Membongkar Kejanggalan Pecatur Tamu Podcast Deddy Corbuzier

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ahli IT yang juga master catur nasional, Heri Darmanto membeberkan kejanggalan dari akun Dewa Kipas. Sosok yang mengaku kena banned oleh laman Chess.com karena memiliki rekam jejak pertandingan luar biasa. Kemudian dia tampil menjadi bintang tamu podcast Deddy Corbuzier.

Heri memberi penjelasan terkait banned yang dialmi oleh Dewa Kipas. Menurut dia, hal itu sangat wajar, terlebih jika melihat data statistik pria yang belakangan diketahui bernama Dadang Subur tersebut.

Heri yang sudah lama mengetahui sistem Chess.com merasa janggal jika Dewa Kipas merasa dicurangi. Karena layanan ini sudah lama ada dan diverifikasi oleh sejumlah Grand Masters dunia.

Proses mereka dalam melakukan banned pun dipastikan tidak bakal serampangan. Justru setiap harinya dalam game tersebut ratusan akun kena banned akibat melakukan kecurangan.

"Layanan ini profesional, jadi tidak akan mempertaruhkan nama baik dengan banned pemain secara serampangan. Jadi mereka pasti sudah mempertimbangkan kepada akun yang melanggar," kata Heri dalam konferensi pers bersama PB Percasi.

"Tiap hati rata-rata 500-an akun Chess.com di banned karena kecurangan seperti cheat engine. Jadi memang mereka tegas jika ada pemain yang melakukan pelanggaran," imbuhnya.

"Sudah disampaikan di akun Twitter mereka juga, tidak semata laporan dari pengguna, tapi ditelisik dan dianalisa sedemikian rupa oleh moderator dari Chess.com. Keputusannya akun Dewa Kipas kena banned."

Heri kemudian membeberkan data yang dia temukan dari rekam jejak permainan Dewa Kipas di Chess.com. Karena menurut dia, data ini bisa diakses oleh publik.

Total Dewa Kipas bermain dalam 369 pertandingan mulai dari 11 Februari hingga 2 Maret 2021. Dari semua itu, diketahui dia memainkan mode rapid (waktu kontrol 10 menit) sebanyak 333 kali. Lalu sisanya ada yang kontrol waktu lima menit dan 15 menit.

Grafik permainan Dewa Kipas kemudian dibeberkan oleh Heri. Ada kejanggalan yang terjadi setelah tanggal 22 Februari 2021. Di mana grafiknya selalu naik, tidak lagi naik turun seperti sebelumnya.

Hal itu wajar saja membuat moderator Chess.com curiga dan kemudian melakukan pemeriksaan hingga berakhir dengan banned terhadap akun Dewa Kipas.

"Saya ingin sampaikan berdasar data yang kita bongkar memang ada keanehan. Sebelum tanggal 22 Februari 2021, data dari Dewa Kipas, itu memiliki grafik yang naik turun. Manusiawi. Kadang main bagus, kadang tidak bagus. Ini wajar. Bisa dibandingkan dengan akun lain, misal akunnya GM Susanto Megaranto, atau IM Irene Sukandar yang umumnya naik turun. Data yang ada di Dewa Kipas, pada mulanya naik turun," papar Heri.

"Tapi kemudian ada keanehan setelah tanggal 22 Februari 2021. Mulai dari sana ini sangat sedikit lembahnya, bahkan hampir tidak ada. Ini yang jadi anomali datanya. Data semacam ini yang jadi aneh dibandingkan dengan data master lainnya," imbuhnya.

Terkait dengan tidak adanya kejelasan dari Chess.com mengenai pelanggaran apa yang dilakukan oleh Dewa Kipas, menurut Heri itu sudah jadi kebijakan mereka. Ketika memainkan game ini, sudah ada informasi mengenai hal itu.

Tujuannya tentu saja agar tidak ada pengguna nakal yang coba mengakalinya. Terlebih Chess.com dalam beberapa kesempatan diberi kepercayaan sebagai server turnamen bergengsi.