Menko PMK dukung penguatan sinyal internet di perbatasan Kalbar

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mendukung upaya penguatan sinyal jaringan internet di daerah perbatasan yang dilakukan oleh Universitas Tanjungpura Pontianak.

"Kalbar ini memiliki beberapa wilayah perbatasan, sehingga penguatan wilayah perbatasan menjadi sangat penting dilakukan," kata Muhadjir usai memberikan kuliah umum kepada mahasiswa dan Dosen Untan di Pontianak, Kamis.

Menurut Muhadjir, penguatan sinyal jaringan telekomunikasi di daerah perbatasan akan membuat masyarakat perbatasan semakin merasa menjadi bagian dari NKRI.

Mujahir mengatakan, penguatan NKRI di perbatasan harus dilakukan khususnya dalam memenuhi kehadiran negara di beranda negeri.

"Karena akan lucu, kita mendorong masyarakat perbatasan untuk selalu memperkuat NKRI, tapi mengakses jaringan internet saja tidak bisa. Makanya, program ini akan saya dukung penuh dan saya akan komunikasikan ini dengan Menteri BUMN untuk mendorong pengadaan dan penguatan jaringan internet di perbatasan," kata Muhadjir.

Baca juga: Perluas akses, Kemenkominfo bangun BTS di perbatasan negara
Baca juga: Diskominfo NTT prioritaskan pembenahan akses internet di perbatasan


Di tempat yang sama, Rektor UNTAN Prof. Dr. Garuda Wiko, mengatakan, pada bulan Agustus lalu, dirinya bersama 35 pimpinan perguruan tinggi (PT) lainnya yang diterima usulan risetnya melaksanakan penandatanganan kontrak di dengan Kemenko PMK.

Topik usulan riset dari Universitas Tanjungpura yaitu Penguatan Sinyal Dalam Meningkatkan Ketahanan Bangsa di Daerah Perbatasan Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini sebagai bagian dari pelaksanaan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

"Adapun program GNRM merupakan kolaborasi Kementerian Koordinasi PMK dengan Forum Rektor Indonesia (FRI). Ini juga sebagai upaya kita memperkuat peran dan fungsi perguruan tinggi dalam rangka menciptakan SDM unggul, berakhlak mulia, berkualitas, inovatif, berdaya saing, dan berjiwa Pancasila," kata Garuda Wiko.

Baca juga: PT Telkomsel target bangun 1.000 pemancar di perbatasan

Baca juga: Menkominfo yakin operator minati pembangunan BTS perbatasan