Menag: Capaian lima sasaran strategis Kemenag tunjukkan peningkatan

·Bacaan 2 menit

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan lima capaian sasaran strategis Kementerian Agama menunjukkan angka peningkatan dari tahun ke tahun.

"Ada lima indikator terus membaiknya capaian sasaran strategis Kemenag," ujar dia dalam Taklimat Akhir Tahun 2021 tentang Monitoring dan Evaluasi Capaian Program Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang diikuti dari Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan lima capaian sasaran strategis bidang agama 2021, pertama indeks kesalehan umat beragama yang mengalami kenaikan menjadi 83,92 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 82,52 persen.

Kedua, indeks kerukunan umat beragama meningkat setelah pada 2020 berada di angka 67,46 persen, pada 2021 naik menjadi 72,39 persen. Ketiga, indeks kepuasan layanan KUA meningkat dari awalnya 77,28 persen pada 2019 menjadi 78,90 persen pada 2021.

"Pada 2020 tidak ada survei. Saat ini sedang dilakukan revitalisasi KUA sebagai program prioritas Kementerian Agama dan kami yakin capaian ini akan terus membaik," kata dia.

Baca juga: Moderasi beragama dan kekerasan seksual jadi prioritas "PR" Kemenag

Keempat, predikat opini laporan keuangan capaian 2020 Kemenag meraih WTP dan capaian tahun 2021 diharapkan juga WTP. Untuk nilai reformasi birokrasi pada 2020 sebesar 75,32 persen, sementara untuk 2021 masih menunggu hasil nilai RB dari Kemenpan RB.

"Untuk nilai reformasi terus mengalami kenaikan yang signifikan dari tahun ke tahun," kata dia.

Di samping capaian strategis, kata dia, terdapat tujuh program prioritas nasional Kementerian Agama 2021 yang dimonitoring dan dievaluasi oleh Menko PMK melalui melalui Sistem Monitoring dan Evaluasi Kantor Staf Presiden (Sismonev KSP).

Tujuh program prioritas nasional tersebut yaitu penyelenggaraan bimbingan perkawinan pranikah pada Bimas Islam dan bimbingan keluarga Hitta Sukhaya pada agama Buddha, Program Indonesia Pintar (PIP)/Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada mahasiswa perguruan tinggi keagamaan.

Selain itu, rumah ibadah yang difasilitasi, pelatihan teknis substantif moderasi beragama bagi penyuluh agama non-ASN dan guru/ustadz pondok pesantren pada tiga wilayah prioritas (Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat).

Selain itu, revitalisasi asrama haji, revitalisasi pusat layanan haji dan umrah terpadu (PLHUT), dan peningkatan kompetensi para penyuluh.

"Untuk pelaporan rencana aksi pada tujuh program prioritas yang telah ditetapkan tersebut, pada pelaporan bulan ke sembilan, capaian Kementerian Agama adalah 100 persen, dan target di bulan kedua belas atau bulan Desember, target capaiannya juga 100 persen, yang nanti akan dilaporkan pada tanggal 1 sampai 10 Januari 2022," kata dia.

Baca juga: Menag imbau jangan ada segregasi antarumat beragama
Baca juga: Menag Yaqut: Pemberian izin "boarding school" diperketat

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel