Menabung Emas Fisik Vs Digital, Mana Lebih Menguntungkan?

·Bacaan 3 menit

VIVA – Harga emas yang kerap naik serta mudah dijual, menjadi alasan logam mulia dijadikan investasi. Tak heran, membeli dan menyimpan emas dianggap sebagai cara mudah untuk menabung.

Namun, membeli dan menabung emas kini tersedia dua cara yakni memegang fisik maupun melalui platform digital. Nah, kita lihat yuk apa saja perbedaan emas fisik dan digital.

Emas Fisik vs Digital

Tujuan keuangan yang bervariasi menjadi landasan generasi milenial memilih emas sebagai penghuni portofolio investasi. Mulai dari cadangan dana darurat hingga membeli rumah impian. Ada dua cara yang dapat menjadi pilihan dalam menyimpan logam mulia emas. Berikut perbedaan yang perlu dicermati.

Nilai pembelian

Perbedaan paling mendasar dari metode menabung emas fisik dan digital terlihat dari nilai pembelian. Pilihan emas fisik mengacu pada ukuran emasnya. Sehingga, harus mengumpulkan dana lebih dahulu baru kemudian menukarnya dengan emas batangan.

Adapun emas fisik Antam, tersedia dalam satuan terkecil yakni 0,5 gram, 1 gram, 2 gram, 3 gram, 10 gram, hingga 25 gram. Hanya saja, Anda harus terus memantau kenaikan harga emas agar dana yang terkumpul bisa mencukupi.

Sementara, emas digital dapat dilakukan dalam nominal berapapun karena tidak terpaku dengan berat emas. Dengan kata lain, berapapun dana yang dialokasikan, akan dikonversi dalam bentuk gram emas sesuai harga emas di hari tersebut.

Waktu pembelian

Perbedaan lainnya yaitu waktu pembelian, di mana bisa dilakukan lebih sering dibandingkan emas fisik. Artinya, emas jumlah berapapun dapat dibeli ketika dana tersedia.

Biaya penyimpanan

Serta biaya yang dibebankan untuk menyimpan emas, patut diperhatikan. Bila membeli emas fisik, tentunya harus menjaga emas dengan penyimpanan yang ketat seperti brankas di rumah dan tentu menambah biaya tambahan.

Sementara, tabungan emas digital pun memiliki biaya penyimpanan seperti halnya penitipan emas fisik. Pegadaian misalnya, dibanderol biaya penitipan tabungan emas digital sebesar Rp30 ribu per tahun dengan biaya penitipan pada tahun pertama gratis.

Cara menabung Emas

Emas fisik

Emas batangan produksi Antam menjadi acuan masyarakat Indonesia dalam membeli logam mulia. Berikut langkahnya.

Cek harga emas di website

Cek dulu sebelum membeli mengenai harga emas di hari itu. Dengan memperkirakan harga emas di situs resminya, dapat menyesuaikan dengan budget Anda.

Hubungi butik

Selanjutnya bisa hubungi kantor untuk pastikan ketersediaan stok. Tak bisa dipungkiri banyak orang yang membeli emas setiap harinya, tak terkecuali pedagang toko emas yang akan menjualnya kembali.

Siapkan dokumen

Pihak gerai akan menanyakan terkait emas batangan yang pernah dibeli sebelumnya. Untuk membelinya, dibutuhkan dokumen seperti KTP dan NPWP. Setelah selesai transaksi, maka emas akan diberikan di ruang tertutup dan aman.

Beli emas digital di website resmi

Pertama, buat akun pribadi. Anda akan diminta mengisi semua kolom yang diinstruksikan. Klik tombol bahwa Anda menyetujui syarat dan ketentuan logam mulia.

Kedua, tentukan produk emas pilihan. Harga emas mengacu pada lokasi tempat tinggal, untuk itu pastikan Anda memilih lokasi yang tepat. Setelahnya, pilih produk berdasarkan besaran gram. Harga terakumulasi disertai pajak pada kolom harga total.

Platform digital

Salah satu platform yang ada yaitu tabungan emas pegadaian. Pertama, datangi outlet pegadaian terdekat lalu unduh aplikasinya di playstrore. Isi formulir permohonan pembukaan rekening dan lampirkan identitas diri berupa KTP. Setelah mengisi lengkap, akun rekening didapatkan lalu lakukan top up melalui Virtual Account bank besar di Indonesia. Selengkapnya baca di tautan ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel