Menag: 2012, Sidang Isbath Bisa Dilakukan di Indonesia Timur

Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan, pada 2012 sidang isbath dan pelaksanaan rukyat untuk menentukan awal Ramadhan dan 1 Syawal bisa dilakukan di wilayah Indonesia Timur.

Namun Menteri Agama di Jakarta, Selasa mengharapkan hal ini mendapat persetujuan kalangan ulama mengingat perbedaan waktu guna memudahkan umat Islam melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadhan.

Pernyataan tersebut dikemukakan Menag Suryadharma Ali kepada pers seusai membuka Musyawarah Nasional Hisyab dan Rukyat (penentuan awal bulan Qomariyah) di Gedung Kementerian Agama Jakarta. Hadir dalam kesempatan itu, para tokoh ormas Islam, Sekjen Kemenag Bahrul Hayat, Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag/Bimas Islam Abdul Jamil dan para pejabat eselon II.

Wewenang penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri, lanjut Menag, di sejumlah negara Islam ada pada Kementerian Agama atau pemerintah. Sungguhpun demikian, pemerintah menghargai adanya pendapat yang disebabkan adanya kriteria yang dipegang oleh ahli hisyab dan rukyat.

Karena itu, terkait adanya perbedaan waktu di Indonesia, ia berharap semua ormas Islam dapat memahami niat baik dari pemerintah. Ia pun beharap Munas Hisab dan Rukyat kali ini menghasilkan pandangan yang sama. Jika pandangan sudah sama, tentu untuk menentukan ketetapannya pun akan mudah.

Jika saja ada perbedaan, katanya, tentu hendaknya perbedaan itu dapat diselesaikan. Pemerintah kedudukannya dalam menghadapi perbedaan itu bisa bertindak sebagai penengah atau hakim.

"Serahkan perbedaan itu kepada pemerintah untuk menyelesaikannya," ia menegaskan.

"Jadi, harus tunduk pada pemerintah," katanya lagi.

Jika sidang Isbath, penentuan awal Ramadhan bisa dilakukan di wilayah Indonesia Timur sekitar pukul 16.00 WIT, tentu untuk wilayah barat bisa dipercepat. Dengan demikian umat Muslim di wilayah timur Indonesia tak perlu lagi harus menunggu keputusan sidang Isbath di Jakarta seperti yang terjadi selama ini, kata Menag.

Munas Hisab Rukyat juga diharapkan membuahkan hasil dapat menentukan dan menyatukan kriteria penentuan awal Ramadhan. Hal ini penting karena erat kaitannya dengan masalah sosial ekonomi dan semangat ukuwah Islam.

Sambil berkelakar, Menang mengatakan, setiap tahun umat Islam ribut dengan persoalan bulan. Padahal bulannya yang satu sudah pernah didatangi astronot. Bagaimana mau bersatu jika hal ini terus ribut. Coba dengar lagu yang dibawakan Broery Pesolima, yang menyebut bulan sabit ada di pelataran.

"Kita berharap, ada keputusan untuk menyatukan sikap dan pandangan dalam menentukan awal Ramadhan," ujar Menag. (tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.