Memori Duel Seru AC Milan Vs Liverpool di Liga Champions, dari Istanbul hingga Athena

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - AC Milan dan Liverpool akan bersua pada fase grup Liga Champions musim ini. Kedua tim memiliki memori duel seru di turnamen elite antarklub Eropa tersebut.

Dalam pengundian yang berlangsung di Istanbul, Turki, Kamis (26/8/2021) malam WIB, I Rossoneri dan The Reds tergabung di Grup B. Selain AC Milan dan Liverpool, dua tim lainnya yang menghuni grup tersebut adalah FC Porto dan Atletico Madrid.

Bagi Milan, ini adalah untuk pertama kalinya berlaga di Liga Champions. Terakhir kali AC Milan tampil di turnamen tersebut adalah pada musim 2013/2014.

"Kami kembali ke Liga Champions dan kami akan memainkan pertandingan dengan sangat antusias. Ini grup yang hebat, tetapi kami harus menikmati momen ini," ujar legenda AC Milan, Franco Baresi.

"Para pemain dan tim ingin melakukannya dengan baik. Atletico selalu sulit dikalahkan, Porto tangguh, dan Liverpool kuat dan memiliki kualitas," lanjutnya.

"Bagi banyak pemain, ini juga partisipasi pertama mereka di Liga Champions. Kami memiliki tim muda yang telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir. AC Milan menunjukkan sepak bola yang indah dan proaktif, kami tidak boleh kehilangan keyakinan kami," tutur Franco Baresi.

Partai Panas di Istanbul

Liverpool menjuarai Liga Champions 2005 setelah menang adu penalti atas AC Milan. (AFP/Francois Marit)
Liverpool menjuarai Liga Champions 2005 setelah menang adu penalti atas AC Milan. (AFP/Francois Marit)

Dibandingkan dua tim lainnya, pertandingan AC Milan versus Liverpool dinanti oleh banyak pencinta sepak bola. Pasalnya, kedua tim memiliki kenangan dua partai seru di final Liga Champions.

Pertemuan pertama kedua tim terjadi pada laga puncak Liga Champions 2004/2005. Dalam pertandingan final yang dihelat di Ataturk Olympic Stadium, 25 Mei 2005, I Rossoneri tampil percaya diri.

AC Milan berhasil unggul 3-0 atas Liverpool pada paruh pertama. Ketiga gol Milan dicetak Paolo Maldini pada menit pertama dan Hernan Crespo menit ke-39 dan 44'.

Memimpin tiga gol, AC Milan semakin percaya diri dan diprediksi bakal keluar sebagai juara. Namun pada kenyataannya, Milan kerepotan meladeni permainan Liverpool pada paruh kedua.

The Reds secara mengejutkan berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi Steven Gerrard pada menit ke-54, Vladimir Smicer menit ke-56, dan Xabi Alonso menit ke-60. Skor imbang 3-3 bertahan hingga laga usai, dan laga berlanjut hingga perpanjangan waktu.

Pada extra time, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Alhasil, penentuan pemenang dilakukan lewat adu penalti. Pada babak tos-tosan, Liverpool yang akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2 sekaligus mengangkat trofi Si Kuping Besar yang kelima.

Hasil minor tersebut masih membekas buat sejumlah pemain AC Milan saat itu, satu di antaranya adalah Andriy Shevchenko.

"Lukanya masih berdarah. Itu menggangguku ketika mereka mengatakan bahwa kami terbawa oleh euforia," ujar Shevchenko.

"Maldini berkata pada paruh waktu untuk berhati-hati. Bulan-bulan pertama setelah final saya terbangun sambil berteriak di tengah malam memikirkannya," ungkap Sheva.

Tuntaskan Dendam di Athena

AC Milan (7 kali juara) - AC Milan pernah memenangkan gelar juara Liga Champions dua kali berturut pada tahun 1989 dan 1990. Tahun juara: 1963, 1969, 1989, 1990, 1994, 2003, 2007. (AFP/Mstafa Ozer)
AC Milan (7 kali juara) - AC Milan pernah memenangkan gelar juara Liga Champions dua kali berturut pada tahun 1989 dan 1990. Tahun juara: 1963, 1969, 1989, 1990, 1994, 2003, 2007. (AFP/Mstafa Ozer)

Dua musim berselang, AC Milan dan Liverpool kembali berhadapan dalam laga final Liga Champions 2006/2007. Kali ini, duel dihelat di Olympic Stadium, Athena pada 23 Mei 2007.

AC Milan yang masih diasuh Carlo Ancelotti bermain menekan sejak bola digulirkan. Milan berhasil unggul lebih dulu pada menit ke-45 lewat aksi Filippo Inzaghi.

Tak ingin kembali melakukan kesalahan serupa pada 2005, AC Milan mampu bertahan dengan baik. I Rossoneri pun sukses menggandakan keunggulan pada menit ke-82 berkat bola hasil sepakan Filippo Inzaghi.

Liverpool baru bisa memperkecil kedudukan pada menit ke-89 berkat aksi Dirk Kuyt. Sampai pertandingan berakhir, skor 2-1 untuk kemenangan AC Milan tetap bertahan.

Hasil tersebut membuat AC Milan berhak atas trofi Liga Champions yang ketujuh, sekaligus menuntaskan dendam atas Liverpool.

"Itu pertanda dari Tuhan, bukan kebetulan. Saya tidak suka menyebutnya balas dendam, tetapi itu luar biasa dan ajaib," ujar legenda AC Milan, Kaka.

"Tim itu berbeda dengan 2005 karena kami tidak lagi memiliki Hernan Crespo atau Andriy Shevchenko, tetapi dasarnya sama. Itu adalah tim yang hampir sama, tapi Final yang sangat berbeda dan yang tercatat dalam sejarah," lanjutnya.

Kini, kedua tim akan saling berhadapan pada fase grup Liga Champions. Lantas, tim manakah yang bakal merengkuh kemenangan dalam duel ini? Layak untuk dinantikan.

Jadwal Pertandingan:

Logo dan Trofi Liga Champions. (Bola.com/Dody Iryawan)
Logo dan Trofi Liga Champions. (Bola.com/Dody Iryawan)

Matchday 1: 14 dan 15 September

Matchday 2: 28 dan 29 September

Matchday 3: 19 dan 20 Oktober

Matchday 4: 2 dan 3 November

Matchday 5: 23 dan 24 November

Matchday 6: 7 dan 8 December

Sumber: Berbagai sumber

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel