Memburu Maling Pembobol Cek Rp43 Miliar di Mobil Habib Udin

Siti Ruqoyah, Vicky Fajri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Satu korban pencurian dengan modus pecah kaca mobil yang terjadi di kawasan Kemang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu malam, 23 Juli 2020 diketahui merupakan direktur utama CV Januar Perkasa Raya.

Berdasarkan data yang dihimpun, direktur itu bernama Zen Zanuar. Akibat pencurian itu, Zen kehilangan cek sebesar Rp43 miliar dan uang tunai Rp200 juta. Uang dan cek itu nantinya akan digunakan untuk pembayaran sarden dan minyak untuk bantuan sosial (bansos).

Kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian merekam aksi dua orang pelaku yang berboncengan motor. Mobil warna putih tersebut didatangi para pelaku, tidak lama setelah Zen Zanuar dan kerabatnya, Habib Udin keluar dari kendaraan itu. Mobil itu diketahui milik Habib Udin.

Baca juga: Kocak, Wali Murid Bayar SPP Cuma Kirim Foto Uang Lewat WhatsApp

“Hasil rekaman CCTV itu yang dilihat ada pelaku yang menggunakan sepeda motor. Dua orang pelaku yang dilihat di CCTV. Itu untuk pengembangan,” kata Kepala Urusan (Kaur) Polres Metro Jakarta Selatan Iptu Sumaryanto ketika dimintai keterangan, Jumat, 24 Juli 2020

Ia mengatakan, saat ini pihak kepolisian masih melakukan pengecekan lebih lanjut kepada para pelaku pencurian pecah kaca mobil tersebut. “Pelaku sementara belum. Jadi ada beberapa orang masih dalam penyidikan oleh pihak tim Reskrim,” ujar Maryanto.

Sebelumnya diberitakan, saat itu korban tengah makan di sekitar lokasi. Korban kaget saat kembali ke mobil, kondisinys sudah dalam keadaan kaca pecah. Korban kemudian mendapati tas mewahnya hilang dari kursi depan kiri mobil. Diketahui dalam tas tersebut terdapat yang tunai Rp200 juta. Selanjutnya korban melaporkan hal ini ke polisi.

“Benar kita mendapat laporan dari pria berinisial A terkait kasus pencurian dengan modus pecah kaca,” ujar Budi dikonfirmasi, Kamis 23 Juli 2020.

Budi menjelaskan, pelaku sepertinya sempat beraksi dalam hitungan satu menit melakukan pencurian. Sebab, pelaku juga sempat membawa kabur ponsel merek Iphone, Samsung S7, pulpen emas, KTP, SIM A, NPWP, paspor, kartu kredit, dan kartu ATM milik korban.

Hingga saat ini, Budi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut untuk memburu pelaku. Penyelidikan itu dengan memeriksa korban, saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

“Rencana hari ini akan diminta keterangan oleh anggota, jadi untuk kerugian cek akan dipastikan terlebih dahulu, tapi berdasarkan keterangan sementara korban sudah memblokir bank terkait cek,” ujarnya.