Membongkar Insiden Jatuhnya Rudal di Polandia di Tengah Perang Rusia-Ukraina

Merdeka.com - Merdeka.com - Sejumlah pertanyaan penting masih belum terjawab tentang insiden rudal yang mendarat di Polandia hingga menewaskan dua warga sipil kemarin. Peristiwa itu kian memperpanas konflik yang terjadi antara Rusia dengan Ukraina saat ini.

Pertanyaan terbesar adalah siapa yang menembakkan rudal itu.

Peristiwa serangan rudal itu terjadi seiring Rusia melancarkan serangkaian serangan rudal ke Ukraina. Namun Moskow membantah telah melepaskan rudal ke Polandia.

Dari mana rudal itu berasal?

Jawabannya belum jelas. Tapi kemungkinan paling besar rudal itu bukan ditembakkan dari posisi tentara Rusia.

Dalam penyelidikan soal ini, informasi seperti data radar, nomor seri amunisi dan petunjuk lain dari lokasi jatuhnya rudal bisa memberikan kesimpulan, tapi analisisnya membutuhkan waktu.

Dilansir dari laman CNN, Rabu (16/11), Presiden Amerika Serikat Joe Biden kemarin mengatakan "kecil kemungkinan" rudal yang menewaskan dua warga sipil di negara sekutu NATO itu berasal dari Rusia.

Presiden Polandia Andrzej Duda juga menuturkan rudal itu kemungkinan ditembakkan oleh pasukan Ukraina untuk membendung rangkaian serangan rudal Rusia. Insiden itu tampaknya tidak disengaja.

"Tidak ada tanda-tanda ini adalah serangan yang disengaja ke Polandia. Kemungkinan besar itu adalah rudal buatan Rusia S-300," kata Duda dalam cuitannya di Twitter kemarin. Dia kemudian mengatakan dalam jumpa pers, sangat mungkin insiden itu adalah rudal pertahanan udara Ukraina yang jatuh di wilayah Polandia untuk mencegat rudal yang datang dari pasukan Rusia.

Komentar Duda ini sejalan dengan keterangan dua pejabat AS yang menyelidiki kasus ini. Dua pejabat As itu mengatakan kepada CNN, rudal itu asalnya dari Ukraina meski buatan Rusia.

Tipe rudal apa yang mendarat di Polandia itu?

membongkar insiden jatuhnya rudal di polandia di tengah perang rusia-ukraina
membongkar insiden jatuhnya rudal di polandia di tengah perang rusia-ukraina

CNN tidak bisa memastikan rudal tipe apa yang mendarat di Polandia itu. Baik pasukan Rusia dan Ukraina masing-masing memakai amunisi buatan Rusia dalam konflik yang sudah berlangsung selama sembilan bulan ini, termasuk rudal S-300 yang dikerahkan Kiev sebagai bagian dari pertahanan udara. Senjata tua ini berasal dari masa ketika Rusia dan Ukraina masih jadi bagian dari Uni Soviet.

Rudal yang diperkenalkan pada 1979 di masa Perang Dingin itu dibuat untuk melumpuhkan serangan rudal musuh yang menyasar infrastruktur atau markas militer. Sejumlah varian anyarnya dibuat untuk menghantam rudal balistik juga.

Rudal itu sepenuhnya otomatis meski ada mekanisme untuk membuatnya bisa dioperasikan secara manual. Daya jangkau rudal itu bergantung pada sistem apa yang dipakai, tapi rudal standar 48N6 bisa menghantam target yang berjarak lima sampai 150 kilometer.

Sistem rudal dan varian terbarunya ini dipakai oleh Rusia dan Ukraina juga sejumlah negara Eropa lainnya seperti Belarusia, Bulgaria, dan Yunani.

Versi lebih baru dari rudal S-300 disebut-sebut setara dengan sistem rudal Patriot buatan AS.

Dalam operasi militernya di Ukraina, Rusia menggunakan sistem S-300 untuk menghantam target di darat. Di saat yang sama Ukraina juga memakai sistem yang sama untuk pertahanan udara.

Sengaja atau tidak sengaja?

Pernyataan dari pihak Polandia tidak menyebut serangan itu sebagai aksi sengaja menyasar sebuah target, kesalahan teknis atau rudal itu jatuh karena dihantam rudal dari pertahanan Ukraina.

Polandia dan NATO juga menyebut kejadian itu dengan "insiden tragis", bukan serangan sengaja dari Rusia.

Jika Rusia sengaja menyerang Polandia maka itu bisa memicu aliansi 30 negara NATO terlibat dalam konflik ini. [pan]