Menag ajak ASN lahirkan inovasi demi kemajuan pembangunan

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama untuk melahirkan berbagai inovasi dan bertransformasi menjadi abdi negara yang amanah serta profesional demi kemajuan pembangunan.

"Jika para pahlawan dahulu mengorbankan nyawa demi perjuangan kemerdekaan, mari hari ini kita mengorbankan waktu dan pikiran untuk kemajuan pembangunan," ujar Yaqut saat peringatan Hari Pahlawan di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Wapres Ma'ruf pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan di TMP Kalibata

Yaqut mengatakan bahwa Indonesia hari ini adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan kemerdekaan para pendahulu. Para pendiri bangsa adalah putra terbaik yang telah meletakkan dasar-dasar kebangsaan dan telah mengantarkan Indonesia tumbuh menjadi kekuatan dunia.

Menurut Menag, para pahlawan telah mengorbankan banyak hal, termasuk kehidupan pribadinya. Mereka bulat mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

"Lihatlah, Indonesia yang rukun dan damai adalah buah dari komitmen kebangsaan yang begitu agung. Juga pembangunan yang begitu memukau mata, adalah buah dari komitmen kebangsaan dalam mewujudkan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia," kata dia.

Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November, kata Menag, memanggil seluruh anak bangsa untuk bangun dari mimpi, menyingsingkan lengan baju, menghapus keluh kesah menjadi semangat tanpa patah, untuk selanjutnya bersama-sama melanjutkan pembangunan.

"Siapapun kita, apapun profesinya, mari menjadi abdi negara yang baik, teguh dan memiliki visi yang tajam," ujarnya.

Baca juga: Kemensos libatkan generasi muda percantik TMPNU Kalibata

Baca juga: Pahlawan-pahlawan tersembunyi

Menag mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk terus memberi yang terbaik, melahirkan inovasi-inovasi yang akan mendorong pembangunan lebih kencang. ASN Kemenag diminta untuk menempatkan Kementerian Agama sebagai rumah pengabdian.

Apalagi, kata dia, Indonesia tahun ini menjadi tuan rumah pertemuan G20. Hal itu menjadi momentum untuk kembali menegaskan eksistensi Indonesia sebagai salah satu negara maju yang siap menjadi pemimpin bagi percaturan dunia.

"Kita adalah anak-anak bangsa yang seharusnya berada di garda terdepan membangun dan merawat Indonesia," kata Yaqut.