Menag ajak pererat kerukunan umat pada perayaan kenaikan Isa Almasih

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak masyarakat untuk mempererat kerukunan umat pada perayaan kenaikan Isa Almasih.

"Selamat bagi umat Kristiani yang tengah merayakan Hari Kenaikan Isa Almasih 2022. Mari terus pererat kerukunan umat," pesan Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis.

Kenaikan Isa Almasih merupakan rangkaian dari Paskah, salah satu perayaan besar bagi umat Kristiani dalam peringatan kebangkitan Isa Almasih. Paskah membawa pesan anugerah, kasih sayang, serta kekuasaan Tuhan untuk menjauhkan umat manusia dari bayang-bayang dosa dan maut. Paskah diyakini umat Kristiani sebagai wujud pengampunan umat manusia dari Tuhan.

Baca juga: Humas Gereja Katedral: Tidak ada pembatasan usia warga ikuti misa

Selaku pemerintah, Menag berharap agar momentum perayaan ini dapat menjadi forum untuk mempererat kerukunan antar-umat beragama.

"Saya berharap umat Kristiani dapat terus berperan dan berkontribusi dalam upaya ikut menjaga kerukunan antar-umat beragama serta membangun kesatuan dan keutuhan nasional," ucapnya.

Indonesia merupakan negara majemuk yang memiliki keragaman etnis, budaya, dan agama. Kemajemukan ini dapat menjadi kekuatan yang besar dan nyata untuk membangun bangsa apabila dirawat bersama dalam bingkai kerukunan dan persaudaraan. Namun, sebaliknya apabila tidak dijaga dengan baik, dapat berpotensi menjadi benih perpecahan.

"Oleh karena itu, sangat diperlukan Moderasi Beragama dalam kehidupan sosial masyarakat agar keutuhan bangsa dapat tetap terjaga. Mari kita semua ikut ambil bagian dalam mewujudkan damai sejahtera bagi bangsa dan negara. Salam sejahtera,” ucap Menag.

Baca juga: Firli: Tak ada satu pun agama ajarkan umatnya berperilaku koruptif

Baca juga: Polres Sukoharjo sterilkan 10 gereja jelang Kenaikan Yesus Kristus

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel