Memilih Diam Saat Positif COVID-19, Lionel Messi Tidak Menghormati Mauricio Pochettino di PSG

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Bintang Paris Saint-Germain (PSG), Lionel Messi, dianggap tidak menghormati pelatihnya di klub Prancis itu, Mauricio Pochettino. Sikap Messi yang tidak mengabarkan statusnya yang terpapar COVID-19 kepada Pochettino dianggap sebagai bentuk tidak menghormati sang pelatih.

Lionel Messi diketahui menikmati suasana libur musim dingin bersama istrinya, Antonela Roccuzzo, di Rosario, Santa Fe. Setelah itu, PSG mengonfirmasi pada pekan lalu bahwa Messi dinyatakan positif COVID-19, tapi tidak diketahui apakah bintang asal Argentina itu terpapar ketika tengah berlibur.

Lionel Messi kemudian tidak tampil ketika PSG meraih kemenangan telak 4-0 atas Vannes di babak 32 besar Coupe de France pada Senin (3/1/2022). Pemain berusia 34 tahun itu sudah kembali ke Paris setelah menjalani karantina dan siap kembali berlatih.

Satu hal yang menarik, pemberitaan di Prancis menyebutkan bahwa Mauricio Pochettino mendapatkan kabar mengenai positif COVID-19 yang menimpa Messi dari orang lain. Sikap Lionel Messi yang diam saja dan tidak menginformasikan statusnya kepada sang pelatih dianggap tidak menghormati pelatihnya.

Sikap yang Mengejutkan

Lionel Messi telah menjadi pencetak gol paling produktif, namun belum terlihat di klub barunya, PSG. Mauricio Pochettino memiliki masalah di PSG jika Messi, Neymar, dan Mbappe dimainkan secara bersamaan. Mereka bisa dikatakan 'menumpang' saat tim menerapkan strategi bertahan. (AFP/Franck Fife)
Lionel Messi telah menjadi pencetak gol paling produktif, namun belum terlihat di klub barunya, PSG. Mauricio Pochettino memiliki masalah di PSG jika Messi, Neymar, dan Mbappe dimainkan secara bersamaan. Mereka bisa dikatakan 'menumpang' saat tim menerapkan strategi bertahan. (AFP/Franck Fife)

Mantan pemain sayap PSG, Jerome Rothen, menegaskan dirinya terkejut ketika Lionel Messi disebut tidak menginformasikan kondisinya kepada Pochettino. Rothen menyebut Messi tidak tahu hormat kepada pelatih yang juga merupakan kompatriotnya itu.

"Anda harus selalu menghormati pelatih Anda. Hal seperti ini yang diajarkan kepada saya di Clairefontaine," tegas Rothen kepada Raido Monte Carlo.

"Pelatih harus ada di atas siapa pun, tak peduli apakah itu pemain bintang atau pemain muda. Pelatih harus lebih dulu."

"Pochettino tidak diberitahu di mana Messi berada dan itu menjelaskan banyak hal. Ini bukan hal yang bagus dan saya pikir sesuatu yang sangat mengejutkan dari seorang Messi," lanjutnya.

Messi Tidak Menghormati Pochettino

Lionel Messi tampak kecewa saat pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Mauricio Pochettino, menariknya keluar saat bersua Olympique Lyon pada laga pekan keenam Ligue 1. (AFP/Frank Fife)
Lionel Messi tampak kecewa saat pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Mauricio Pochettino, menariknya keluar saat bersua Olympique Lyon pada laga pekan keenam Ligue 1. (AFP/Frank Fife)

Lionel Messi telah tampil sebanyak 16 kali untuk PSG dan mencetak enam gol dan lima assist di semua kompetisi pada musim ini. Legenda Barcelona itu mencetak kelima assist di Ligue 1, sementara itu ia hanya mencetak satu gol dalam 11 laga di Liga Prancis itu.

Rothen yang tercatat mencetak 13 gol dalam 180 penampilan untuk PSG pada 2004 hingga 2010, menyebut Messi tidak menghormati Pochettino.

"Pochettino tidak dihargai oleh Lionel Messi. Pelatih haruslah menjadi sosok yang kuat, seseorang yang memperlihatkan nilai sesungguhnya," tegas Rothen.

"Satu-satunya yang sangat menghormatinya, menurut saya, adalah Kylian Mbappe, dan saya tidak tak melihat ada yang aneh dengan pemain lain."

"Jika Anda tidak menghormati pelatih Anda, maka Anda tidak bisa sukses. PSG sudah sangat kesulitan karena hal ini selama beberapa tahun terakhir."

PSG saat ini berada di puncak Ligue 1 dan memimpin 13 poin di atas Nice dalam perburuan gelar juara Ligue 1.

Sumber: Sportbible

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel