Memulai Persiapan Menikah dengan Membuat Satu Tabungan Bersama Calon Suami

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Persiapan pernikahan seringkali dipenuhi drama. Ada bahagia, tapi tak jarang juga ada air mata. Perjalanan menuju hari H pun kerap diwarnai perasaan campur aduk. Setiap persiapan menuju pernikahan pun selalu punya warna-warninya sendiri, seperti kisah Sahabat Fimela dalam Lomba Share Your Stories Bridezilla: Perjalanan untuk Mendapat Status Sah ini.

***

Oleh: Fanny Anggraeni Manurung

Kami sepasang kekasih yang sudah berpacaran berjalan tujuh tahun, kebetulan pasangan saya lebih muda tiga tahun dari saya dan terbentur dengan komitmen dia dan orang tuanya yang harus lulus kuliah dulu baru bisa kami menikah. Bisa dibilang kami itu pasangan yang sangat santai. Jarang sekali membicarakan soal pernikahan yang ada di pikiran kami masih untuk senang-senang dulu saja jalan-jalan setiap minggu bertemu. Sampai akhirnya pada tahun kelima pacaran saya baru membawa pasangan saya ke rumah dan bertemu orang tua dan belum ada pembicaraan ke pernikahan dan pada tahun keenam ini akhirnya saya dibawa ke rumah orang tuanya untuk dikenalkan.

Setelah perkenalan masing-masing keluarga waktu berlalu seperti biasanya namun mulai di tahun ini masalah demi masalah menghinggapi kami dikarenakan kami belum ada pemikiran untuk perencanaan pernikahan. Pasangan saya pun baru lulus kurang lebih baru tahun depan sementara saya sudah mulai meminta ketegasan dari pasangan saya karena karna faktor usia juga dan pacaran sudah cukup lama.

Komitmen menikah untuk menunggu sampai dia lulus tahun depan namun belum ada kita mulai menyicil untuk pernikahan mulai tahun ini. Sampai akhirnya ada suatu masalah besar dan saya menginginkan kita menyudahi hubungan ini. Lalu pasangan saya pun baru mulai berpikir menyadari dan dia langsung bisa memberikan saya komitemen untuk mulai perencanaan pernikahan kami tahun depan. Dia pun bilang ke orang tuanya kalau dia belum lulus pun mau menikahi saya dan akhirnya keluarganya setuju.

Mulai Mempersiapkan Pernikahan

Ilustrasi./Credit: shutterstock.com
Ilustrasi./Credit: shutterstock.com

Masalah demi masalah pun masih terus mewarnai hari-hari kami yang sudah berencana melakukan proses pertemuan keluarga dalam waktu dekat ini. Kami berkomitmen untuk menabung bersama dalam satu tabungan dimulai bulan ini. Jujur sekali untuk finansial kami sangat minim. Namun kami nekat apa pun yang terjadi awal tahun depan kami sudah menikah karena kami percaya rezeki untuk niat baik bisa datang dari mana saja.

Selain masalah finansial karena kami berdua berasal dari dua keluarga dengan empat adat yang berbeda jadi kami memutuskan untuk secara nasional saja. Apalagi dalam masa pandemi seperti ini lebih baik simpel saja dan akhirnya keluarga mengikuti kemauan kami.

Sebagai anak paling kecil, kami berdua banyak perdebatan di antara kami memikirkan perintilan-perintilannya apalagi sebagai wanita lebih banyak maunya dari pasangan pria saya yang lebih cuek dan terserah dilihat nanti saja. Pasangan saya anak kesayangan mamanya sekali jadi apa pun dia pasti diurus oleh mamanya. Jadi saya sebagai pasangannya juga banyak lebih mengamati maunya dia seperti apa.

Jadi sampai saat ini saya masih menyimpan keinginan saya sendiri saja dahulu. Namun kalau saya melihat misal cincin pernikahan dan gedung pernikahan sedikit-sedikit saya berbincang ringan saja untuk berbagi informasi nanti seperti apa. Kalau saya memaksakan kehendak saya yang ada kami ribut terus.

Doakan kami ya FIMELA semoga lancar prosesnya sampai hari H tiba nanti. Sukses terus FIMELA untuk menemani kami selalu!

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel