Selatan. Kedua pelatih hingga saat ini sudah tercatat 12 kali bertemu dengan tim-tim yang pernah mereka tangani, termasuk yang terakhir bersama Timnas Indonesia dan Vietnam pada Juni 2021 lalu.

Kala itu, Park Hang-seo membawa Vietnam meraih kemenangan telak 4-0 atas Timnas Indonesia di laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Namun, saat itu Shin Tae-yong memang masih menguji skuad yang dimilikinya.

Artinya, Park Hang-seo dan tim asuhannya tidak akan bisa mendapatkan hasil yang sama ketika bertemu lagi dengan Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 mendatang. Shin Tae-yong telah memberikan gaya permainan baru ke Tim Garuda yang dipastikan bisa menyulitkan Vietnam di Piala AFF nanti.

Tan Cheng Hoe (Malaysia)

Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, saat melawan Indonesia pada laga kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Kamis (5/9). Indonesia takluk 2-3 dari Malaysia. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, saat melawan Indonesia pada laga kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Kamis (5/9). Indonesia takluk 2-3 dari Malaysia. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Tan Cheng Hoe akan menjadi lawan adu strategi terakhir Shin Tae-yong di fase grup Piala AFF 2020 nanti. Tan sudah menangani Malaysia sejak 7 Desember 2017.

Pelatih yang satu ini boleh dibilang memiliki akar sepak bola Malaysia yang begitu mendalam. Dalam karier manajerialnya, tim nasional Malaysia dari berbagai kelompok usia pernah diasuhnya, mulai dari U-19, U-23 hingga senior.

Ia pernah menangani Timnas Malaysia pada 2009 hingga 2013 sebagai asisten dari Rajagopal dan kemudian berlanjut lagi pada 2017 hingga saat ini. Tan membimbing Malaysia menuju Piala AFF 2018, di mana mereka mencapai final dan menjadi runner-up.

Sepanjang 2021 ini, Timnas Malaysia asuhan Tan Cheng Hoe sudah menjalani delapan pertandingan, dan hanya satu kali meraih kemenangan. Hasil positif itu datang saat Malaysia menang 1-0 atas Thailand pada laga terakhir mereka di Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia pada Juni 2021.

Setelah itu, Malaysia mengalami dua kekalahan dalam laga persahabatan internasional pada Oktober lalu, di mana itu juga menjadi bagian dari persiapan menuju Piala AFF 2020. Malaysia kalah telak 0-4 dari Yordania dan 1-5 dari Uzbekistan.

Tan Cheng Hoe belum pernah berhadapan langsung dengan Shin Tae-yong, meski pelatih Malaysia itu sudah pernah menghadapi Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia ketika masih ditangani oleh Simon McMenemy. Timnas Indonesia kalah 2-3 dari Malaysia di Jakarta dan 0-2 di Kuala Lumpur.

Namun, duel antara Malaysia dan Timnas Indonesia di laga terakhir Grup B Piala AFF 2020 nanti akan menjadi duel pertama Tan Cheng Hoe dengan Shin Tae-yong. Harapannya, Shin Tae-yong bisa menghentikan catatan apik Tan Cheng Hoe saat membawa Malaysia menang atas Indonesia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel